Masyarakat Indonesia umumnya melakukan serangkaian persiapan untuk menyambut momen Idulfitri, mulai dari membersihkan rumah, mendekorasinya, hingga membeli sejumlah barang baru guna memeriahkan suasana berkumpul bersama keluarga saat hari raya.
Periode ini juga kerap dimanfaatkan untuk memperbarui sejumlah barang dan berbagi kepada sesama, baik di antara kerabat, rekan kerja, hingga relasi bisnis. Preferensi berbelanja publik ini dirangkum dalam survei GoodStats berjudul Survei Pola Perilaku Masyarakat Saat Ramadan dan Idulfitri 2026 yang dilaksanakan pada 11–24 Februari 2026 terhadap 1.000 responden di berbagai provinsi di Indonesia.
Preferensi Barang yang Dibeli Jelang Idulfitri
Baca Juga: Intip Rata-rata Budget Publik RI untuk Persiapan Idulfitri 2026
Di urutan pertama, 30% responden berencana membeli pakaian baru. Umumnya, pakaian yang dibeli pada periode tersebut akan dikenakan saat perayaan Idulfitri, namun tidak menutup kemungkinan kalau konsumen juga sekalian belanja pakaian untuk dikenakan pada momen-momen yang lebih santai.
Hal ini dikarenakan jelang Idulfitri, kebanyakan toko menawarkan diskon khusus kepada konsumen, baik secara online maupun offline. Selain itu, maraknya penggunaan fitur live shopping yang difasilitasi penjual untuk mempromosikan dagangannya dengan penawaran khusus semakin mendorong minat individu untuk membeli baju baru.
Kemudian, produk makanan dan minuman ingin dibeli oleh 22,4% responden. Makanan dan minuman jadi kebutuhan penting selama perayaan Idulfitri, untuk dinikmati saat berkumpul bersama keluarga maupun tamu yang datang.
Periode ini juga kerap dimanfaatkan oleh pelaku bisnis yang bergerak di bidang food and beverage (F&B) dalam menawarkan hampers kit khusus bertema Idulfitri, sehingga memudahkan konsumen untuk mendapatkan variasi produk makanan dan minuman sekaligus.
Sementara, 19,8% responden berkeinginan membeli hadiah/parcel. Biasanya, hadiah dibeli untuk dibagikan kepada orang terdekat maupun jalinan koneksi yang lebih luas dengan tujuan untuk membangun hubungan yang semakin erat dan bermakna. Jenis hadiah yang dibeli pun bisa bermacam-macam, seperti parfum, alat ibadah, peralatan dapur, dan sebagainya.
Sisanya, 15,6% responden ingin membeli alas kaki dan 9,2% responden berkeinginan untuk membeli gadget. Secara keseluruhan, kondisi ini menunjukkan bahwa momen lebaran lebih dominan dimanfaatkan untuk belanja tradisional daripada memperbarui perangkat elektronik.
Produk Makanan yang Akan Dibeli
Sejak dulu, kehadiran aneka kue kering seakan tidak pernah absen di banyak rumah selama lebaran. Hal ini dibuktikan dengan mayoritas responden yang memilih kue kering sebagai produk yang akan dibeli untuk momen Idulfitri dengan 37,5%.
Kelebihan dari kue kering dalam ini adalah variasinya yang amat beragam dan daya simpannya yang cenderung tahan lama apabila dibiarkan di suhu ruang.
Sementara, menu makanan khas Idulfitri menempati urutan selanjutnya dengan 34,2%. Adapun, menu khas yang dimaksud adalah lontong, ketupat, rendang, dan lainnya. Pilihan membeli dirasa lebih praktis untuk memenuhi kebutuhan, mengingat proses pembuatan makanan khas Idulfitri cukup memakan waktu.
Lalu, sebanyak 12,4% responden memilih untuk membeli biskuit/wafer kemasan yang cenderung lebih mudah ditemukan di minimarket terdekat. Sisanya, 8% responden memilih minuman kemasan dan 7,9% responden memilih produk lainnya.
Baca Juga: THR dan Mudik Jadi Pengeluaran Terbesar untuk Idulfitri 2026
Sumber:
https://goodstats.id/publication/survei-pola-perilaku-masyarakat-saat-ramadan-dan-idulfitri-2026-XRJ6U
Penulis: Faiza Az Zahra
Editor: Editor