Internasional

Pengaruh Durasi Penggunaan Perangkat Digital terhadap Skor PISA Sains 2025

Siswa dengan skor PISA sains hingga 498 rata-rata menghabiskan waktu lebih dari 3 jam hingga 5 jam untuk belajar di sekolah menggunakan perangkat digital.

Pengaruh Durasi Penggunaan Perangkat Digital terhadap Skor PISA Sains 2025

Ilustrasi Siswa Menggunakan Perangkat Digital di Sekolah | Katerina Holmes/Pexels

Perkembangan teknologi telah membawa perubahan besar terhadap dunia pendidikan. Internet saat ini menjadi pilar utama dalam proses pembelajaran di era digitalisasi, memberikan kemudahan akses untuk membuka video edukatif maupun buku elektronik guna mendukung pembelajaran.

Pada saat yang sama, digitalisasi turut membuat siswa menghabiskan lebih banyak waktu di depan layar, baik untuk pembelajaran maupun hiburan.

Dalam publikasi Programme for International Student Assessment (PISA) Result 2025 oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), dikatakan bahwa siswa negara anggota OECD rata-rata menghabiskan sekitar 6 jam per hari pada hari kerja dan 5 jam per hari pada akhir pekan di depan layar perangkat digital untuk tujuan akademik atau sekadar hiburan.

Di sekolah, siswa negara anggota OECD menghabiskan waktu 1,7 jam per hari menggunakan perangkat digital untuk kegiatan belajar dan 1,1 jam per hari untuk bersenang-senang.

Durasi Penggunaan Perangkat Digital Siswa Global Pengaruhi Skor PISA 2025 di Bidang Sains
Durasi Penggunaan Perangkat Digital Siswa Global Pengaruhi Skor PISA 2025 di Bidang Sains | GoodStats

Tabel di atas menunjukkan hubungan antara skor PISA sains siswa dan waktu yang dihabiskan dari penggunaan perangkat digital di sekolah. Terdapat 17% responden siswa yang sama sekali tidak menghabiskan waktu di depan layar, tercatat memiliki skor PISA sains lebih rendah, yakni 469.

Sebanyak 33% siswa yang menggunakan perangkat digital untuk belajar di sekolah hingga 1 jam memiliki skor PISA hingga 490. Sementara itu, 20% siswa yang menghabiskan lebih dari satu jam hingga dua jam diisi oleh siswa dengan rata-rata skor PISA mencapai 489.

Lebih lanjut, hanya terdapat 10% siswa yang menghabiskan waktu lebih dari dua jam hingga tiga jam per hari dan memperoleh skor PISA bidang sains sebesar 496.

Adapun 11% siswa lainnya yang berada dalam kategori lebih dari tiga jam hingga lima jam memiliki skor PISA sains tertinggi di antara lainnya, mencapai 498.

Skor PISA bidang sains mulai mengalami penurunan ketika 6% siswa menghabiskan waktu lebih dari lima jam hingga tujuh jam di depan layar untuk belajar di sekolah, angkanya menyentuh 483. Sebanyak 3% lainnya yang menghabiskan waktu lebih dari tujuh jam mengikuti penurunan tersebut hingga menjadi 478.

Data di atas menunjukkan bahwa penggunaan perangkat digital yang dibatasi dan seimbang untuk kegiatan belajar memengaruhi tingginya skor PISA bidang sains, lebih baik daripada yang tidak menggunakan perangkat digital sama sekali atau terlalu berlebihan.

Baca Juga: PISA 2025 Sebut Siswa Indonesia Nyaman Berada di Lingkungan Sekolah

Durasi Penggunaan Perangkat Digital Siswa Global Pengaruhi Skor PISA 2025 di Bidang Sains | GoodStats
Durasi Penggunaan Perangkat Digital Siswa Global Pengaruhi Skor PISA 2025 di Bidang Sains | GoodStats

Jika dilihat berdasarkan waktu yang dihabiskan siswa di depan layar untuk hiburan atau sekadar bersenang-senang di sekolah, sebanyak 36% siswa yang tidak menghabiskan waktu memiliki skor PISA bidang sains sebesar 493.

Kendati demikian, 33% siswa yang menghabiskan waktu hingga satu jam untuk bersenang senang di depan layar memiliki skor PISA bidang sains tertinggi, yakni 504, melebihi standar rata-rata yang telah ditetapkan oleh OECD.

Di sisi lain, 14% siswa yang menghabiskan waktu lebih dari satu jam hingga dua jam memperoleh skor PISA bidang sains pada angka 492, diikuti oleh 7% siswa lainnya yang memainkan perangkat digital lebih dari dua jam hingga tiga jam memiliki skor PISA sains 478.

Ketika 5% siswa mulai menghabiskan waktu lebih dari tiga jam hingga lima jam, skor PISA sains yang diperoleh hanya sebesar 457. Sementara itu, 2% siswa yang bermain perangkat digital lebih dari lima jam hingga tujuh jam memiliki skor PISA sains yang sangat rendah, yakni 424.

Meskipun persentasenya hanya 2%, siswa yang lebih sering menghabiskan waktu lebih dari tujuh jam untuk bermain menggunakan perangkat digital di sekolah hanya memiliki skor PISA sains sebesar 435.

Semakin lama siswa menghabiskan waktu untuk bersenang-senang menggunakan perangkat digital di sekolah, skor PISA bidang sains siswa kian turun. Tabel di atas memperlihatkan kemungkinan bahwa siswa dengan skor PISA yang rendah menggunakan perangkat digital melebihi batas waktu istirahat atau waktu yang diizinkan.

Maka dari itu, dibutuhkan panduan yang lebih rinci tentang penggunaan perangkat digital yang efektif di sekolah, sehingga terdapat keseimbangan antara penggunaan perangkat digital dengan kegiatan pendidikan dan kegiatan di luar sekolah. Hal tersebut berguna untuk memastikan bahwa teknologi memang meningkatkan pembelajaran siswa, bukan untuk mengalihkan.

Metodologi

OECD meluncurkan PISA sebagai sebuah survei rutin yang dilakukan setiap tiga tahun sekali terhadap siswa berusia 15 tahun di seluruh dunia untuk mengetahui sejauh mana responden telah menguasai kemampuan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk berperan serta dalam kehidupan sosial dan ekonomi.

Dalam publikasi PISA 2025 Result, OECD telah menganalisis data dari 91 negara dan wilayah ekonomi, termasuk seluruh anggota OECD dan 53 negara di luarnya. Survei PISA pada tahun 2025 telah melibatkan lebih dari 760 ribu siswa yang mengukur empat kompetensi utama secara Computer Based Test (CBT) dan Paper Based Test (PBT), yakni sains, membaca, matematika, dan pemecahan masalah komputasi.

Baca Juga: 10 Negara dengan Skor PISA Sains Terendah 2025, Ada Palestina

Sumber:

https://www.oecd.org/en/publications/pisa-2025-results-volume-i_73451bc5-en.html

Key Insights

  • Penggunaan perangkat digital secara moderat di sekolah berkorelasi positif dengan skor PISA sains yang lebih tinggi, mencapai puncaknya pada durasi 3-5 jam.
  • Tidak menggunakan perangkat digital sama sekali atau menggunakannya secara berlebihan (lebih dari 5 jam) di sekolah dapat menurunkan skor PISA sains siswa.
  • Rata-rata siswa OECD menghabiskan waktu signifikan di depan layar, baik untuk akademik maupun hiburan, menunjukkan dominasi digital dalam kehidupan mereka.
  • Kesiapan sekolah dan akses terhadap perangkat digital juga menjadi faktor penting yang memengaruhi performa PISA siswa, melampaui sekadar durasi penggunaan.

Penulis: Zalfa Ronaa Editor: Editor

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?