Indonesia kaya dengan bentuk seninya yang beragam. Seni adalah realisasi dari ekspresi jiwa manusia dalam berbagai media seperti musik, teater, sastra, tari, dan lukisan. Banyaknya jenis kesenian tentunya tidak terlepas dari karya para seniman atau pelaku seni.
Di tengah arus modernisasi yang kian menguat, seni mengalami pergeseran, baik dari segi hasil karya, peminat, maupun pelakunya. Meskipun demikian, keberadaannya masih dapat dijumpai bahkan di kota besar.
Jakarta, kota pusat metropolitan Indonesia dengan cepatnya arus globalisasi tidak terlepas dari keberadaan para pelaku seni. Bahkan, wilayah ini termasuk salah satu yang kaya akan budaya dan kesenian.
Pada tahun 2025, Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta merilis data terkait penduduk usia 10 tahun ke atas yang pernah terlibat setidaknya dalam satu jenis kegiatan seni, baik sebagai pelaku maupun pendukung. Data ini memberikan gambaran terhadap tingkat partisipasi masyarakat dalam kegiatan seni dan budaya di ibu kota.
Berdasarkan sebaran kecamatan, Kebayoran Baru yang berada dalam wilayah administratif Jakarta Selatan memiliki jumlah pelaku seni terbanyak yang mencapai 3.634 orang. Sementara itu, Jagakarsa yang juga berada dalam lingkup Jakarta Selatan berada di urutan keempat dengan jumlah 2.667 orang. Dominasi jumlah seniman dalam daftar ini mengindikasikan kuatnya aktivitas seni di kawasan tersebut.
Peringkat kedua diraih oleh Kepulauan Seribu Utara dengan 3.368 pelaku seni. Menariknya, 99,58% atau 3.354 dari jumlah tersebut berasal dari kelurahan Pulau Panggang. Fenomena tersebut menunjukkan kehidupan seni dan budaya relatif kuat di wilayah kepulauan, meskipun terpisah dari pusat kota Jakarta secara geografis.
Jakarta Pusat meyumbang kecamatan terbanyak pada daftar di atas, dengan total tiga kecamatan, yaitu Gambir di peringkat ketiga (3.190 orang), Menteng di urutan kedelapan (1.110 orang), dan Tanah Abang di posisi kesembilan (436 orang). Sebagai pusat pemerintahan, wilayah ini memiliki banyak ruang budaya dan komunitas yang berkontribusi dalam perkembangan seni.
Di sisi lain, Jakarta Timur memiliki dua kecamatan dengan jumlah pelaku seni terbanyak, yakni di urutan kelima dengan Cakung (2.020 orang) dan di posisi terakhir Cipayung (357 orang). Wilayah Jakarta Utara diwakilkan oleh Tanjung Priok (1.906 orang) di posisi keenam, sedangkan posisi ketujuh diraih oleh Kembangan (1.300 orang) yang termasuk dalam administratif Jakarta Barat.
Baca Juga: Wilayah Jakarta dengan Pelaku Seni Terbanyak 2025: Jakarta Selatan Mendominasi
Kesenian Khas Jakarta
Jakarta dikenal sebagai daerah asal suku Betawi, salah satu kelompok masyarakat yang memiliki kekayaan budaya khas di Indonesia. Suku Betawi memiliki beragam kesenian tradisional, seperti lenong, tradisi palang pintu, hingga musik tanjidor yang telah menjadi bagian dari identitas budaya ibu kota. Berbagai kesenian tersebut tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi sarana untuk melestarikan sejarah, nilai-nilai sosial, serta warisan budaya masyarakat Betawi yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Warisan yang merepresentasikan sejarah dan identitas masyarakat setempat dikenal sebagai ikon budaya. Terdapat delapan ikon budaya suku Betawi, yaitu ondel-ondel, ornamen gigi balang (dalam arsitektur rumah tradisional Betawi), kebaya kerancang, batik Betawi, bir pletok, baju sadariah, kerak telor, dan kembang kelapa.
Baca Juga: Mayoritas Penduduk Jakarta Berasal dari Kelompok Usia Produktif pada 2025
Sumber:
https://satudata.jakarta.go.id/open-data/detail?kategori=dataset&page_url=persentase-penduduk-usia-10-sepuluh-tahun-ke-atas-yang-pernah-terlibat-sebagai-pelaku-atau-pendukung-pertunjukan-seni&data_no=1
Penulis: Alifia Ayu Fitriana
Editor: Editor