Jenis Pekerjaan Utama Penduduk Bekerja Indonesia 2025

Buruh dan pekerja kasar menyerap 30,05% pekerjaan masyarakat Indonesia per Agustus 2025.

Jenis Pekerjaan Utama Penduduk Bekerja Indonesia 2025 Ilustrasi Kuli | ahlulbaitindonesia
Ukuran Fon:

Badan Pusat Statistik (BPS) kembali memperbarui hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) periode Agustus 2025 yang dirilis pada Senin (12/1/2026). Laporan ini memberikan gambaran terkini mengenai kondisi ketenagakerjaan di Indonesia, termasuk komposisi penduduk bekerja berdasarkan jenis pekerjaan utama.

Informasi mengenai jenis pekerjaan utama penduduk bekerja tidak hanya menunjukkan sektor apa yang paling banyak menyerap tenaga kerja, tetapi juga mencerminkan arah pembangunan ekonomi Indonesia. Dari data ini, dapat terlihat apakah perekonomian masih bertumpu pada sektor tradisional atau mulai bergeser ke sektor dengan nilai tambah yang lebih tinggi.

Tenaga produksi, operator alat-alat angkutan, dan pekerja kasar mendominasi jenis pekerjaan utama masyarakat Indonesia | GoodStats

Berdasarkan Sakernas Agustus 2025, kelompok pekerjaan dengan persentase tertinggi adalah tenaga produksi, operator alat-alat angkutan, dan pekerja kasar. Kelompok ini menyerap sekitar 30,05% dari total penduduk bekerja. Tingginya proporsi ini menunjukkan bahwa sektor-sektor yang berkaitan dengan aktivitas produksi, manufaktur, konstruksi, serta transportasi masih menjadi tulang punggung penyerapan tenaga kerja nasional.

Di posisi kedua, tenaga usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan mencakup sekitar 27,19% penduduk bekerja. Meski kontribusinya terus menurun dibandingkan beberapa dekade lalu, sektor pertanian tetap memegang peranan penting terutama di wilayah perdesaan. Hal ini menegaskan bahwa transformasi struktural ekonomi Indonesia masih berlangsung secara bertahap.

Sementara itu, tenaga usaha penjualan menempati posisi ketiga dengan persentase 20,63%. Adapun kelompok tenaga profesional, teknisi, dan yang sejenis hanya mencakup sekitar 7,5% dari total penduduk bekerja. Angka ini menunjukkan bahwa pekerjaan berbasis keahlian tinggi dan pendidikan lanjutan masih relatif terbatas.

Tenaga usaha jasa mencatatkan persentase 6,44%, disusul tenaga tata usaha dan yang sejenis sebesar 5,3%. Sementara itu, tenaga kepemimpinan dan ketatalaksanaan hanya berkontribusi sekitar 1,19%, dan kategori lainnya sebesar 1,7%. Distribusi ini menggambarkan bahwa mayoritas tenaga kerja Indonesia masih berada pada lapisan operasional dibandingkan posisi manajerial.

Secara keseluruhan, Sakernas Agustus 2025 mencatat terdapat 218,17 juta penduduk usia kerja di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sekitar 154 juta penduduk termasuk dalam angkatan kerja, yang terdiri atas 146,54 juta orang bekerja dan 7,46 juta orang menganggur atau sedang mencari pekerjaan. Data ini menegaskan bahwa tantangan ketenagakerjaan Indonesia tidak hanya berkaitan dengan penciptaan lapangan kerja, tetapi juga peningkatan kualitas dan produktivitas pekerjaan itu sendiri.

Baca Juga: Ini Dia Pekerjaan yang Diprediksi Bakal Digantikan AI 2025

Sumber:

https://www.bps.go.id/id/publication/2026/01/12/7cafd1df082c81784e0e15f8/booklet-sakernas-agustus-2025.html

Penulis: izzul wafa
Editor: Editor

Konten Terkait

Sentimen Publik terhadap Korupsi Kuota Haji Yaqut Cholil di Media Online

Respons publik terhadap korupsi kuota haji Yaqut Cholil di media online didominasi sentimen positif sebesar 93,4%.

10 Provinsi dengan BUMD Terbanyak, Jawa Tengah Memimpin

Jawa Tengah menduduki posisi pertama sebagai provinsi dengan BUMD terbanyak pada 2024, yaitu 169 unit.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook