Deforestasi Indonesia Sentuh Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung

Deforestasi di Indonesia kembali mengalami peningkatan, apakah ini sinyal akan terjadinya konflik manusia dan satwa yang lebih masif?

Deforestasi Indonesia Sentuh Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung Ilustrasi Deforestasi | Kevin Schafer/Getty Images

Kemunculan orangutan di pemukiman Kalimantan Timur meramaikan jagat maya beberapa waktu kemarin. Meskipun belum terkonfirmasi oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) setempat, kemunculan hewan liar di area pemukiman ini bukan pertama kali terjadi.

Tidak hanya itu, dilansir Betahita, sepanjang 2019 hingga 2023, terjadi 787 konflik satwa dengan manusia di Aceh. Konflik tersebut terjadi antara manusia dengan satwa-satwa dilindungi, seperti orangutan, gajah, dan harimau. Deforestasi yang terus meningkat merupakan penyebab munculnya konflik manusia dengan satwa.

Berdasarkan catatan Auriga Nusantara, deforestasi di Indonesia mengalami peningkatan dari tahun 2022 hingga 2023. Sekitar 230.760 hektar wilayah mengalami deforestasi pada 2022. Jumlahnya meningkat hingga 257.384 hektar hilang setahun berikutnya.

Pulau Kalimantan mengalami deforestasi paling luas pada 2023.
Pulau Kalimantan mengalami deforestasi paling luas pada 2023 | GoodStats

Lebih dari 50% Deforestasi Terjadi di Area Hutan

Auriga Nusantara menyebut 73,2% deforestasi terjadi di wilayah hutan, bahkan telah menyentuh kawasan hutan lindung dan hutan konservasi. Rinciannya, deforestasi pada kawasan hutan produksi mencapai 149.139 hektar, kawasan hutan lindung mencapai 26.624 hektar, dan kawasan hutan konservasi 12.612 hektar. 

Deforestasi seluas 68.839 hektar terjadi di area penggunaan lain (APL) dan 151 hektar pada tubuh air.

Pada kawasan hutan konservasi, deforestasi terjadi pada 142 titik dengan total luas mencapai 12.612 hektar. Paling luas memakan wilayah suaka margasatwa di 26 titik dengan luas 4.342 hektar. 

Deforestasi juga terjadi di 31 titik taman nasional dengan total luas mencapai 4.267 hektar. Kemudian, di area cagar alam, deforestasi terjadi hingga 3.035 hektar luasnya tersebar pada 45 titik.

Deforestasi juga terjadi pada 3 titik taman buru dengan total 29 hektar, 11 taman hutan raya total 331 hektar, 15 taman wisata alam total 173 hektar, serta 11 kawasan lainnya dengan luas mencapai 435 hektar. 

Sebanyak 47% dari total deforestasi terjadi dalam ruang lingkup konsesi, baik itu perkebunan maupun tambang. Total luas deforestasi dalam konsesi mencapai 121.728 hektar. Paling banyak terjadi dalam konsesi kebun kayu (hutan tanaman industri) dengan luas 36.247 hektar.

Deforestasi dalam lingkup konsesi terbagi-bagi menjadi beberapa kepentingan.
Deforestasi dalam lingkup konsesi terbagi-bagi menjadi beberapa kepentingan | GoodStats

Apakah Ada Titik Temu Antara Konflik Manusia dan Satwa?

Peneliti Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Garsetiasih, menyebut bahwa manusia harus membiasakan diri hidup berdampingan dengan satwa liar seperti gajah (terutama di Sumatera Selatan), karena habitatnya yang semakin menyempit.

Profesor Riset Macan Tutul Jawa yang juga peneliti BRIN Hendra Gunawan, menyatakan perlunya upaya komprehensif, holistik, dan terencana untuk mengantisipasi konflik manusia dan satwa.

“Kantong-kantong habitat ini juga jangan sampai terfragmentasi oleh pembangunan infrastruktur seperti jalan raya. Jika terpaksa harus terfragmentasi oleh jalan, maka perlu dibuat koridor penghubung, dengan cara misalnya jalan dibuat sebagai flyover atau dengan membuat koridor sebagai eco-bridge di atas jalan, atau untuk daerah rawa bisa dibuat gorong-gorong besar (culvert)," jelas Hendra, dilansir dari situs resmi BRIN.

Baca juga: Disinggung Mahfud MD saat Debat Cawapres, Luas Deforestasi di RI Lebih Luas dari Korsel?

Penulis: Ajeng Dwita Ayuningtyas
Editor: Editor

Konten Terkait

Pencurian Jadi Aktivitas Kejahatan Paling Masif di Indonesia

Kasus pencurian menjadi kasus kejahatan tertinggi di Indonesia, totalnya melebihi 50.000 kasus.

Kekerasan Berbasis Gender di Indonesia Capai 12 Ribu di Tahun 2024

Kasus kekerasan berbasis gender masih saja terjadi, bahkan merambat ke lingkup pejabat negara.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Dengan melakukan pendaftaran akun, saya menyetujui Aturan dan Kebijakan di GoodStats

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook