Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) adalah indikator untuk mengukur tenaga kerja yang belum terserap di pasar kerja serta mencerminkan pemanfaatan tenaga kerja yang tidak optimal. Tingginya TPT dapat dipengaruhi oleh ketidaksesuaian keahlian antara pendidikan dengan kebutuhan industri, gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), dan ketidakseimbangan antara pencari kerja dengan lapangan kerja.
Suatu wilayah akan memiliki TPT rendah saat penduduknya dapat terserap secara optimal oleh pasar kerja. Selain itu, keberadaan sektor lain seperti Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga dapat menekan angka pengangguran karena dapat menyerap tenaga kerja lokal.
Lantas, provinsi mana saja yang memiliki tingkat pengangguran terbuka paling rendah di Indonesia?
Baca Juga: 10 Provinsi dengan Tingkat Pengangguran Tertinggi per Mei 2026
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) per Mei 2026, Bali memiliki angka pengangguran paling rendah di Indonesia. Persentase tingkat pengangguran terbukanya hanya sebesar 1,52%. Fenomena ini dapat dilatarbelakangi oleh kuatnya penyerapan tenaga kerja terutama di sektor pariwisata, tingginya UMKM, serta fleksibilitas sektor informal lainnya.
Peringkat kedua ditempati oleh Papua Pegunungan dengan persentase 1,86%. Di saat bersamaan, Papua memiliki tingkat pengangguran terbuka tertinggi di Indonesia pada periode yang sama. Secara tidak langsung, hal ini menunjukkan adanya ketimpangan di satu wilayah dalam hal penyerapan tenaga kerja.
Di posisi ketiga dan keempat terdapat perwakilan dari Pulau Sulawesi yakni Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah, masing-masing tingkat pengangguran terbukanya sebesar 2,89% dan 2,97%. Nusa Tenggara Barat (NTB) menyusul di urutan kelima dengan 2,98%, hanya selisih 0,01% dari provinsi di atasnya.
Daftar 10 provinsi dengan tingkat pengangguran terbuka paling rendah di Indonesia dilengkapi oleh DI Yogyakarta dengan 3,11%, Bengkulu sebesar 3,20%, Nusa Tenggara Timur dengan 3,26%, Gorontalo sebesar 3,35%, dan Jawa Timur dengan 3,42%.
Secara keseluruhan, tingkat pengangguran terbuka nasional per Mei 2026 mencapai 4,65%. Angka ini turun 0,03% dibandingkan Februari 2026 yang mencapai 4,68%. Penurunan ini mengindikasikan adanya perbaikan di pasar tenaga kerja, meskipun tantangan dalam menciptakan lapangan kerja yang layak dan berkelanjutan masih menjadi atensi di berbagai daerah.
Baca Juga: Daftar Kota Termahal di Asia Pasifik, Jakarta Urutan Ke-9!
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/08/05/2606/keadaan-ketenagakerjaan-.html