Sosial

Daftar Ketua Umum PBNU dan Rais Aam dari Masa ke Masa (Update 31 Agustus 2026)

Simak daftar lengkap Ketua Umum PBNU dan Rais Aam dari masa ke masa, mulai dari berdirinya NU pada 1926 hingga kepengurusan PBNU saat ini.

Daftar Ketua Umum PBNU dan Rais Aam dari Masa ke Masa (Update 31 Agustus 2026)

Ilustrasi Bendera NU | NU Online

Nahdlatul Ulama (NU) merupakan salah satu organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia yang telah berdiri sejak 1926. Dalam perjalanan organisasinya, NU dipimpin oleh dua unsur utama dalam struktur Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), yakni Rais Aam dan Ketua Umum.

Seiring pergantian kepengurusan dari masa ke masa, sejumlah ulama dan tokoh NU telah mengemban amanah sebagai Rais Aam maupun Ketua Umum PBNU.

Lantas, siapa saja yang pernah menjabat sebagai Rais Aam dan Ketua Umum PBNU dari masa ke masa? Berikut daftar lengkapnya dari awal berdirinya NU hingga kepengurusan saat ini (2026).

Perbedaan Ketua Umum dan Rais Aam PBNU

Dalam struktur kepengurusan PBNU, Rais Aam dan Ketua Umum memiliki kedudukan serta tugas yang berbeda.

Rais Aam merupakan pimpinan tertinggi dalam jajaran Syuriyah PBNU, yakni lembaga yang berperan memberikan arahan keagamaan dan menjaga nilai-nilai serta prinsip dasar organisasi.

Sementara itu, Ketua Umum merupakan pimpinan Tanfidziyah PBNU yang bertugas menjalankan kepengurusan dan program organisasi.

Dengan demikian, Rais Aam lebih berkaitan dengan aspek keulamaan dan kebijakan keagamaan, sedangkan Ketua Umum berperan dalam pelaksanaan program serta pengelolaan organisasi.

Dalam sejarah awal NU, jabatan pimpinan tertinggi Syuriyah disebut Rais Akbar. Gelar tersebut digunakan oleh KH Hasyim Asy'ari sejak NU berdiri pada 1926 hingga wafatnya pada 1947. Setelah itu, istilah yang digunakan adalah Rais Aam.

Daftar Rais Aam PBNU

Berikut daftar Rais Aam PBNU dari masa ke masa:

daftar rais aam pbnu dari masa ke masa terbaru
daftar rais aam pbnu dari masa ke masa terbaru
Baca Juga: Negara dengan Populasi Muslim Terbanyak

KH Hasyim Asy’ari menjadi tokoh pertama yang memimpin jajaran Syuriyah sejak NU didirikan pada 1926 dengan gelar Rais Akbar.

Setelah kepemimpinannya berakhir pada 1947, jabatan tersebut diteruskan oleh KH A Wahab Chasbullah sebagai Rais Aam yang kemudian memimpin selama 24 tahun, menjadikannya Rais Aam dengan masa jabatan terpanjang dalam daftar ini.

Selanjutnya, posisi Rais Aam PBNU pernah dijabat oleh KH Bisri Syansuri, KH M Ali Maksum, KH Achmad Siddiq, KH Ali Yafie, dan KH Moh Ilyas Ruhiyat secara berurutan sejak 1971 hingga 1999. Setelah itu, kepemimpinan dilanjutkan oleh KH M A Sahal Mahfudh (1999-2014) dan KH A Mustofa Bisri (2014-2015).

Pada 2015, KH Ma’ruf Amin kemudian menjadi Rais Aam PBNU. Ia mengundurkan diri pada 2018 setelah ditetapkan sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2019. Setelah itu, posisi Rais Aam diteruskan oleh KH Miftachul Akhyar yang menjabat pada periode 2018-2026.

Dalam Muktamar ke-35 NU pada 31 Agustus 2026, KH Miftachul Akhyar kembali terpilih sebagai Rais Aam PBNU untuk masa khidmat 2026-2031. Dengan demikian, KH Miftachul Akhyar akan menjalani periode kedua sebagai Rais Aam PBNU.

Daftar Ketua Umum PBNU

Berikut daftar Ketua Umum PBNU dari masa ke masa:

daftar ketua umum PBNU dari masa ke masa terbaru
daftar ketua umum PBNU dari masa ke masa terbaru

KH Hasan Basri Sagipodin atau Hasan Gipo tercatat sebagai Ketua PBNU pertama. Ia memimpin PBNU pada periode 1926-1929 dan mendampingi KH Hasyim Asy’ari yang saat itu menjabat sebagai Rais Akbar.

Setelah Hasan Gipo, kepemimpinan PBNU diteruskan oleh KH Ahmad Noor pada 1929-1937. Selanjutnya, posisi Ketua PBNU dijabat KH Mahfudh Siddiq, KH Nahrawi Tahir, KH Abdul Wahid Hasyim, dan KH Muhammad Dahlan.

Salah satu tokoh dengan masa kepemimpinan terpanjang adalah KH Idham Chalid, yang menjabat Ketua PBNU selama 28 tahun pada periode 1956-1984. Setelah itu, kepemimpinan dilanjutkan oleh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur hingga 1999.

Pada periode berikutnya, PBNU dipimpin KH Ahmad Hasyim Muzadi pada 1999-2010 dan Prof. Dr. KH Said Aqil Siroj, M.A. pada 2010-2021. KH Yahya Cholil Staquf kemudian memimpin PBNU pada periode 2022-2026 sebelum digantikan oleh KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin.

Dalam Muktamar ke-35 NU pada 31 Agustus 2026, Gus Kikin resmi terpilih sebagai Ketua Umum PBNU untuk masa khidmat 2026-2031. Ia ditetapkan melalui musyawarah Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah menjadi peraih suara terbanyak dalam penjaringan calon Ketua Umum PBNU.

Baca Juga: Jumlah Santri di Indonesia Turun Hampir 74% pada Semester Ganjil 2026/2027

Sumber:

https://www.instagram.com/p/CoB3-CvP2nN/?utm_source=ig_web_copy_link&igsi=NTc4MTIwNjQ2YQ==

https://banten.nu.or.id/nasional/berikut-rais-aam-dan-ketua-pbnu-dari-awal-hingga-kini-QdoAI

Key Insights

  • PBNU memiliki dua unsur pimpinan utama, yaitu Rais Aam dalam jajaran Syuriyah dan Ketua Umum dalam jajaran Tanfidziyah.
  • KH Hasyim Asy’ari menjadi pemimpin pertama jajaran Syuriyah NU dengan gelar Rais Akbar sejak NU berdiri pada 1926.
  • KH A Wahab Chasbullah tercatat sebagai Rais Aam dengan masa jabatan terpanjang, yakni 24 tahun.
  • KH Idham Chalid menjadi salah satu Ketua PBNU dengan masa kepemimpinan terlama, yaitu 28 tahun.
  • Rais Aam PBNU saat ini (2026-2031) adalah KH Miftachul Akhyar, sedangkan Ketua Umum PBNU saat ini adalah KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin

Penulis: Insi Faiqoh Editor: Muhammad Sholeh

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?