10 Provinsi dengan Deforestasi Terluas 2025

Provinsi di Kalimantan dominasi wilayah dengan deforestasi terluas pada 2025.

10 Provinsi dengan Deforestasi Terluas 2025 Potret Deforestasi | Zoran Milosavljevic/Pexels
Ukuran Fon:

Deforestasi kembali menjadi sorotan utama di Indonesia pada 2025. Lingkungan yang seharusnya dijaga masih dieksploitasi besar-besaran oleh pihak tak bertanggungjawab. Di tengah upaya pemerintah menekan laju kehilangan hutan, berbagai laporan justru menunjukkan dinamika yang kompleks, dengan kecenderungan meningkat di sejumlah wilayah.

Secara nasional, Indonesia kehilangan ratusan ribu hektare hutan setiap tahunnya. Pada 2025, total kehilangan hutan bahkan dilaporkan melonjak signifikan hingga mencapai 433 ribu hektare (ha), meningkat dari tahun 2024 yang sebesar 261 ribu ha. Hal ini dipicu oleh ekspansi pangan, energi, dan industri ekstraktif. Kondisi ini menegaskan bahwa tekanan terhadap hutan masih sangat tinggi, terutama di wilayah-wilayah dengan sumber daya alam melimpah.

Kalimantan Jadi Pusat Deforestasi

Provinsi dengan deforestasi terluas 2025 | GoodStats
Provinsi dengan deforestasi terluas 2025 | GoodStats

Baca Juga: Indonesia Peringkat Ke-2 Negara dengan Deforestasi Terbesar

Jika melihat data provinsi, pola yang paling mencolok adalah dominasi wilayah Kalimantan. Menurut Auriga Nusantara, empat provinsi di pulau ini masuk dalam sepuluh besar deforestasi tertinggi.

Kalimantan Tengah menempati posisi pertama dengan luas deforestasi mencapai 56.900 ha, naik dari tahun 2024 yang seluas 33.389 ha. disusul Kalimantan Timur (47.135 ha) dan Kalimantan Barat (31.876 ha). 

Fenomena ini tidak lepas dari ekspansi besar-besaran perkebunan, tambang, serta proyek strategis nasional seperti pengembangan kawasan pangan dan energi.

Kalimantan sendiri memang dikenal sebagai “frontier” eksploitasi sumber daya alam Indonesia. Pembukaan lahan untuk sawit, pertambangan batubara, hingga pembangunan infrastruktur menjadi pendorong utama deforestasi di wilayah ini. Bahkan, konversi hutan untuk pertanian dan industri disebut sebagai penyebab dominan hilangnya hutan di Indonesia.

Mirisnya, jika ditinjau menurut kabupaten/kota, sepuluh wilayah dengan deforestasi terluas semuanya berada di Kalimantan, dengan Berau berada di puncak (19.163 ha), diikuti Kutai Timur (12.781 ha), Kapuas (11.850 ha), Kapuas Hulu (9.393), dan Katingan (8.934 ha).

Sumatra dan Papua Susul Kalimantan

Selain Kalimantan, Pulau Sumatra menunjukkan tren yang cukup mengkhawatirkan. Provinsi seperti Aceh (38.157 ha), Sumatra Barat (26.940 ha), Sumatra Utara (20.512 ha), dan Riau (17.812 ha) masuk dalam daftar. 

Aceh bahkan mencatatkan lonjakan tertinggi, dari 8.962 ha pada 2024 menjadi 38.157 ha pada 2025, naik dari peringkat ketujuh pada 2024 menjadi urutan ketiga.

Wilayah Indonesia Timur, khususnya Papua, juga mulai menunjukkan tekanan serius. Papua Tengah (26.978 ha) dan Papua Pegunungan (16.468 ha) masuk dalam daftar sepuluh besar.

Papua selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan dengan hutan primer terbesar di Indonesia. Namun, ekspansi proyek pangan, pertambangan, dan pembangunan wilayah mulai menggerus tutupan hutan.

Mengapa Deforestasi Terus Naik?

Menurut pakar hidrologi dan pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) Fakultas Kehutanan UGM, Hatma Suryatmojo, bertambahnya luas deforestasi ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari kebijakan pemerintah hingga kegiatan produktif masyarakat setempat.

"Beberapa faktor bisa jadi pendorong, mulai dari kebijakan pemerintah terkait program ketahanan pangan dengan konversi hutan jadi fungsi produksi sektor pertanian dan perkebunan. Selain itu, keberadaan kawasan hutan yang tidak dikelola atau dilindungi seperti ex HPH yang seolah-olah seperti lahan tak bertuan, maka mendorong masyarakat untuk memanfaatkan kegiatan produktif berbasis lahan," ungkapnya ketika dihubungi tim GoodStats, Kamis (9/4/2026).

Lonjakan deforestasi khususnya di Aceh dan beberapa wilayah lain di Sumatra menurutnya akibat konversi hutan menjadi sawit.

"Kalau Aceh, sepertinya konversi legal dan ilegal hutan menjadi sawit itu masif," lanjutnya.

Ke depannya, ia berharap pemerintah mampu menetapkan rencana dan strategi pemulihan kawasan hutan serta menyiapkan sumber daya yang mencukupi untuk restorasi. Dukungan jangka panjang diperlukan untuk melindungi kekayaan hutan nusantara.

Baca Juga: Deforestasi Indonesia Sentuh Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung

Sumber:

https://auriga.or.id/press_release/detail/65/status-of-deforestation-in-indonesia-2025

Penulis: Agnes Z. Yonatan
Editor: Editor

Konten Terkait

Parenting VOC: Pola Asuh Keras Zaman Dulu, Masih Relevan atau Sudah Usang?

Parenting VOC dikenal sebagai gaya asuh yang keras dan disiplin. Namun, apakah masih relevan di masa kini? Simak pembahasannya di sini.

Tak Selalu Fisik, Ini Jenis Kekerasan Seksual yang Sering Tidak Disadari

Kekerasan seksual tidak selalu berbentuk fisik. Simak jenis dan bentuk kekerasan seksual yang sering tidak disadari, termasuk yang terjadi lewat chat atau inter

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook