Pustakawan menjadi salah satu tenaga fungsional yang berperan dalam pengelolaan dan penyelenggaraan layanan perpustakaan. Jabatan ini memiliki beberapa jenjang, mulai dari kategori keterampilan hingga kategori keahlian.
Pada kategori keterampilan, jenjang pustakawan terdiri dari Terampil, Mahir, dan Penyelia. Sementara itu, kategori keahlian mencakup Ahli Pertama, Ahli Muda, Ahli Madya, dan Ahli Utama.
Lantas, jenjang jabatan pustakawan apa yang paling banyak di Indonesia dan provinsi mana yang memiliki jumlah pustakawan terbanyak?
Jabatan Fungsional Pustakawan Apa yang Paling Banyak di Indonesia?
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah pustakawan di Indonesia pada 2025 mencapai 5.943 orang. Jumlah tersebut terdiri dari beberapa jenjang jabatan fungsional, dengan komposisi sebagai berikut:
Baca Juga: Perpustakaan dengan Pengunjung Terbanyak di Jakarta 2025
Ahli Muda menjadi jenjang jabatan fungsional pustakawan dengan jumlah terbanyak, yakni 1.984 orang atau sekitar 33,38% dari total pustakawan. Posisi berikutnya ditempati Ahli Pertama dengan 1.796 orang atau 30,22%, kemudian Ahli Madya sebanyak 761 orang atau 12,81%.
Pada kategori keterampilan, terdapat 690 pustakawan Terampil atau 11,61%, 442 pustakawan Mahir atau 7,44%, dan 221 pustakawan Penyelia atau 3,72%. Sementara itu, Ahli Utama menjadi jenjang dengan jumlah paling sedikit, yaitu 49 orang atau sekitar 0,82% dari total pustakawan.
Dengan demikian, kategori keahlian secara keseluruhan mencakup sekitar 77,23% dari seluruh jabatan fungsional pustakawan, sedangkan kategori keterampilan mencapai sekitar 22,77%.
Provinsi Mana yang Memiliki Pustakawan Terbanyak?
Persebaran pustakawan di Indonesia juga berbeda-beda di setiap provinsi. Berikut 10 Provinsi yang memiliki pustakawan terbanyak di Indonesia pada 2025:
DKI Jakarta menempati posisi pertama dengan 1.077 pustakawan, jauh lebih banyak dibandingkan provinsi lain yang masuk dalam daftar 10 besar. Setelahnya, Jawa Barat memiliki 564 pustakawan, disusul Sulawesi Selatan dengan 452 pustakawan.
Jawa Tengah dan Jawa Timur juga memiliki jumlah pustakawan yang relatif tinggi, masing-masing sebanyak 445 dan 431 orang. Sementara itu, DI Yogyakarta berada di posisi keenam dengan 233 pustakawan.
Di luar Pulau Jawa, selain Sulawesi Selatan, beberapa provinsi juga masuk dalam 10 besar, yakni Aceh dengan 222 pustakawan, Sumatera Barat dengan 201 pustakawan, Sumatera Selatan dengan 188 pustakawan, dan Sumatera Utara dengan 165 pustakawan.
Baca Juga: Jenis Akreditasi Perpustakaan di Indonesia, Lebih Banyak Predikat A, B, atau C?
Provinsi Mana yang Memiliki Pustakawan Ahli Terbanyak?
Pustakawan ahli mencakup empat jenjang, yaitu Ahli Pertama, Ahli Muda, Ahli Madya, dan Ahli Utama. Berikut 10 Provinsi yang memiliki pustakawan ahli terbanyak di Indonesia pada 2025:
DKI Jakarta memiliki 929 pustakawan ahli, terdiri dari pustakawan pada jenjang Ahli Pertama hingga Ahli Utama. Jumlah tersebut menempatkan DKI Jakarta di posisi teratas dalam persebaran pustakawan ahli di Indonesia.
Jawa Barat berada di posisi kedua dengan 437 pustakawan ahli, sedangkan Sulawesi Selatan menempati posisi ketiga dengan 384 orang. Selanjutnya, Jawa Timur dan Jawa Tengah masing-masing memiliki 302 dan 277 pustakawan ahli.
Di luar Pulau Jawa, selain Sulawesi Selatan, beberapa provinsi juga masuk dalam 10 besar, yakni Aceh dengan 165 pustakawan ahli, Sumatera Selatan dengan 155 pustakawan ahli, Sumatera Utara dengan 142 pustakawan ahli, dan Riau dengan 135 pustakawan ahli. Sementara itu, DI Yogyakarta memiliki 149 pustakawan ahli.
Baca Juga: Inilah Persebaran Perpustakaan Terakreditasi di Indonesia, Daerah Mana yang Terbanyak?
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/statistics-table/3/ZWpBd1JGWTRMM2szVlhacGJ6RjJjRm8wYW1sR1p6MDkjMyMwMDAw/jumlah-pejabat-fungsional-pustakawan-dan-asisten-perpustakaan-menurut-provinsi-dan-jabatan.html?year=2025