Komoditas

Tren Harga Telur Ayam Ras Semester I 2026

Harga telur ayam ras nasional cenderung fluktuatif sepanjang semester I 2026, terendah pada bulan Juni, berada di Rp27.484/kg.

Tren Harga Telur Ayam Ras Semester I 2026

Ilustrasi Penjualan Telur | Ilo Frey/Pexels

Telur ayam merupakan salah satu komoditas barang kebutuhan pokok yang turut memegang peranan dalam menjaga kestabilan pangan nasional.

Ketersediaannya dan pergerakan harga komoditas ini di pasar kerap menjadi indikator ekonomi masyarakat, di mana fluktuasi harganya dapat dirasakan setiap harinya, baik oleh produsen, pedagang, maupun konsumen.

Telur ayam ras menjadi salah satu sumber protein hewani paling terjangkau dan mudah diakses oleh berbagai lapisan masyarakat, bahkan menjadi bahan pokok bagi industri kuliner.

Tingginya permintaan dan kebutuhan masyarakat akan pasokan telur ayam inilah yang membuat naik turun harganya selalu menjadi perhatian.

Untuk menjaga harga barang kebutuhan pokok, Badan Pangan Nasional (Bapanas) menerapkan regulasi resmi terkait Harga Acuan (HA), sebagai rentang batas ideal (benchmark) harga telur ayam ras.

Harga Acuan (HA) telur ayam ras berada di angka Rp30.000 per kilogram (kg).

Harga telur ayam ras nasional cenderung fluktuatif sepanjang semester I 2026, terendah pada bulan Juni, berada di Rp27.484/kg.
Harga telur ayam ras nasional cenderung fluktuatif sepanjang Semester I 2026, terendah pada bulan Juni, berada di Rp27.484/kg | GoodStats

Baca Juga: Harga Gas LPG Non-Subsidi Resmi Turun, Berapa Sekarang?

Sementara itu, pada bulan Januari 2026, rata-rata harga telur nasional sedikit melewati acuan tersebut, yaitu berada di angka Rp30.045 per kg. Harganya kembali naik pada bulan Februari menjadi Rp30.347 per kg.

Menjelang Hari Raya Idulfitri pada bulan Maret, harga telur terus naik, hingga mencapai angka Rp31.041 per kg.

Setelah hari raya dan libur panjang berlalu, rata-rata harga telur ayam ras nasional berhasil terkontrol kembali. Pada bulan April 2026, rata-rata harga telur nasional berada di angka Rp29.634 per kg.

Harga terus terkendali dan dapat ditekan, sehingga pada bulan Mei 2026, harga telur berhasil turun menjadi Rp28.276 per kg.

Di bulan Juni, harga telur ayam ras berhasil mencapai titik terendahnya sepanjang Semester I 2026, yaitu di angka Rp27.484 per kg.

Harga Nasional Vs Regional

Meskipun angka rata-rata nasional cenderung stabil dan tidak jauh melampaui HA, rentang harga di tingkat regional justru menunjukkan variasi yang lebar.

Di beberapa provinsi, harga telur bahkan melambung jauh di atas HA, tembus hingga Rp35.989 per kg di Kalimantan Barat, Rp38.572 per kg di Maluku Utara, bahkan Rp56.000 per kg di Papua Selatan. Angka tersebut merupakan data bulan Januari 2026, ketika harga telur nasional relatif sama dengan nilai HA.

Pada bulan Maret 2026, ketika rata-rata harga telur nasional melampaui besaran HA, harga di beberapa provinsi turut melambung kian tinggi.

Selisih rata-rata tertinggi antara bulan Januari dan Maret timbul di Sulawesi Tengah. Semula harga telur pada bulan Januari adalah Rp32.863 per kg kemudian naik pada bulan Maret menjadi Rp37.014 per kg.

Pada bulan Juni 2026, ketika rata-rata nasional berada pada titik terendah, harga telur ayam ras di tataran regional juga terkendali, mayoritas di bawah angka HA.

Rekor harga telur terendah dipegang oleh Sulawesi Selatan dengan nominal harga Rp24.611 per kg pada bulan Juni, bahkan lebih rendah dari rata-rata nasional.

Ironisnya, terdapat satu provinsi dengan harga telur yang bukan sekadar melonjak, melainkan tertahan stagnan di harga yang sangat tinggi sepanjang Semester I 2026, yaitu Papua Pegunungan dengan harga konsisten Rp60.000 per kg.

Baca Juga: Harga Komoditas Pangan Hari Ini 7 Juli 2026: Mayoritas Turun, Cabai Rawit Hijau Naik 4,85%

Sumber:

https://sp2kp.kemendag.go.id/statistik/area

Penulis: Adhwa Aqilla Editor: Editor

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?