Nasional

Nigeria Jadi Pemasok BBM Terbesar ke Indonesia, Total Impor Tembus 2,75 Juta Ton hingga Juli 2026

Indonesia masih mengandalkan impor minyak mentah dari sejumlah negara untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.

Nigeria Jadi Pemasok BBM Terbesar ke Indonesia, Total Impor Tembus 2,75 Juta Ton hingga Juli 2026

PT Pertamina International Shipping (PIS) tambah armada kapal tipe Very Large Gas Carriers (VLGC) yang dinamai Kapal Pertamina Gas Dahlia | Dok. PIS

Berdasarkan data perdagangan impor tahun 2026, sejumlah negara menjadi pemasok utama minyak mentah ke Indonesia dengan Nigeria tercatat sebagai negara dengan volume pengiriman terbesar.

Nigeria memasok sekitar 2,75 juta ton minyak mentah ke Indonesia hingga periode Januari–Juli 2026. Angka tersebut menjadikan Nigeria sebagai pemasok utama, mengungguli Angola dengan total volume 1,93 juta ton serta Arab Saudi sebesar 1,51 juta ton.

Berdasarkan total nilai impor, transaksi minyak mentah Indonesia dari berbagai negara mencapai sekitar US$6,63 miliar. Nigeria menjadi kontributor nilai terbesar dengan transaksi mencapai US$1,80 miliar, diikuti Angola sebesar US$1,17 miliar dan Arab Saudi sebesar US$967 juta.

Nigeria Sumbang Lebih dari Seperempat Volume Impor Minyak Mentah RI

Dari total volume impor yang tercatat mencapai sekitar 10,18 juta ton, Nigeria menyumbang sekitar 27% dari keseluruhan pasokan minyak mentah Indonesia.

Negara Asal Impor BBM ke Indonesia
Negara Asal Impor BBM ke Indonesia | GoodStats

Pengiriman minyak mentah Nigeria berlangsung hampir setiap bulan sepanjang periode Januari hingga Juli 2026. Pada Januari, Nigeria mengirim sekitar 513 ribu ton, kemudian meningkat menjadi 545 ribu ton pada Juni dan kembali mencapai lebih dari 528 ribu ton pada Juli.

Sementara itu, Angola menjadi pemasok terbesar kedua dengan total volume 1,92 juta ton. Negara Afrika tersebut memasok minyak mentah secara konsisten sejak Januari hingga Juli 2026 dengan pengiriman terbesar terjadi pada Juli yang mencapai sekitar 366 ribu ton.

Arab Saudi juga menjadi salah satu pemasok penting bagi Indonesia. Negara Timur Tengah tersebut mencatat volume impor sebesar 1,50 juta ton, dengan pengiriman terbesar terjadi pada Januari mencapai lebih dari 514 ribu ton.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia WTI dan Brent Hari Ini 26 Juni 2026 Turun, Konflik Selat Hormuz Semakin Mereda

Indonesia Datangkan Minyak Mentah dari Berbagai Kawasan Dunia

Dari kawasan Afrika, selain Nigeria dan Angola, Indonesia juga mengimpor minyak mentah dari Gabon sebesar 695 ribu ton, Pantai Gading sekitar 240 ribu ton, Guinea Khatulistiwa sebesar 237 ribu ton, serta Aljazair hampir 191 ribu ton.

Sementara dari kawasan Timur Tengah, Arab Saudi menjadi pemasok utama, diikuti Uni Emirat Arab dengan volume sekitar 284 ribu ton. Indonesia juga tercatat menerima pasokan dari Libya dengan volume sekitar 132 ribu ton.

Dari kawasan Asia, Malaysia menjadi salah satu pemasok dengan total volume mencapai 437 ribu ton. Selain itu, terdapat pengiriman dari Kazakhstan, Azerbaijan, Brunei Darussalam, hingga Rusia dengan volume yang lebih kecil.

Diversifikasi pemasok menjadi salah satu strategi penting dalam menjaga stabilitas pasokan energi. Dengan memiliki sumber impor dari berbagai negara, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan terhadap satu sumber pasokan dan menjaga kesinambungan kebutuhan industri maupun masyarakat.

Nilai Impor Minyak Mentah RI Tembus Rp100 Triliun

Jika dikonversikan berdasarkan nilai transaksi, total impor minyak mentah Indonesia mencapai sekitar US$6,63 miliar. Dengan asumsi kurs sekitar Rp16.000 per dolar AS, nilai tersebut setara lebih dari Rp100 triliun.

Nigeria kembali menjadi negara dengan nilai transaksi terbesar, yakni sekitar US$1,80 miliar, disusul Angola sebesar US$1,17 miliar dan Arab Saudi hampir US$967 juta.

Brasil berada di posisi berikutnya dengan nilai impor sekitar US$690 juta, sedangkan Gabon mencapai lebih dari US$421 juta. Malaysia mencatat nilai transaksi sekitar US$311 juta, sementara Uni Emirat Arab mencapai sekitar US$210 juta.

Bagaimana Data Diperoleh?

Data dalam artikel ini diambil dari Data Ekspor Impor, lalu mengambil data perdagangan impor berdasarkan kode HS (Harmonized System) HS2022 kategori 27090010 atau Crude Petroleum Oils. Data mencakup aktivitas impor minyak mentah Indonesia pada periode Januari hingga Juli 2026.

Pengolahan data dilakukan dengan mengelompokkan negara asal pemasok berdasarkan total volume impor yang tercatat dalam satuan kilogram (kg), kemudian dikonversikan menjadi juta ton untuk mempermudah pembacaan. Selain volume, analisis juga mempertimbangkan nilai transaksi impor dalam satuan dolar Amerika Serikat (US$).

Baca Juga: 5 Provinsi Pemasok Ekspor Minyak Kelapa Sawit Terbesar 2025

Sumber:

https://bps.go.id/id/exim

Key Insights

  • Ketergantungan Indonesia pada Nigeria untuk pasokan minyak mentah sangat tinggi, mencapai lebih dari seperempat total volume impor.
  • Indonesia mendiversifikasi sumber impor minyak mentah dari berbagai benua, mengurangi risiko pasokan dari satu kawasan geopolitik saja.
  • Meskipun Timur Tengah secara tradisional penting, negara-negara Afrika seperti Nigeria dan Angola kini mendominasi pasokan minyak mentah Indonesia.
  • Konsistensi pengiriman bulanan dari Nigeria dan Angola menunjukkan kemitraan strategis jangka panjang dengan negara-negara Afrika ini.

Penulis: Daffa Shiddiq Al-Fajri • Editor: Editor

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?