Angka deforestasi di Indonesia menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Tahun 2025 menjadi periode dengan tingkat deforestasi tertinggi, dengan luas hutan yang hilang naik 66% dari tahun sebelumnya.
Temuan tersebut diungkap oleh Auriga Nusantara, sebuah organisasi yang berfokus pada konservasi sumber daya alam dan lingkungan. Menurut rilis Status Deforestasi Indonesia 2025 (STADI 2025), deforestasi di Indonesia melonjak menjadi total 433.751 hektare pada tahun 2025.
Angka itu diperoleh melalui analisis peta dalam platform Simotini (Sistem Informasi Tutupan Lahan dan Lisensi Indonesia) sepanjang 2025. Melalui kombinasi pemodelan spasial dengan citra satelit Sentinel-2 resolusi 10 meter, tingkat akurasi temuan ini mencapai sebesar 89%.
Baca Juga: Perkembangan Deforestasi Bulanan di Indonesia 2025, Pertengahan Tahun Jadi Puncak
Menurut analisis Auriga Nusantara melalui inspeksi visual hingga verifikasi lapangan, area yang mengalami deforestasi dari tahun ke tahun semakin meningkat.
Pada 2021, hutan yang hilang di Indonesia mencapai 229.982 hektare, kemudian naik menjadi 230.760 hektare pada 2022, dan 257.384 hektare pada 2023.
Tren kenaikan ini terus terjadi hingga 2024 menjadi 261.575 hektare dan mencapai puncaknya pada 2025 sebesar 433.751 hektare.
Kenaikan pada 2025 hampir dua kali lipat dari deforestasi tahun 2024. Jika dihitung rata-ratanya, Indonesia kehilangan sekitar 36.146 hektare hutan setiap bulannya.
Kalimantan Alami Deforestasi Terbesar
Menurut pantauan Auriga Nusantara, deforestasi terjadi di semua pulau besar Indonesia, dengan Kalimantan menjadi wilayah dengan gundulan hutan terbesar.
Pada 2025, luas deforestasi di Kalimantan mencapai 158.283 hektare, diikuti Sumatra sebesar 144.150 hektare, dan Papua sebesar 77.678 hektare. Sulawesi mencatat 36.685 hektare, disusul Maluku (7.527 hektare), Bali dan Nusa Tenggara (4.209 hektare), serta Jawa (2.221 hektare).
Menurut data Auriga, hampir separuh deforestasi (44%) pada 2025 terjadi di wilayah konsesi yang diizinkan pemerintah, seperti pertambangan hingga perkebunan sawit.
Deforestasi dalam Satu Tahun Prabowo–Gibran
Lonjakan tajam angka deforestasi Indonesia terjadi dalam satu tahun pemerintahan Prabowo–Gibran. Ketua Yayasan Auriga Nusantara, Timer Manurung, menilai deforestasi dipicu oleh rangkaian kebijakan pemerintah, mulai dari izin konsesi tambang, perkebunan sawit, hingga program strategis nasional (PSN) seperti food estate.
“Deforestasi terjadi secara terencana (planned deforestation), lewat program-program pemerintah. Itu menggambarkan ketidakpedulian pemerintah Prabowo pada lingkungan,” ujar Timer, dilansir dari BBC Indonesia pada Selasa (31/3/2026).
Di Kalimantan, 24.317 hektare hutan dibuka untuk keperluan tambang, 82.548 hektare untuk kehutanan, dan 18.148 hektare untuk perkebunan sawit. Sementara di Papua, 9.781 hektare digunakan untuk sawit dan 983 hektare untuk tambang.
Konsesi pertambangan sendiri berkontribusi terhadap 43.743 hektare deforestasi. Sekitar 22% kerusakan dilakukan oleh sepuluh perusahaan besar, sementara 78% sisanya atau sekitar 1.131 hektare dilakukan oleh pemilik izin lainnya.
Tidak hanya itu, Auriga juga menilai tingginya deforestasi berkaitan erat dengan kebijakan dan perizinan pemerintah. Sekitar 29% deforestasi (125.997 hektare) terjadi di areal penggunaan lain (APL) yang dikelola pemilik konsesi atau pemerintah daerah.
Sementara itu, 71% deforestasi terjadi di kawasan hutan yang berada di bawah pengelolaan Kementerian Kehutanan, seperti hutan produksi (96.465 hektare), hutan produksi terbatas (80.928 hektare), hutan lindung (80.337 hektare), hutan produksi konversi (25.431 hektare), hingga kawasan konservasi (25.100 hektare).
Menanggapi tingginya angka deforestasi tersebut, Kementerian Kehutanan menyatakan akan memperkuat upaya pengendalian.
Langkah yang dilakukan antara lain penguatan sistem pemantauan nasional (Simontana), penertiban kawasan hutan dan pengawasan perizinan, penguatan kebijakan FOLU Net Sink 2030, serta kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk lembaga independen, akademisi, dan mitra internasional.
Baca Juga: 10 Kawasan Konservasi dengan Deforestasi Terbesar 2025
Sumber:
https://auriga.or.id/press_release/detail/65/deforestation-status-in-indonesia-2025
Penulis: Talita Aqila Shafidhya
Editor: Editor