Optimisme Publik RI akan Ketersediaan Lapangan Kerja Kembali Meningkat

Menurut Bank Indonesia, Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja kembali naik pada Oktober 2025 setelah beberapa bulan sebelumnya mengalami penurunan.

Optimisme Publik RI akan Ketersediaan Lapangan Kerja Kembali Meningkat Ilustrasi Pekerja | ERFIN EKARANA/Pexels
Ukuran Fon:

Bank Indonesia (BI) melalui Laporan Survei Konsumen telah merilis data mengenai Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) terbaru untuk bulan Oktober 2025. IKLK adalah besaran angka yang mewakili rasa optimisme masyarakat Indonesia terhadap ketersediaan lapangan kerja. Jika hasilnya di atas 100, berarti responden merasa optimis, begitu pula sebaliknya.

Survei ini melibatkan 4.600 rumah tangga sebagai responden yang berasal dari Jakarta, Bandung, Bogor, Depok, Bekasi, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, Bandar Lampung, Palembang, Banjarmasin, Padang, Pontianak, Samarinda, Manado, Denpasar, Mataram, Pangkal Pinang, Ambon, dan Banten.

Setelah Beberapa Periode Pesimis, Optimisme Kembali Muncul

Publik Kembali Optimis akan Ketersediaan Lapangan Kerja di Indonesia
Publik Kembali Optimis akan Ketersediaan Lapangan Kerja di Indonesia | GoodStats

Pada awalnya, IKLK terus menunjukan optimisme sejak Januari-April 2025, dengan besaran Indeks masing-masing 107,7; 106,2; 100,3; dan 101,6. Meski optimis, besaran indeksnya terus turun sejak Januari hingga Maret 2025, walaupun IKLK sempat kembali naik pada bulan April.

Pada bulan-bulan selanjutnya, optimisme publik terhadap ketersediaan lapangan kerja runtuh dan berubah menjadi pesimisme berkepanjangan. IKLK bulan Mei mencatat sebesar 95,7 dan kembali turun menjadi 94,1 pada bulan berikutnya. IKLK sempat naik menjadi 95,3 pada Juli, tetapi kenaikan ini hanya sementara, sebab pada dua bulan berikutnya, IKLK turun berturut-turut menjadi 93,2 dan 92. 

Pesimisme publik terhadap ketersediaan lapangan kerja berlangsung selama total lima bulan. Di tengah rasa pesimis ini, optimisme kembali muncul pada Oktober 2025, dengan capaian indeks sebesar 102,6. Perolehan ini naik signifikan sebanyak 10,6 poin dari titik terendahnya pada September 2025. Kenaikannya bahkan tercatat sebagai yang terbesar sepanjang 2025.

Kondisi ini mencerminkan fenomena kebangkitan optimisme warga RI tentang jumlah lapangan kerja yang tersedia. Warga merasa peluang pekerjaan lebih terbuka lebar menuju akhir tahun 2025.

Kondisi IKLK Menurut Tingkat Pendidikan

Semakin Tinggi Pendidikan, Semakin Tinggi IKLK
Semakin Tinggi Pendidikan, Semakin Tinggi IKLK | GoodStats

Perolehan IKLK pada setiap jenjang pendidikan memiliki besaran yang bervariasi. Di antara semua tingkat pendidikan, jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) jadi satu-satunya yang pesimis dengan ketersediaan lapangan kerja pada Oktober 2025. Syarat pendidikan minimal pada lowongan kerja menjadi lebih tinggi dalam beberapa waktu terakhir. Kenyataan ini membuat masyarakat dengan tingkat pendidikan rendah cenderung lebih mudah tersisih dari persaingan kerja.

Lebih lanjut, pada jenjang pendidikan tinggi, perolehan IKLK lulusan akademi atau diploma mencapai 109,5, lulusan sarjana sebesar 113,3, dan pascasarjana atau lebih tinggi mencapai 123. Nampak bahwa semakin tinggi pendidikan, semakin tinggi IKLK yang diperoleh. Artinya, kesempatan dan peluang pekerjaan lebih banyak menjangkau warga dengan jenjang pendidikan lebih tinggi.

Baca Juga: Hanya 64% Pemuda RI yang Bekerja Sesuai Tingkat Pendidikan

Sumber:

https://www.bi.go.id/id/publikasi/laporan/Documents/Laporan-Survei-Konsumen-Oktober-2025.pdf

Penulis: NAUFAL ALBARI
Editor: Editor

Konten Terkait

Bukan Gen Z, Pemilik Usaha E-Commerce Didominasi Kalangan Milenial

Bukan Gen Z, Milenial mendominasi proporsi pengusaha e-commerce Indonesia pada 2024 dengan capaian 42,23%.

Daftar E-commerce Paling Sering Diakses 2025, Shopee Masih Juara

Survei APJII 2025 ungkap Shopee unggul 53,22% sebagai e-commerce paling sering diakses, disusul TikTok Shop dan Tokopedia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook