Struktur Rumah Tangga Indonesia 2025: Komposisi Ideal Jadi Pilihan Utama

Komposisi anggota rumah tangga di Indonesia pada 2025 didominasi oleh jumlah yang tergolong sedang, yakni 4-5 orang dengan persentase mencapai 46,47%.

Struktur Rumah Tangga Indonesia 2025: Komposisi Ideal Jadi Pilihan Utama Potret Keluarga | King Caplis/Pexels
Ukuran Fon:

Struktur rumah tangga masyarakat Indonesia secara perlahan mulai bergeser dari tradisi keluarga besar menuju jumlah anggota keluarga yang sedang. Fenomena ini menjadi cermin dinamika sosial-ekonomi modern, yang membuat adanya perubahan pola pikir generasi muda dalam merencanakan keluarga.

Komposisi Anggota Rumah Tangga Indonesia 2025 | GoodStats
Komposisi Anggota Rumah Tangga Indonesia 2025 | GoodStats

Baca Juga: 84,79% Rumah Tangga Indonesia Tempati Rumah Milik Sendiri

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), komposisi anggota rumah tangga di Indonesia pada tahun 2025 menunjukkan bahwa mayoritas dihuni oleh keluarga dengan jumlah anggota yang tergolong sedang. Adapun definisi rumah tangga dalam hal ini adalah seseorang atau sekelompok orang yang tinggal bersama dalam satu bangunan dan mengelola kebutuhan makan serta harian mereka dari satu dapur.

Rumah tangga yang memiliki jumlah anggota sebanyak 4-5 orang menjadi kelompok paling dominan dengan persentase mencapai 46,47%. Posisi kedua ditempati oleh rumah tangga yang memiliki 2-3 orang anggota dengan capaian yang juga cukup besar, yakni sebesar 39,07%.

Sementara itu, proporsi untuk kategori rumah tangga dengan jumlah anggota yang besar yakni dihuni oleh 6 orang atau lebih mencatatkan persentase sebesar 10,82%. Di sisi lain, kategori dengan jumlah paling sedikit, yang hanya dihuni oleh 1 orang saja alias tinggal sendiri, menjadi kelompok paling minoritas dengan persentase hanya sebesar 3,64%.

Mayoritas Masyarakat Indonesia Pilih Jumlah Anggota Keluarga yang Ideal

Tantangan ekonomi saat ini membuat banyak pasangan mempertimbangkan kembali jumlah anak yang ingin dimiliki. Faktor finansial menjadi penyebab utama, di mana tingginya biaya hidup mendorong mayoritas pasangan memilih untuk hanya memiliki dua anak yang dinilai lebih ideal.

Di samping faktor ekonomi dan pergeseran gaya hidup, penurunan jumlah keluarga besar juga dipengaruhi oleh keberhasilan program keluarga berencana (KB) melalui penggunaan alat kontrasepsi yang semakin merata. Kesadaran masyarakat untuk mengatur jarak kehamilan dan membatasi jumlah anak demi meningkatkan kualitas hidup keluarga telah mendorong tingginya penggunaan alat kontrasepsi.

Selain itu, tren childfree khususnya di kalangan anak muda turut menjadi salah satu faktor pendorong. Mereka yang memilih untuk tidak memiliki anak biasanya lebih memprioritaskan kebebasan pribadi, pengembangan karier, serta kesehatan mental.

Kondisi ini diperkuat dengan data BPS 2025 yang menunjukkan bahwa rumah tangga dengan jumlah keluarga besar yakni terdiri dari 6 atau lebih dari 6 orang persentasenya cenderung menurun. Tercatat pada 2024 persentasenya sebesar 11,55% kemudian pada 2025 menjadi 10,82%. Pada akhirnya, tren penurunan jumlah anggota rumah tangga ini merupakan sebuah transformasi sosial yang mana kualitas hidup, kesejahteraan emosional, dan stabilitas finansial kini jauh lebih diutamakan dalam membangun sebuah keluarga.

Baca Juga: 14% Perempuan Indonesia Jadi Pencari Nafkah Utama Keluarga

Sumber:

https://www.bps.go.id/id/statistics-table/1/MTYwMyMx/persentase-rumah-tangga-menurut-provinsi--jenis-kelamin-kepala-rumah-tangga--dan-banyaknya-anggota-rumah-tangga--2009-2025.html

Penulis: Silmi Hakiki
Editor: Editor

Konten Terkait

Alasan Kolektor Beralih ke Oripavault untuk Berburu Kartu Pokemon

Apa yang membuat kolektor kartu Pokemon beralih dari berburu kartu secara offline menjadi berburu lewat jalur digital?

Popok Dewasa Parenty, Perlengkapan Wajib untuk Kenyamanan Lansia

Parenty hadir sebagai solusi mutlak yang menawarkan perlindungan terbaik tanpa kompromi demi kebahagiaan lansia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan SSO GNFI Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook