Tingginya angka kriminalitas di suatu daerah tidak hanya dapat merusak stabilitas sosial, tetapi juga bisa menciptakan atmosfer ketakutan yang menghambat produktivitas harian dan aktivitas ekonomi masyarakat. Ketika ruang publik tidak lagi terasa aman akibat ancaman kejahatan jalanan, warga terpaksa membatasi mobilitas mereka, yang pada akhirnya ikut memukul sektor usaha kecil dan pariwisata lokal.
Selain memicu trauma psikologis mendalam bagi para korban, fenomena ini juga menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk memperketat pengawasan. Dinamika kerawanan sosial yang mengkhawatirkan ini tercermin jelas dalam data terbaru yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) melalui laporan Provinsi Jawa Barat Dalam Angka 2026.
Berdasarkan laporan tersebut, tingkat kerawanan kejahatan dihitung menggunakan indikator risiko tindak pidana per 100.000 penduduk sepanjang tahun 2025. Berikut sepuluh wilayah dengan tingkat rawan kejahatan tertinggi di Jawa Barat.
10 Wilayah Paling Rawan Kejahatan di Jawa Barat
Baca Juga: 10 Provinsi Paling Aman di Indonesia
Hasilnya menunjukkan Polrestabes Bandung mencatat risiko tindak pidana tertinggi di Jawa Barat dengan angka mencapai 192 kasus per 100.000 penduduk. Posisi kedua ditempati oleh Polresta Bogor Kota yang mencatatkan angka risiko sebesar 159 kasus, disusul ketat oleh Polres Cirebon Kota di peringkat ketiga dengan 158 kasus. Sementara itu, wilayah hukum Polres Sukabumi Kota berada di urutan keempat dengan angka risiko tindak pidana sebesar 144 kasus.
Tren kerawanan ini terus berlanjut di beberapa wilayah perkotaan dan kabupaten lainnya di Jawa Barat. Polres Kota Banjar menempati peringkat kelima dengan mencatat 137 kasus, diikuti oleh Polres Purwakarta di posisi keenam dengan risiko sebesar 132 kasus.
Selanjutnya, Polres Indramayu berada di urutan ketujuh dengan 123 kasus, yang terpaut tipis dari Polres Karawang di posisi kedelapan dengan catatan 122 kasus. Dua peringkat terakhir dalam daftar sepuluh besar wilayah paling rawan ini diisi oleh Polres Subang dengan risiko tindak pidana sebanyak 119 kasus, serta Polres Cimahi yang menutup daftar di peringkat kesepuluh dengan angka risiko sebesar 110 kasus.
Upaya Pemerintah Kota Bandung Tangani Ancaman Kejahatan
Pemerintah Kota Bandung kini memperketat pengawasan terhadap ancaman kejahatan jalanan. Langkah ini diambil karena aksi kriminalitas tersebut diindikasikan memiliki pola yang terstruktur dan berpotensi mengusik kondusivitas kota.
Kekhawatiran mengenai fenomena kriminalitas seperti pembegalan yang tampaknya terorganisir ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan.
“Saya khawatir ini bukan sekadar kriminal biasa, tetapi ada pola yang mengarah pada upaya menciptakan rasa tidak aman di masyarakat,” ujarnya di Balai Kota Bandung, Senin (4/5/2026) dikutip Diskominfo Kota Bandung.
Farhan menilai situasi ini memerlukan penanganan serius lewat penguatan kolaborasi antar-instansi, khususnya bersama kepolisian. Saat ini, Pemkot Bandung mengklaim telah membangun kerja sama yang solid dengan aparat penegak hukum untuk mengimplementasikan strategi pencegahan sekaligus tindakan tegas yang terukur.
Di sisi lain, upaya preventif berbasis komunitas seperti mengaktifkan kembali siskamling turut digalakkan demi memperkuat benteng keamanan di tingkat lingkungan.
“Kita ingin memastikan masyarakat merasa aman dalam beraktivitas. Ini tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Ia pun mengimbau warga agar senantiasa berhati-hati dan tidak ragu melaporkan segala bentuk indikasi gangguan keamanan di sekitar mereka. Melalui kombinasi strategi ini, Pemerintah Kota Bandung yakin situasi keamanan kota akan tetap kondusif di tengah dinamika yang ada.
Baca Juga: 10 Provinsi Paling Rawan Kejahatan 2024
Sumber:
https://jabar.bps.go.id/id/publication/2026/02/27/2f027354da10870634aa1648/provinsi-jawa-barat-dalam-angka-2026.html
Penulis: Anggia Leksa
Editor: Editor