Ekonomi Mikro

10 Provinsi dengan Nilai Tukar Petani Tertinggi pada September 2026

BPS mencatat nilai tukar petani di Bengkulu menyentuh 206,79, jadi yang paling besar di Indonesia pada September 2026.

10 Provinsi dengan Nilai Tukar Petani Tertinggi pada September 2026

Petani | Viewers/Pexels

Nilai Tukar Petani (NTP) merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk melihat daya tukar pendapatan petani terhadap kebutuhan rumah tangganya serta biaya produksi pertanian. Dalam kata lain, NTP digunakan sebagai indikator untuk mengukur kesejahteraan petani dengan menilai apakah pendapatan dari komoditas pertanian mampu menutup kebutuhan biaya hidupnya.

Di sisi lain, NTP juga dapat menjadi acuan bagi pemerintah dan lembaga terkait dalam mengevaluasi berbagai program pembangunan maupun kebijakan subsidi di sektor pertanian. Hal ini penting mengingat pertanian merupakan salah satu sektor utama perekonomian Indonesia dan kerap menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional, terutama saat memasuki masa panen raya.

Lantas, provinsi mana saja yang memiliki NTP tertinggi?

Bengkulu jadi provinsi dengan nilai tukar petani tertinggi di Indonesia per September 2026
Bengkulu jadi provinsi dengan nilai tukar petani tertinggi di Indonesia per September 2026 | GoodStats

Baca Juga: 10 Hasil Pertanian dengan Nilai Ekspor Terbesar Juli 2026, Kopi di Puncak

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai tukar petani per September 2026 berada di angka 131,11. Angka ini mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 1,49%. Provinsi yang mencatatkan nilai tukar petani terbesar diraih oleh Bengkulu, menyentuh 206,79 atau sekitar 1,58 kali toal nasional.

Tingginya NTP di Bengkulu dapat berangkat dari mayoritas masyarakatnya yang mengandalkan sektor pertanian dan perkebunan yang membuat peningkatan harga komoditas berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan.

Peringkat kedua provinsi dengan NTP tertinggi diraih oleh Riau dengan capaian 197,35. Tepat di bawahnya, terdapat provinsi yang juga berasal dari Pulau Sumatra yakni Jambi. Wilayah ini mencatatkan NTP dengan selisih cukup tipis di angka 196,13.

Menariknya, ketiga posisi teratas ditempati oleh provinsi yang berada di Sumatra. Pulau ini dikenal menghasilkan komoditas unggulan seperti kelapa sawit, karet, dan cokelat yang laku di pasar domestik maupun ekspor.

Kalimantan Barat menyusul di urutan keempat, di mana petaninya memiliki nilai tukar sebesar 177,68 dan diikuti oleh Kepulauan Bangka Belitung dengan angka 168,94. Sementara itu, Sumatra Utara dan Sumatra Selatan berada di posisi keenam dan ketujuh. Masing-masing besaran NTP dari dua provinsi ini yakni 157,97 dan 156,67.

Daftar 10 provinsi dengan NTP tertinggi di Indonesia juga dilengkapi oleh Kalimantan Timur (148,66), Gorontalo (144,38), dan Sulawesi Barat (142,44).

Secara sederhana, petani mengalami surplus jika nilai NTP di atas 100, pendapatan dan pengeluaran petani seimbang ketika NTP sama dengan 100, serta petani mengalami defisit saat NTP kurang dari 100.

Baca Juga: 10 Komoditas Pertanian yang Paling Banyak Diekspor per Juli 2026

Sumber:

https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/10/01/2618/nilai-tukar-petani--ntp--september-2026-sebesar-131-11-atau-naik-1-49-persen.html

Penulis: Alifia Ayu Fitriana • Editor: Editor

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?