Sosial

10 Provinsi dengan Manajer Kopdes Terbanyak Oktober 2026, Jawa Timur Pimpin Daftar

Jawa Timur memiliki 5.308 manajer Kopdes Merah Putih, terbanyak di Indonesia pada 2026. Simak daftar 10 provinsi teratas dan informasi gaji manajer KDKMP.

10 Provinsi dengan Manajer Kopdes Terbanyak Oktober 2026, Jawa Timur Pimpin Daftar

Calon Manajer Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih/KDMP) Sedang Melakukan Pelatihan | Kemenhan

Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) atau Kopdes Merah Putih terbanyak di Indonesia per Oktober 2026.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi Republik Indonesia melalui dashboard Talenta Koperasi Indonesia, terdapat 28.624 manajer KDKMP yang tercatat dalam data baku hasil audit hingga pembaruan Oktober 2026.

Data tersebut dihimpun oleh Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi, Kementerian Koperasi, sebagai bagian dari pemantauan pengembangan sumber daya manusia untuk mendukung operasional koperasi desa dan kelurahan di seluruh Indonesia.

Jawa Timur dan Jawa Tengah Punya Manajer Kopdes Terbanyak

Jawa Timur menempati peringkat pertama dengan 5.308 manajer KDKMP, menjadikannya provinsi dengan jumlah manajer terbanyak secara nasional. Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan Jawa Tengah yang berada di posisi kedua dengan 5.140 manajer, atau terpaut 168 orang.

10 Provinsi dengan Manajer Kopdes Merah Putih Terbanyak
10 Provinsi dengan Manajer Kopdes Merah Putih Terbanyak | GoodStats

Jawa Barat menyusul di peringkat ketiga dengan 3.486 manajer. Dengan demikian, ketiga provinsi di Pulau Jawa tersebut mendominasi tiga posisi teratas dalam distribusi manajer Kopdes Merah Putih.

Di luar Pulau Jawa, Sumatra Utara menjadi provinsi dengan jumlah manajer terbanyak, yakni 2.269 orang, sekaligus menempati peringkat keempat nasional.

Posisi kelima dan keenam ditempati Sumatra Selatan dengan 1.433 manajer dan Lampung sebanyak 1.419 manajer. Selanjutnya, Aceh berada di peringkat ketujuh dengan 1.002 manajer, disusul Sumatra Barat dengan 994 manajer.

Sulawesi Selatan menjadi satu-satunya provinsi dari kawasan Indonesia timur yang masuk sepuluh besar, dengan 854 manajer. Sementara itu, Riau melengkapi daftar pada posisi ke-10 dengan 760 manajer.

Baca Juga: 28.626 Manajer Kopdes Merah Putih Siap Bertugas, Gaji UMK-Status Pegawai BUMN

Mayoritas Manajer Kopdes Berpendidikan Sarjana

Selain distribusi wilayah, data Kementerian Koperasi juga memperlihatkan karakteristik pendidikan dan komposisi gender para manajer KDKMP.

Sebanyak 26.265 manajer atau sekitar 92% memiliki latar pendidikan sarjana (S1). Sementara itu, terdapat 1.310 manajer lulusan diploma empat (D4), 966 lulusan magister (S2), serta dua orang dengan pendidikan doktoral (S3).

Dari sisi gender, jumlah manajer perempuan tercatat lebih banyak dibandingkan laki-laki. Sebanyak 18.591 orang atau 64,9% merupakan perempuan, sedangkan 10.033 orang atau 35,1 persen merupakan laki-laki.

Dalam upaya mempersiapkan tenaga pengelola, Kementerian Koperasi juga menyelenggarakan pelatihan melalui 60 Talenta Hub yang tersebar di berbagai wilayah. Dashboard resmi mencatat sebanyak 409 kelas pelatihan telah diselenggarakan dalam 15 wilayah koordinasi PPTK.

Sebanyak 28.624 sertifikat juga telah diterbitkan sejak program berjalan. Jumlah ini mencakup peserta yang saat ini berstatus tidak aktif.

Gaji Manajer Kopdes Capai Rp8,3 Juta per Bulan

Pemerintah sebelumnya menargetkan para manajer KDKMP mulai menjalankan tugas pada awal Oktober 2026. Mereka dipekerjakan melalui skema Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) selama dua tahun di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero).

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa penghasilan manajer Kopdes Merah Putih berkisar antara Rp6,8 juta hingga Rp8,3 juta per bulan, termasuk gaji dan tunjangan. Besarannya disesuaikan dengan wilayah penempatan dan ketentuan pengupahan setempat.

Terkait sumber pendanaan, Zulkifli menegaskan bahwa anggaran penghasilan manajer berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"APBN, APBN dong. Tapi, dari BUMN ke manajer-manajer itu melalui Agrinas Pangan," kata Zulkifli di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (2/10).

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kementerian Koperasi, Destry Anna Sari, menekankan pentingnya kemampuan manajer dalam memahami kebutuhan masyarakat dan membangun jaringan untuk mengembangkan koperasi.

"Networking ini mahal, karena Anda akan jadi single fighter di KDKMP di mana Anda ditempatkan," ujar Destry dalam kegiatan pelatihan manajer KDKMP di Makassar, Juli 2026.

Pengambilan Data

Data pemeringkatan bersumber dari dashboard Talenta Koperasi Indonesia yang dikelola Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi, Kementerian Koperasi Republik Indonesia.

Sebanyak sepuluh provinsi dipilih berdasarkan jumlah manajer KDKMP tertinggi dalam data baku hasil audit. Angka menunjukkan jumlah peserta yang tercatat, bukan jumlah koperasi yang telah beroperasi atau jumlah manajer yang dipastikan sudah aktif bekerja.

Data bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti pembaruan sistem Kementerian Koperasi.

Baca Juga: Deretan Koperasi Terbesar di Indonesia: Tumbuh dari Desa, Aset Triliunan

Sumber:

https://talenta.kop.go.id/data-infografis

https://kop.go.id/read/kemenkop-tekankan-peran-strategis-manajer-dalam-menentukan-keberhasilan-kdkmp

Key Insights

  • Dominasi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat dalam jumlah manajer KDKMP menunjukkan tingginya potensi dan fokus pengembangan koperasi di Pulau Jawa.
  • Sebanyak 92% manajer KDKMP berpendidikan sarjana menandakan adanya upaya peningkatan kualitas SDM pengelola koperasi.
  • Proporsi manajer perempuan yang mencapai 64,9% menunjukkan peran signifikan perempuan dalam pengelolaan koperasi di tingkat desa/kelurahan.
  • Penyelenggaraan 409 kelas pelatihan dan penerbitan 28.624 sertifikat menegaskan komitmen pemerintah dalam standarisasi dan profesionalisasi manajer koperasi.

Penulis: Daffa Shiddiq Al-Fajri • Editor: Editor

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?