Nasional

10 Wilayah dengan Kualitas Hidup Terbaik di Jawa Timur 2025, Surabaya di Puncak

Kota Surabaya jadi wilayah dengan kualitas hidup terbaik di Jawa Timur, dengan IPM tembus 85,65 pada 2025.

10 Wilayah dengan Kualitas Hidup Terbaik di Jawa Timur 2025, Surabaya di Puncak

Potret Kota Surabaya | Ikbis

Sudah menjadi impian seluruh masyarakat untuk bisa tinggal di wilayah yang memiliki kualitas hidup baik. Lingkungan yang nyaman, akses pendidikan dan kesehatan yang memadai, serta kondisi ekonomi yang mendukung menjadi beberapa faktor yang dapat mencerminkan kesejahteraan masyarakat di suatu daerah.

Badan Pusat Statistik (BPS) rutin merilis Indeks Pembangunan Manusia (IPM), sebuah indeks yang menggambarkan kualitas hidup di suatu wilayah.

Pada 2025, IPM Jawa Timur tercatat sebesar 76,13, masuk kategori tinggi. Dari tahun ke tahun, skornya terus meningkat, menunjukkan membaiknya kualitas hidup di provinsi tersebut.

Pada 2020, IPM Jawa Timur mencapai 73,04, yang kemudian naik tipis menjadi 73,48 pada tahun berikutnya.

Memasuki 2022, IPM Jawa Timur naik lagi menjadi 74,05, dan terus meningkat menjadi 74,65 pada 2023. Pada 2024, IPM di Jawa Timur mencapai 75,35.

Secara nasional, Jawa Timur berada di peringkat ke-12, berada di bawah Aceh yang memiliki skor 76,23, namun di atas Kalimantan Selatan dengan 75,92.

Jika ditinjau menurut wilayahnya, maka Kota Surabaya menjadi wilayah dengan kualitas hidup terbaik di Jawa Timur, meraih IPM sebesar 85,65 pada 2025.

Baca Juga: 10 Daerah dengan Upah Minimum Tertinggi di Jawa Timur 2026

Kota Malang menyusul di posisi kedua dengan skor 85,55, disusul Kota Madiun dengan 85,12 dan Sidoarjo sebesar 83,35. Kota Kediri menutup daftar lima besar dengan skor 82,71.

Di bawahnya, Kota Mojokerto jadi wilayah dengan kualitas hidup terbaik keenam di Jawa Timur, meraih skor 82,35, diikuti kota Blitar (82,03) dan Kota Batu (80,35). 

Kedelapan wilayah di atas masuk kategori sangat baik, dengan skor IPM di atas 80.

Daftar 10 besar dilengkapi oleh Kabupaten Gresik dan Kota Pasuruan yang IPM-nya sama-sama masuk kategori tinggi, dengan skor masing-masing sebesar 79,69 dan 79,52.

Apa yang Diukur IPM?

IPM mengukur kualitas hidup berdasarkan tiga dimensi dasar, yakni kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.

Dimensi kesehatan mengukur umur panjang yang diperoleh dari Umur Harapan Hidup (UHH), yakni rata-rata perkiraan tahun yang dapat ditempuh seseorang sejak lahir. UHH di Jawa Timur tercatat sebesar 75,36 tahun pada 2025, yang berarti rata-rata penduduk Jawa Timur dapat hidup hingga usia 75,36 tahun.

Sementara itu, dimensi pendidikan diukur melalui dua indikator, yakni Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-Rata Lama Sekolah (RLS). HLS merupakan lamanya sekolah yang diharapkan akan dirasakan oleh anak usia 7 tahun. Di Jawa Timur, angkanya mencapai 13,44 tahun.

RLS sendiri adalah jumlah tahun belajar yang sudah diselesaikan oleh penduduk usia 25 tahun ke atas. Di Jawa Timur, nilainya sebesar 8,39 tahun.

Terakhir, dimensi ekonomi diukur dari pengeluaran per kapita yang mencerminkan daya beli masyarakat terhadap kebutuhan hidup. Pada 2025, pengeluaran per kapita di Jawa Timur tembus Rp13,51 juta, naik dari tahun 2024 yang sebesar Rp12,85 juta.

Baca Juga: 7 Wilayah dengan Tingkat Pengangguran Tertinggi di Jawa Timur 2025

Sumber:

https://jatim.bps.go.id/id/publication/2026/04/24/04cb9abfcb46b1ab2f0b2d36/indeks-pembangunan-manusia-provinsi-jawa-timur-2025.html

Penulis: Agnes Z. Yonatan Editor: Editor

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?