Pada bulan Agustus 2026, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang digunakan sebagai rujukan pemerintah untuk mendukung perencanaan, penetapan sasaran, dan evaluasi berbagai program.
Salah satu informasi yang disajikan dalam DTSEN adalah desil, yaitu pengelompokan keluarga/individu berdasarkan posisi relatif tingkat kesejahteraannya.
Keluarga diperingkatkan berdasarkan keadaan sosial ekonominya, kemudian dikelompokan dalam 10 kelompok yang masing-masing mencakup sekitar 10% keluarga.
Desil 1 adalah kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah, sedangkan desil 10 merupakan kelompok keluarga yang memiliki tingkat kesejahteraan relatif paling tinggi.
Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti memberikan keterangan bahwa angka desil adalah pemeringkatan relatif.
“Desil menunjukkan posisi relatif suatu keluarga dibandingkan keluarga lainnya berdasarkan berbagai karakteristik sosial ekonomi. Karena itu, angka desil perlu dipahami sebagai gambaran posisi relatif dalam pemeringkatan kesejahteraan, bukan sebagai ukuran tunggal kondisi ekonomi suatu keluarga,” jelas Amalia melalui siaran pers tertulis (22/8/2026).
Penentuan desil tidak didasarkan pada hanya pada penghasilan, kepemilikan datu jenis barang, daya listrik, pekerjaan, maupun satu indikator tertentu.
Pemeringkatan kelompok desil mempertimbangkan berbagai karakteristik sosial ekonomi seperti kondisi perumahan, sumber air minum, bahan bakar dan energi untuk memasak, kepemilikan aset, daya dan konsumsi listrik, komposisi keluarga, pendidikan, pekerjaan, kesehatan, serta disabilitas.
10 Daerah di Jawa Barat dengan Individu Desil 1 Terbanyak
Baca Juga: 10 Daerah dengan Tingkat Inflasi Tertinggi di Jawa Barat Juni 2026
Per Agustus 2025, di provinsi Jawa Barat sendiri, penduduk dalam kelompok kesejahteraan relatif rendah cukup terkonsentrasi di beberapa kabupaten/kota besar.
Daerah dengan individu desil 1 terbanyak dipegang oleh Kabupaten Bogor dengan 396.680 individu, menjadikannya satu-satunya daerah di Jawa Barat yang mencapai 300 ribu penduduk kesejahteraan rendah.
Selanjutnya terdapat Kabupaten Garut dengan 287.023 individu kelompok kesejahteraan rendah, disusul oleh Kabupaten Cirebon dengan angka yang tidak terpaut jauh, yaitu 272.203 jiwa.
Menyusul di peringkat keempat adalah Kabupaten Cianjur dengan total 263.176 individu yang tergolong penduduk kesejahteraan rendah dan masuk ke desil 1.
Di posisi kelima terdapat Kabupaten Bandung dengan 240.317 individu desil 1. Meskipun terkenal sebagai kawasan industri tekstil, pariwisata, dan pertanian, masih cukup banyak penduduk Kabupaten Bandung yang tergolong ke dalam kelompok kesejahteraan rendah.
Selanjutnya adalah Kabupaten Indramayu dengan total 226.364 penduduk, disusul Kabupaten Bandung Barat dengan 199.566 jiwa dan Kabupaten Tasikmalaya yang mencatatkan total 179.743 individu desil 1.
Menyusul di bangku kesembilan dan kesepuluh pada daftar daerah di Jawa Barat dengan individu desil 1 terbanyak adalah Kabupaten Karawang dengan 167.163 penduduk dan Kabupaten Sukabumi dengan 166.337 penduduk.
Data tersebut diperbarui per Agustus 2025, posisi desil dapat berubah seiring perubahan kondisi sosial ekonomi keluarga dan perubahan posisi relatifnya dibandingkan keluarga lainnya.
Baca Juga: Naik Turun Pertumbuhan Ekonomi Jawa Barat 2024-2026
Sumber:
https://geuliss.jabarprov.go.id/Dashboarddata/dtsen