Akreditasi menjadi tolok ukur mutu layanan perpustakaan, mulai dari koleksi, sarana, hingga pengelolaan. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, jumlah perpustakaan terakreditasi di Indonesia mencapai 16.915 unit. Lantas, jenis perpustakaan apa yang paling banyak terakreditasi, dan bagaimana persebarannya di tiap provinsi?
Baca juga: Jenis Akreditasi Perpustakaan di Indonesia, Lebih Banyak Predikat A, B, atau C?
Jenis Perpustakaan Apa yang Paling Banyak Terakreditasi di Indonesia?
Perpustakaan sekolah mendominasi dengan 12.479 unit atau 73,8 persen dari seluruh perpustakaan terakreditasi. Perpustakaan umum ada di urutan kedua dengan 3.466 unit (20,5 persen). Sementara itu, perpustakaan perguruan tinggi tercatat 693 unit (4,1 persen) dan perpustakaan khusus 277 unit (1,6 persen).
Dominasi ini sejalan dengan banyaknya jumlah sekolah di Indonesia. Meski begitu, kualitasnya masih bervariasi. Dari seluruh perpustakaan sekolah terakreditasi, sekitar 63 persen (7.879 unit) berpredikat C, sedangkan yang berpredikat A sebanyak 2.144 unit atau 17,2 persen.
Provinsi Mana yang Memiliki Perpustakaan Sekolah Terakreditasi Terbanyak?
Jawa Timur memimpin dengan 2.644 perpustakaan sekolah terakreditasi, setara 21,2 persen dari total nasional. Jawa Tengah menyusul dengan 1.799 unit. Kedua provinsi ini menyumbang 35,6 persen perpustakaan sekolah terakreditasi di Indonesia.
DI Yogyakarta dan Jawa Barat hanya terpaut empat unit. Menariknya, DI Yogyakarta memiliki 442 perpustakaan sekolah berpredikat A, hampir separuh dari total miliknya.
Bali menjadi provinsi di luar Pulau Jawa dengan jumlah tertinggi di lima besar, sementara Kepulauan Bangka Belitung bahkan melampaui DKI Jakarta.
Secara keseluruhan, 10 provinsi teratas menyumbang sekitar 74 persen perpustakaan sekolah terakreditasi nasional.
Provinsi dengan Perpustakaan Terakreditasi Terbanyak
Jika seluruh jenis perpustakaan digabung, urutan teratas tidak jauh berbeda. Jawa Timur kembali di puncak dengan 3.285 perpustakaan terakreditasi (19,4 persen dari total nasional).
Kemudian, disusul Jawa Tengah (2.681), DI Yogyakarta (1.150), dan Jawa Barat (1.129). Posisi lima sampai sepuluh ditempati Bali (866), Sulawesi Selatan (796), Kepulauan Bangka Belitung (766), DKI Jakarta (715), Kalimantan Barat (452), dan Sumatera Selatan (410).
Jawa Timur dan Jawa Tengah saja menyumbang 35,3 persen, sedangkan enam provinsi di Pulau Jawa bersama-sama mencapai 55,2 persen.
Bahkan DKI Jakarta hanya di urutan kedelapan, meski sudah punya 715 perpustakaan terakreditasi. Provinsi Sulawesi Selatan punya profil berbeda. Provinsi ini memiliki 369 perpustakaan umum terakreditasi, ketiga terbanyak setelah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Provinsi Mana yang Masih Memiliki Sedikit Perpustakaan Terakreditasi?
Di sisi lain, wilayah timur Indonesia masih tertinggal. Enam dari sepuluh provinsi dengan perpustakaan terakreditasi paling sedikit berada di Papua. Papua Tengah dan Papua Pegunungan bahkan belum memiliki satu pun perpustakaan terakreditasi.
Di atasnya ada Papua Selatan dengan 1 perpustakaan, yaitu perpustakaan perguruan tinggi, lalu Papua dengan 17 perpustakaan. Posisi berikutnya ditempati Maluku (33), Kalimantan Utara (34), Papua Barat (35), Nusa Tenggara Timur (56), Papua Barat Daya (58), dan Bengkulu (68). Terdapat kesenjangan yang sangat lebar antara Jawa Timur dan Papua. Jawa Timur memiliki 3.285 perpustakaan terakreditasi, sedangkan Papua hanya 17 unit.
Persebaran yang Masih Timpang
Data ini menunjukkan perpustakaan terakreditasi masih terkonsentrasi di Pulau Jawa dan didominasi perpustakaan sekolah. Angka ini hanya mencatat perpustakaan yang sudah terakreditasi, bukan seluruh perpustakaan yang ada. Karena itu, mendorong akreditasi di daerah tertinggal, terutama di Papua, menjadi tantangan untuk pemerataan mutu layanan perpustakaan.
Baca juga: Pustakawan di Indonesia Paling Banyak di Jenjang Apa? Ini Sebarannya
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/statistics-table/3/Um1wWk1FMTNWakJHY20xUldYbzBkRzVLZG1KSlFUMDkjMyMwMDAw/-jumlah-perpustakaan-terakreditasi-menurut-provinsi--jenis-perpustakaan--dan-predikat-akreditasi.html?year=2025