Perekonomian Jawa Barat selama dua tahun terakhir tercatat menunjukkan kinerja positif. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Jawa Barat bergerak dalam rentang 4,9% hingga 5,0% year-on-year (YoY)pada tahun 2024, kemudian mencapai puncaknya di angka 5,85% pada Triwulan IV 2025.
Baca Juga: 10 Daerah dengan Tingkat Inflasi Tertinggi di Jawa Barat Juni 2026
Pada Triwulan I 2024, perekonomian Jawa Barat tumbuh sebesar 4,93% secara tahunan. Angkanya kemudian meningkat pada Triwulan II 2024 menjadi 4,95%.
Terlihat pola penurunan pada Triwulan III 2024 menjadi 4,92%. Namun, perekonomian Jawa Barat berhasil bangkit dan menunjukkan pertumbuhannya, dibuktikan dengan pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,02% pada Triwulan IV 2024.
Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi tahunan Provinsi Jawa Barat 2024 mencapai 4,95%.
Memasuki 2025, terlihat pertumbuhan ekonomi Jawa Barat sedikit melemah. Terdapat penurunan pertumbuhan ekonomi pada periode ini jika dibandingkan dengan sebelumnya.
Pada Triwulan I 2025, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat berada di angka 5,0%, turun sekitar 0,02 persentase poin dibandingkan periode triwulan sebelumnya.
Meskipun sempat menurun, ekonomi Jawa Barat kembali bertumbuh pesat pada Triwulan II 2025, hingga naik ke angka 5,22%.
Pada Triwulan III 2025, sempat terjadi penurunan ke angka 5,19%. Namun, pada triwulan berikutnya, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat meroket hingga ke titik tertingginya dalam dua tahun ke belakang, yaitu 5,85%.
Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat mencapai 5,32% pada 2025.
Beralih ke tahun 2026, pada triwulan I angka pertumbuhan ekonomi Jawa Barat masih cukup stabil, berada di angka 5,8%. Namun, angka ini turun pada Triwulan II 2026 menjadi 5,73%.
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Menurut Lapangan Usaha
Adapun Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Barat pada Triwulan II 2026 mencapai Rp833,95 triliun.
Pertumbuhan ini didukung oleh beberapa lapangan usaha. Penyumbang terbesar adalah lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial yang bertumbuh sebesar 18,28%.
Lapangan usaha lainnya yang juga banyak menyumbang pertumbuhan ekonomi Jawa Barat adalah penyedia akomodasi dan makan minum, sebesar 14,91% serta transportasi dan pergudangan sebesar 9,86%.
Sedangkan, dari sisi pengeluaran, komponen pengeluaran konsumsi pemerintah (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi, mencapai 40,24%.
Komponen pengeluaran lain yang banyak dikonsumsi pada Triwulan II tahun 2026 adalah pengeluaran konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) sebesar 8,79% dan impor barang dan jasa sebesar 8,47%.
Baca Juga: 10 Provinsi dengan Laba Perusahaan Unggas Terbesar 2025, Jabar Paling Cuan
Sumber:
https://statistik.jabarprov.go.id/dashboard/lpeyoy