Seiring dengan perkembangan dinamika ekonomi pada awal tahun 2026, masyarakat Indonesia mendapatkan kabar yang cukup menyegarkan terkait penyesuaian biaya energi. Memasuki bulan kedua di tahun ini, para pengguna kendaraan pribadi maupun pelaku usaha dapat sedikit bernapas lega. Berdasarkan data terbaru yang dirilis, harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) resmi dinyatakan turun per 1 Februari 2026.
Penyesuaian harga ini merupakan respons terhadap kondisi pasar energi global serta meredanya tekanan biaya impor energi di dalam negeri. Secara umum, penurunan harga ini berkisar antara Rp400 hingga Rp700 per liter. Penurunan yang paling signifikan atau yang terbesar tercatat terjadi pada jenis bensin dengan angka oktan RON 98, yang merupakan segmen bahan bakar premium.
Rincian Penurunan Harga di Berbagai Lini SPBU
Jika melihat lebih detail pada sektor bahan bakar berkualitas tinggi, penurunan yang paling terasa berada pada rentang RON 95 hingga 98. Pada segmen ini, harga terkoreksi turun sebesar Rp500 hingga Rp700 per liter. Hal ini disinyalir terjadi karena ketatnya persaingan antar penyedia layanan SPBU di segmen pasar premium guna menarik minat konsumen. Berikut adalah rincian penyesuaian harga dari beberapa operator penyedia BBM di Indonesia.
Baca Juga: 10 Negara dengan Harga BBM Termurah di Dunia
Salah satu penurunan yang menonjol terlihat pada Pertamax Turbo yang turun dari harga sebelumnya Rp13.400 menjadi Rp12.700 per liter. Jenis Pertamax juga mengalami penyesuaian menjadi Rp11.800 dari harga Rp12.350, disusul Pertamax Green 95 yang kini dibanderol Rp12.450 per liter. Sementara itu, harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar Subsidi tetap stabil di angka masing-masing Rp10.000 dan Rp6.800 per liter.
Selaku kompetitor di segmen premium, Shell turut melakukan penyesuaian harga. Shell V-Power yang sebelumnya berada di angka Rp13.190 turun menjadi Rp12.500. V-Power Nitro+ juga mengalami penurunan harga yang cukup kompetitif dari Rp13.400 menjadi Rp12.720 per liter.
Operator lain seperti BP menurunkan harga BP Ultimate menjadi Rp12.500 dari sebelumnya Rp13.150. Begitu pula dengan Vivo, di mana varian Revvo 95 kini dapat dinikmati dengan harga baru Rp12.500 per liter.
Dampak bagi Sektor Logistik dan Usaha
Penurunan harga BBM non-subsidi ini tentu tidak hanya berdampak pada pengeluaran harian pemilik kendaraan pribadi, namun juga membawa pengaruh positif bagi stabilitas ekonomi secara lebih luas. Salah satu dampak yang paling dinantikan adalah potensi penekanan biaya operasional di sektor usaha. Kondisi penurunan harga ini diprediksi mampu menekan biaya logistik hingga kurang lebih 3% pada sektor-sektor usaha yang selama ini sangat bergantung pada penggunaan BBM non-subsidi.
Dengan biaya logistik yang lebih efisien, diharapkan harga barang di tingkat konsumen juga dapat terjaga kestabilannya. Hal ini menjadi angin segar bagi pelaku industri distribusi dan transportasi yang selama ini menghadapi tantangan biaya energi yang fluktuatif. Penyesuaian harga di bulan Februari ini mencerminkan komitmen para penyedia energi untuk tetap kompetitif sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah situasi ekonomi global yang terus berubah.
Baca Juga: Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 5 Februari 2026
Penulis: Emily Zakia
Editor: Editor