Badan Gizi Nasional (BGN) menggemparkan publik dengan munculnya video di media sosial yang memperlihatkan puluhan ribu sepeda motor berlogo BGN. Diketahui, kendaraan listrik dalam video akan diberikan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, kemudian mengklarifikasi bahwa motor listrik tersebut akan digunakan untuk SPPG di daerah dengan akses sulit. Dadan mengatakan, pembelian sepeda motor listrik sudah dianggarkan sejak 2025. Pada awalnya, BGN berencana membeli 24.400 unit motor, namun hanya terealisasi 21.800 unit.
“Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG,” ujar Dadan dalam siaran pers Selasa (7/4/2026).
Berdasarkan data Lembar Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) milik BGN pada tahun 2025, kendaraan tercatat menerima pengadaan terbesar, dengan nilai pembelian mencapai Rp1,39 triliun.
Baca Juga: APBN 2026: 83% Dana MBG dari Fungsi Pendidikan
Berdasarkan data LKPP Badan Gizi Nasional yang diolah dalam laporan Project Multatuli (ProjectM), kendaraan menjadi kategori dengan dana pengadaan terbanyak. Dari Rp1,39 triliun pembelian kendaraan, sebanyak Rp1,2 triliun diketahui merupakan pembelian motor listrik menurut analisis ProjectM.
Menurut keterangan Dadan, harga pasaran motor listrik yang dibeli Badan Gizi Nasional di bawah harga pasar. Adapun pembelian dilakukan melalui e-purchasing atau secara daring dengan pengawasan.
“Harga pasaran Rp52 juta, tapi kita beli kalau enggak salah Rp42 juta, di bawah harga pasaran,” ujar Dadan di Istana pada Rabu (8/4/2026).
Selain kendaraan, belanja BGN lainnya yang tercatat dalam LKPP adalah pembuatan unit SPPG atau dapur MBG dengan total Rp1,26 triliun. Kemudian, BGN turut mengeluarkan Rp830,1 miliar untuk perangkat keras dan komputer, serta Rp622,3 miliar untuk pakaian.
Anggaran pakaian sendiri meliputi pembelian seragam, pakaian dinas harian (PDH), pakaian dinas lapangan (PDL), sepatu dinas, sepatu olahraga, yopi, baret, kaos, hingga kaos kaki.
Kemudian, BGN juga mencatat pengeluaran Rp464,6 miliar untuk pelatihan dan sosialisasi, serta Rp242,8 miliar untuk makanan. Total pelaksanaan belanja BGN tahun 2025 yang dicatat oleh LKPP mencapai Rp6,2 triliun.
DPR akan Panggil BGN
Pembelian motor listrik dengan jumlah fantastis menjadi sorotan banyak orang, terutama saat negara sedang melakukan efisiensi. Wakil Ketua Komisi IX DPR, Charles Honoris, mengatakan akan memanggil BGN untuk meminta pertanggungjawaban dari pengadaan ribuan sepeda motor listrik untuk SPPG.
“Di saat fiskal negara sedang tertekan, semua diminta berhemat, tapi justru ada pengadaan puluhan ribu motor listrik yang urgensinya tidak jelas. Saya tegaskan program gizi bukan program bagi-bagi proyek,” ujarnya, dilansir dari Detik pada Rabu (8/4/2026).
Charles turut menyorot tujuan BGN yang memiliki fokus pada perbaikan gizi anak bukan pada pengadaan mengada-ada. Sebelumnya, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengaku Kementerian Keuangan pernah menolak usulan anggaran pengadaan komputer dan sepeda motor operasional untuk MBG.
“Setahu saya tahun lalu pernah diajukan juga untuk motor dan komputer kalau enggak salah, tapi ditolak,” ujar Purbaya pada Selasa (7/4/2026).
Adanya perbedaan pernyataan antarlembaga menurut Charles Honoris menunjukkan adanya masalah, sehingga dibutuhkan konfirmasi lanjutan oleh BGN mengenai pengadaan kendaraan listrik roda dua tersebut.
Baca Juga: BGN Dapat Anggaran Terbesar dalam RAPBN 2026
Sumber:
https://rup.inaproc.id/sirup/rekap/penyedia/L112
https://graceful-basbousa-48d440.netlify.app/
Penulis: Talita Aqila Shafidhya
Editor: Editor