Besaran pengeluaran untuk makanan merupakan salah satu indikator penting untuk menilai kondisi ekonomi rumah tangga sebagai bagian dari total pengeluaran secara keseluruhan. Tingginya pengeluaran untuk makanan dapat mengindikasikan tingkat pendapatan yang lebih besar atau pola konsumsi masyarakat yang lebih beragam dan berkualitas.
Meski begitu, tingginya pengeluaran makanan juga dapat mencerminkan besarnya biaya hidup, terutama jika proporsinya terhadap total pengeluaran masih dominan. Oleh karena itu, data ini penting untuk dibahas karena dapat memberikan gambaran tingkat kesejahteraan masyarakat, perbedaan kondisi antardaerah, serta menjadi dasar dalam perumusan kebijakan ekonomi yang tepat sasaran.
Berdasarkan data Susenas periode Maret 2025 dari Badan Pusat Statistik (BPS), porsi pengeluaran makanan per kapita di Jawa Timur dalam satu bulan sebesar 50,45%. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024 yaitu 50,79%. Meskipun demikian, kebutuhan pangan masih menjadi prioritas utama masyarakat di provinsi tersebut.
Data yang dikumpulkan dibedakan antara konsumsi makanan dan minuman yang disiapkan di rumah, makanan dan minuman jadi, serta rokok.
Jumlah komoditi mencakup 225 komoditas dengan 14 kelompok yaitu padi-padian; umbi-umbian; ikan atau udang atau cumi atau kerang; daging; telur dan susu; sayur-sayuran; kacang-kacangan; buah-buahan; minyak dan kelapa; bahan minuman; bumbu-bumbuan; bahan makanan lainnya; makanan dan minuman jadi serta rokok dan tembakau.
Cakupan komoditas yang luas ini memberikan gambaran lebih komprehensif mengenai pola konsumsi masyarakat di Jawa Timur.
Wilayah dengan Pengeluaran Makanan Tertinggi di Jawa Timur
Baca Juga: Dinamika Pengeluaran per Kapita Penduduk RI 5 Tahun Terakhir
Kota Surabaya memiliki rata-rata pengeluaran makanan per kapita dalam satu bulan tertinggi di Jawa Timur pada 2025, yakni sebesar Rp1.145.921. Selain Surabaya, Kabupaten Gresik dan Kabupaten Sidoarjo juga menunjukkan angka pengeluaran yang tinggi. Hal ini tidak terlepas dari posisi geografisnya yang berada di sekitar kawasan metropolitan Surabaya, sehingga memiliki karakteristik ekonomi yang hampir serupa.
Selanjutnya, daftar sepuluh besar diisi oleh kombinasi kabupaten dan kota dengan rata-rata pengeluaran besar, mulai dari Kabupaten Sumenep, Kota Pasuruan, Kota Madiun, Kota Mojokerto, Kota Batu, Kota Blitar, serta Kabupaten Mojokerto. Kelompok ini menunjukkan bahwa beberapa daerah di luar pusat metropolitan memiliki tingkat pengeluaran yang cukup tinggi.
Mayoritas wilayah dengan pengeluaran tertinggi merupakan kota. Tingginya angka ini dipengaruhi oleh karakteristik wilayah perkotaan, seperti tingkat pendapatan yang relatif lebih tinggi, gaya hidup masyarakat, serta akses yang lebih mudah terhadap berbagai jenis makanan.
Wilayah dengan Pengeluaran Makanan Terendah di Jawa Timur
Sebaliknya, daerah dengan rata-rata pengeluaran makanan per kapita dalam satu bulan paling rendah di Jawa Timur dipegang oleh Kabupaten Sampang senilai Rp508.101, disusul Kabupaten Situbondo (Rp521.268), Kabupaten Pacitan (Rp534.501), Kabupaten Bangkalan (Rp567.232), dan Kabupaten Trenggalek (Rp575.710).
Rendahnya pengeluaran ini dapat dipengaruhi oleh tingkat pendapatan masyarakat, harga kebutuhan pokok di daerah, serta pola konsumsi masyarakat yang masih sederhana.
Pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Jawa Timur mayoritas lebih tinggi dibandingkan pengeluaran nonmakanan. Masyarakat desa tercatat lebih banyak membelanjakan uangnya untuk makanan dibandingkan masyarakat di kota.
Meskipun demikian, di beberapa wilayah seperti Kabupaten Gresik, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Ponorogo, dan Kabupaten Blitar memiliki pola pengeluaran nonmakanan lebih tinggi. Kondisi ini menunjukkan adanya pergeseran kebutuhan, di mana masyarakat mulai mengalokasikan pengeluarannya untuk kebutuhan sekunder dan tersier.
Pengeluaran tersebut meliputi perumahan dan fasilitas rumah tangga; aneka barang dan jasa; pakaian, alas kaki, dan tutup kepala; barang tahan lama; pajak, pungutan dan asuransi; serta keperluan pesta dan upacara atau kenduri.
Baca Juga: 65% Publik RI Sebut Pengeluaran Makanan & Minuman Paling Meningkat
Sumber:
https://jatim.bps.go.id/id/publication/2026/03/31/097f6636538417cc8646f8f6/statistik-pengeluaran-untuk-konsumsi-rumah-tangga-provinsi-jawa-timur-2025.html
Penulis: Alifia Ayu
Editor: Editor