Listrik kini menjadi salah satu kebutuhan dasar untuk menunjang kehidupan sehari-hari. Mulai dari penerangan di malam hari, penggunaan alat elektronik, hingga penunjang fasilitas kesehatan, pendidikan, dan aktivitas ekonomi warga.
Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Timur merilis data rumah tangga miskin yang belum teraliri listrik.
Berdasarkan data tersebut, terdapat 56.093 rumah tangga miskin di Kabupaten Sumenep yang belum teraliri listrik, terbanyak di Jawa Timur pada 2025.
Baca Juga: 10 Daerah dengan Upah Minimum Tertinggi di Jawa Timur 2026
Di urutan kedua terdapat Kabupaten Bangkalan dengan total 14.251 rumah tangga miskin tanpa listrik, disusul Kabupaten Sampang sejumlah 11.678 rumah tangga miskin.
Beralih ke posisi keempat dengan selisih 2,555 rumah tangga adalah Kabupaten Banyuwangi yang memiliki 9.123 rumah tangga miskin yang tinggal tanpa listrik.
Kembali ke Pulau Madura, di bangku kelima rumah tangga miskin tanpa listrik terbanyak di Jawa Timur adalah Kabupaten Pamekasan dengan total 4.845 rumah tangga.
Bergeser ke selatan untuk urutan selanjutnya, Kabupaten malang menduduki peringkat keenam dalam daftar ini dengan total 3.864 rumah tangga miskin tanpa listrik.
Kabupaten Tuban menyusul dengan total 3.302 rumah tangga, diikuti oleh Kabupaten Jombang dengan 2.937 rumah tangga, Kabupaten Lamongan sebanyak 2.818 rumah tangga, dan Kabupaten Pasuruan dengan 2.601 rumah tangga.
Pulau Madura Mendominasi
Seluruh daerah di Pulau Madura masuk dalam jajaran lima besar wilayah dengan rumah tangga miskin tanpa listrik terbanyak di Jawa Timur.
Jika ditotal, keempat daerah tersebut menyumbang hingga 68% dari seluruh rumah tangga miskin yang belum teraliri listrik di Jawa Timur. Jumlah tersebut setara dengan 86.867 dari total 125.924 rumah tangga.
Dihadapkan pada data tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berencana meningkatkan rasio elektrifikasi dengan melaksanakan program pemasangan listrik gratis untuk kurang lebih 3.400 rumah tangga miskin, yang akan dikelola oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Timur.
Program ini akan diutamakan pada daerah-daerah yang telah terjangkau jaringan PT PLN dan tergolong rumah tangga miskin.
Upaya peningkatan rasio elektrifikasi tidak berhenti pada instalasi dan sambungan listrik. Pemprov Jatim melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Jawa Timur juga memberi fasilitas pemeliharaan, monitoring dan evaluasi sistem kelistrikan selama satu tahun.
Pemprov Jatim terus mengupayakan rasio elektrifikasi 100% agar seluruh rumah tangga di Jawa timur dapat menikmati akses listrik.
Pada tahun 2025, sebanyak 13 kabupaten/kota telah dapat menikmati akses listrik dan terbebas dari rumah tangga tanpa listrik. Meskipun begitu, pemerataan akses listrik masih menjadi tantangan di sejumlah kabupaten/kota, terutama di Pulau Madura.
Baca Juga: Kota Surabaya Punya Umur Harapan Hidup Tertinggi di Jawa Timur 2025
Sumber:
https://opendata.jatimprov.go.id/dataset/jumlah-rumah-tangga-miskin-yang-belum-teraliri-listrik?periode_update=39129&periode_label=2025