Di era ketika informasi mengalir deras dan dapat diakses hanya lewat sentuhan gawai, minat baca masyarakat justru berisiko terpinggirkan. Aktivitas scrolling memang memungkinkan seseorang memperoleh informasi secara cepat dan ringkas, tetapi proses membaca yang utuh memberikan manfaat yang berbeda bagi kerja otak. Membaca mendorong konsentrasi yang lebih mendalam serta memperkuat daya ingat.
Sebaliknya, kebiasaan menggeser layar secara terus-menerus cenderung membuat perhatian mudah teralihkan dan cepat bosan. Akibatnya, kemampuan memahami serta mengolah informasi secara kritis bisa menurun. Karena itu, tingkat kegemaran membaca tidak sekadar soal hobi, melainkan menjadi indikator penting kualitas pendidikan dan daya saing sumber daya manusia suatu bangsa.
Baca Juga: 10 Provinsi dengan Tingkat Kegemaran Membaca Tertinggi 2024
Data terbaru mengenai sepuluh provinsi di Indonesia dengan Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) tertinggi pada tahun 2025 berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), menunjukkan bahwa wilayah Indonesia Timur mendominasi posisi puncak.
Nusa Tenggara Timur (NTT) menempati urutan pertama dengan skor tertinggi sebesar 62,05, disusul oleh Nusa Tenggara Barat (NTB) di posisi kedua dengan skor 61,19. Selain kedua provinsi tersebut, Sumatra Selatan dan Maluku Utara juga menunjukkan performa yang kuat dengan masing-masing skor 60,86 dan 60,66.
Enam provinsi lainnya, mulai dari Kalimantan Barat (59,85) hingga Kepulauan Riau (59,33), memiliki selisih angka yang sangat tipis, yakni berada di kisaran skor 59.
Secara keseluruhan, sebaran provinsi dalam daftar ini menunjukkan bahwa minat baca yang tinggi tidak selalu terpusat di Pulau Jawa, tetapi tersebar merata dari Sumatra hingga Sulawesi.
Terdapat beberapa indikator acuan untuk mengukur tingkat kegemaran membaca berdasarkan pedoman Pengukuran Pembudayaan Kegemaran Membaca Masyarakat Indonesia Perpustakaan Nasional RI. Mulai dari frekuensi membaca, durasi membaca, rata-rata jumlah halaman yang dibaca, dan frekuensi akses internet serta durasi akses internet yang digunakan untuk mencari informasi dan hiburan.
Strategi Pemerintah Tumbuhkan Minat Baca Sejak Dini
Dalam rangka memperingati Hari Membaca Nyaring Sedunia Tahun 2026, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) mengadakan acara bertema Celebrating Learning, sebagai wujud dari komitmen berkelanjutan dalam memperkuat literasi anak sejak usia dini. Praktik membaca nyaring merupakan program literasi Perpusnas yang sudah dijalankan sejak tahun 2024 dan terus diperkuat hingga 2025, khususnya melalui Layanan Anak.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah menumbuhkan minat baca dan kecintaan terhadap buku pada anak-anak. Dimulai dari lingkungan keluarga, diperkuat oleh satuan pendidikan, dan difasilitasi oleh perpustakaan sebagai ruang belajar sepanjang hayat,” ujar Suharyanto selaku Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas, pada Rabu (4/2/2026), melansir laman resmi Perpusnas.
Ia juga menjelaskan bahwa manfaat membaca nyaring bukan hanya untuk belajar membaca. Namun hal ini juga membantu membangun kedekatan emosional dengan buku dan dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap proses belajar itu sendiri.
Baca Juga: Tingkat Kegemaran Membaca Indonesia Terus Meningkat
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/statistics-table/3/TlROMldrTjVjVzEwVWtkbmRUSk5abkk0T0U5Q1FUMDkjMyMwMDAw/tingkat-kegemaran-membaca-masyarakat-dan-variabel-penyusunnya-menurut-provinsi.html?year=2025
Penulis: Silmi Hakiki
Editor: Editor