Melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi menjadi pilihan banyak lulusan SMA atau sederajat untuk mengembangkan kompetensi dan mempersiapkan karier di masa depan. Selain jenjang diploma dan sarjana, lulusan perguruan tinggi juga dapat meneruskan studi ke tingkat yang lebih tinggi, seperti magister maupun doktor. Mereka yang berhasil lolos seleksi masuk perguruan tinggi akan menyandang status sebagai mahasiswa baru (maba).
Sebelum memulai perkuliahan, mahasiswa baru umumnya mengikuti masa orientasi atau pengenalan kehidupan kampus sebagai bekal untuk memahami sistem pembelajaran, budaya akademik, serta lingkungan perguruan tinggi. Tingginya minat masyarakat terhadap pendidikan tinggi tercermin dari banyaknya pendaftar setiap tahun yang bersaing melalui berbagai jalur seleksi, baik berdasarkan prestasi akademik maupun hasil ujian masuk.
Lantas, bagaimana perkembangan jumlah mahasiswa baru perguruan tinggi Indonesia pada 2019-2025?
Baca Juga: Perkembangan Jumlah Perguruan Tinggi di Indonesia 2019-2025
Berdasarkan data dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia, terdapat 1,83 juta mahasiswa baru pada tahun ajaran 2019/2020. Angka ini mencakup perguruan tinggi negeri dan swasta dalam lingkup Kemdiktisaintek.
Pada tahun ajaran berikutnya yakni 2020/2021, terjadi peningkatan, di mana jumlah mahasiswa baru mencapai 2,07 juta. Dibandingkan tahun sebelumnya, terdapat pertumbuhan sebanyak 241,06 ribu mahasiswa, menjadi peningkatan tertinggi selama rentang 2019-2025.
Pada tahun berikutnya, jumlah mahasiswa baru kembali naik meskipun tidak terlalu signifikan, menjadi 2,10 juta mahasiswa.
Sejak tahun ajaran 2022/2023, jumlah mahasiswa baru di perguruan tinggi konsisten menunjukkan penurunan. Pada 2022/2023, jumlah mahasiswa baru tercatat sebesar 1,87 juta mahasiswa, berkurang 230,86 ribu dari tahun sebelumnya. Sementara pada tahun 2023/2024, jumlah mahasiswa baru kembali menyusut menjadi 1,87 juta, dan terus turun menjadi 1,84 juta mahasiswa pada 2024/2025.
Secara keseluruhan, jumlah mahasiswa baru dari tahun ajaran 2019/2020 sampai dengan 2021/2022 cenderung meningkat. Penurunan cukup signifikan pada tahun 2022/2023 dapat dilatarbelakangi oleh situasi negara yang tidak kondusif, salah satunya karena wabah pandemi.
Tentang Data
Adapun data ini diperoleh dari Statistik Pendidikan Tinggi 2025 yang berasal dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) berdasarkan pelaporan oleh perguruan tinggi melalui aplikasi Neo Feeder.
Data mahasiswa baru, mahasiswa putus kuliah, lulusan, lembaga perguruan tinggi, program studi, serta dosen dikumpulkan pada tahun ajaran 2024/2025. Keseluruhan data dalam buku statistik ini diambil pada Desember 2025.
Baca Juga: 10 Kampus dengan Permohonan Hak Cipta Terbanyak 2025, Ada Kampusmu?
Sumber:
https://kemdiktisaintek.go.id/library/book/statistik-pendidikan-tinggi-2025