10 Provinsi dengan Desa/Kelurahan Paling Sedikit 2025
Masyarakat • 4 April 2026DKI Jakarta menjadi provinsi dengan jumlah desa dan kelurahan paling sedikit pada 2025, yakni hanya 267 wilayah
DKI Jakarta menjadi provinsi dengan jumlah desa dan kelurahan paling sedikit pada 2025, yakni hanya 267 wilayah
Jawa Timur jadi provinsi dengan sebaran kantor pos terbanyak yakni 1.083 di desa/kelurahan, disusul Jawa Tengah dengan 846 desa/kelurahan.
Pada 2025, Jawa Tengah memiliki 8.563 desa/kelurahan, tertinggi nasional, disusul Jawa Timur dengan 8.494 wilayah
Sektor pertanian menjadi sumber penghasilan utama penduduk desa dan kelurahan dengan 80,5%
Menurut BPS, bencana alam banjir jadi yang terbanyak menimpa wilayah pedesaan dengan total 18,3% desa terdampak.
Menurut Indonesia Corruption Watch (ICW), sektor desa menyumbang jumlah kasus korupsi terbanyak pada 2024 dengan total 77 kasus.
Sumatra Utara tercatat sebagai provinsi dengan jumlah Desa Tertinggal terbanyak pada 2025, mencapai 707 desa
Jawa Timur tercatat sebagai provinsi dengan Desa Mandiri terbanyak pada 2025, mencapai 4.716 desa dari total 20.503 desa di Indonesia
Terbukti, 52,91% korban bunuh diri berada di daerah perdesaan, lebih tinggi dibandingkan daerah perkotaan (47,09%)
Terdapat 9.711 desa/kelurahan di Indonesia yang memiliki jalur evakuasi bencana, terbanyak di Jawa Barat dengan 975 desa/kelurahan.
Tingginya angka desa yang terletak di bibir pantai di Indonesia meningkatkan kerawanan terhadap bahaya tsunami.
Tarkam menjadi salah satu bentuk hiburan masyarakat di tingkat desa.
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dibentuk untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui ekonomi kerakyatan.
Pemukiman yang berdiri di atas bantaran sungai rentan terkena penyakit serta minim akses sanitasi dan air bersih yang layak
Berdasarkan data hasil penelitian Potensi Desa oleh BPS tahun 2024, jumlah desa di Indonesia atau wilayah setingkat desa kini mencapai 84.276.
Peningkatan ekonomi, kesejahteraan di desa dipandang sebagai salah satu langkah kunci untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8%.
Sebagian responden menginginkan pembangunan infrastruktur yang nyata, sementara yang lain merasa program pemberdayaan ekonomi lebih mendesak.
Banjir, gempa bumi, dan gelombang pasang laut menjadi bencana alam yang banyak dialami desa tepi laut
Sebanyak 2.131 desa tepi laut mengalami pencemaran lingkungan, limbah rumah tangga menjadi sumber utama pencemarannya
Mayoritas desa tepi laut melakukan perikanan tangkap dalam memanfaatkan laut sekitar
Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.
Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook