Mobilitas masyarakat Indonesia pada awal 2026 tercatat masih tergolong tinggi. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) pada Januari 2026 mencapai 102,04 juta, turun 3,72% dibanding bulan Desember 2025 dan turun 0,93% dibanding Januari 2025. Meski turun, tingginya angka perjalanan ini tetap menunjukkan aktivitas mobilitas yang sangat besar.
Menurut Pengamat Pariwisata, Putu Anom Mahadwartha, walau terjadi penurunan jumlah wisatawan, pertumbuhan signifikan terjadi di wilayah lain seperti Sumatra Utara (21,76%) dan DKI Jakarta (12,08%), menunjukkan adanya pemerataan destinasi wisata di Indonesia.
"Penurunan ini diprediksi bersifat sementara. Kami optimis angka pergerakan wisnus akan kembali melonjak tajam memasuki periode Ramadan dan Idulfitri, didorong oleh tradisi mudik dan libur lebaran," tuturnya ketika dihubungi tim GoodStats, Selasa (10/3/2026).
Lebih lanjut, ia menegaskan saat ini pemerintah berencana untuk tetap fokus pada strategi quality tourism.
"Fokus kita bukan sekadar mengejar volume, tetapi memastikan setiap perjalanan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat lokal di daerah destinasi," lanjutnya.
Apabila dilihat berdasarkan provinsi tujuan, wilayah di Pulau Jawa masih menjadi magnet utama wisatawan domestik. Kepadatan penduduk, kelengkapan infrastruktur, serta banyaknya destinasi wisata dan pusat kegiatan ekonomi membuat beberapa provinsi di pulau ini mencatat jumlah kunjungan yang sangat besar.
Baca Juga: 7 Negara Penyumbang Turis Terbanyak ke Indonesia 2025
Jawa Barat menjadi salah satu tujuan wisatawan domestik terbesar dengan 18,38 juta perjalanan pada Januari 2026, naik 2,54% dibanding periode yang sama tahun lalu. Provinsi ini memiliki banyak destinasi wisata alam, kuliner, hingga kawasan rekreasi yang mudah dijangkau dari berbagai kota besar, terutama dari Jakarta dan sekitarnya.
Sementara itu, posisi kedua ditempati oleh Jawa Timur dengan 17,58 juta perjalanan. Provinsi ini menjadi salah satu tujuan perjalanan domestik paling ramai berkat keberagaman destinasi wisata, mulai dari wisata alam, budaya, hingga kota-kota besar yang menjadi pusat aktivitas ekonomi.
Masih dari Jawa, di peringkat berikutnya terdapat Jawa Tengah dengan 11,95 juta perjalanan. Provinsi ini dikenal memiliki banyak tujuan wisata populer, termasuk kawasan sejarah, budaya, serta wisata alam yang menarik wisatawan dari berbagai daerah.
Sebagai ibu kota negara, DKI Jakarta juga menjadi salah satu tujuan perjalanan terbesar dengan 8,71 juta perjalanan pada Januari 2026. Jumlahnya mengalami kenaikan signifikan 12,08% dibanding tahun lalu. Selain untuk tujuan wisata, banyak perjalanan ke Jakarta juga terkait dengan aktivitas bisnis, pekerjaan, dan kunjungan keluarga.
Di luar Pulau Jawa, Sumatra Utara menjadi salah satu tujuan utama wisatawan domestik dengan 5,20 juta perjalanan. Provinsi ini memiliki sejumlah destinasi populer seperti Danau Toba dan berbagai kawasan wisata alam lainnya yang menarik wisatawan dari berbagai daerah.
Provinsi lain yang juga mencatat jumlah perjalanan tinggi adalah Banten dengan 5,16 juta perjalanan serta Sulawesi Selatan dengan 4,1 juta perjalanan.
Selain itu, DI Yogyakarta juga tetap menjadi salah satu destinasi favorit dengan 3,53 juta perjalanan pada Januari 2026. Provinsi ini dikenal luas sebagai pusat budaya, pendidikan, sekaligus tujuan wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan domestik.
Di urutan kesembilan, Lampung mencatat 2,28 juta perjalanan. Melengkapi daftar sepuluh besar, Bali mencatat 2,17 juta perjalanan pada Januari 2026. Tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata internasional, Bali juga menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan domestik berkat daya tarik alam, budaya, serta infrastruktur pariwisatanya yang sangat berkembang.
Baca Juga: 10 Negara Tujuan Utama Wisatawan Nasional
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/03/02/2556/perkembangan-pariwisata.html
Penulis: Agnes Z. Yonatan
Editor: Editor