Tingkat literasi masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menunjukkan hal menarik. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, Kabupaten Kulon Progo tercatat sebagai wilayah dengan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) tertinggi di DIY, mengungguli empat kabupaten/kota lainnya.
Adapun pengukuran Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) 2025 dilakukan oleh Perpustakaan Nasional RI. Survei ini disebut tidak hanya melihat seberapa sering seseorang membaca, tetapi juga menggunakan pendekatan yang lebih rinci.
Pada dokumen rilisnya, TKM mencakup tiga fase utama, yaitu faktor pendorong membaca, interaksi individu dengan teks, serta dampak aktivitas membaca terhadap perilaku sehari-hari. Selain itu, terdapat pula variabel tambahan yang turut diperhitungkan, yakni interaksi masyarakat dengan perpustakaan.
Kulon Progo Paling Gemar Membaca
Dalam pengukuran tersebut, Kulon Progo mencatat skor TKM sebesar 57,09. Rinciannya, kabupaten ini memiliki skor 51,92 untuk pra membaca, 55,42 untuk saat membaca, serta 61,55 untuk pasca membaca.
Kemudian, posisi Kulon Progo diikuti oleh Bantul dengan 55,93 dan Sleman sebesar 55,07. Sementara itu, Kota Yogyakarta berada di posisi keempat dengan skor 54,83, dan Gunungkidul di posisi kelima dengan 54,54.
Adapun DI Yogyakarta sendiri memiliki Tingkat Kegemaran Membaca di angka 55,44 pada tahun 2025. Rinciannya, 50,63 untuk fase pra membaca, 54,12 untuk fase saat membaca, serta 59,25 untuk fase pasca membaca.
Pada skor pra membaca, kabupaten/kota paling rendah dicatatkan Kabupaten Sleman (50,06). Sementara itu, untuk skor saat membaca dicatatkan pula oleh Kabupaten Sleman (53,00).
Untuk skor pasca membaca, kabupaten/kota paling rendah dicatatkan Kabupaten Gunungkidul (57,97).
Baca Juga: DIY Catat Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi di Pulau Jawa 2025
Penulis: Pierre Rainer
Editor: Editor