Sosial

Indonesia Masuk Daftar Negara dengan Tingkat Kepercayaan terhadap Sesama Tertinggi 2026

Survei Ipsos Global Trustworthiness Index 2026 mencatat Indonesia masuk daftar negara dengan tingkat kepercayaan terhadap sesama tertinggi di dunia.

Indonesia Masuk Daftar Negara dengan Tingkat Kepercayaan terhadap Sesama Tertinggi 2026

Ilustrasi Saling Menolong atau Percaya | Thinkstock/sezer66

Kepercayaan antarindividu menjadi salah satu indikator penting dalam melihat hubungan sosial di sebuah negara. Berdasarkan The Ipsos Global Trustworthiness Index 2026, Indonesia tercatat sebagai salah satu negara dengan tingkat kepercayaan terhadap sesama yang cukup tinggi dibandingkan negara lain di dunia.

Dalam survei yang dilakukan Ipsos terhadap 31 negara, sebanyak 36% masyarakat Indonesia menyatakan bahwa orang biasa atau masyarakat umum di negaranya dapat dipercaya (trustworthy).

Negara dengan Tingkat Kepercayaan terhadap Sesama Tertinggi
Negara dengan Tingkat Kepercayaan terhadap Sesama Tertinggi | GoodStats

Angka tersebut menempatkan Indonesia di posisi kesepuluh secara global, berada di bawah India dengan 53%, Argentina 46%, Meksiko 45%, serta Spanyol 41%.

Sementara itu, negara lain seperti Selandia Baru dan Irlandia mencatat angka 40%, Belanda 39%, Amerika Serikat 37%, dan Cili 37%.

Baca Juga: 57% Publik RI Tak Percaya BGN Akan Lebih Baik Usai Perombakan Pejabat

Indonesia Masuk Negara dengan Skor Kepercayaan Tertinggi di Asia Pasifik

Selain melihat tingkat kepercayaan terhadap individu biasa, Ipsos juga menyusun Global Trustworthiness Country Index 2026, yaitu indeks yang menghitung tingkat kepercayaan masyarakat terhadap berbagai profesi di negaranya.

Dalam indeks tersebut, Indonesia mendapatkan skor +9, menjadikannya negara dengan tingkat kepercayaan tertinggi kelima dari 31 negara yang disurvei.

Indonesia berada di bawah India (+20), Malaysia (+16), Tailan (+15), dan Singapura (+12).

Ipsos menjelaskan bahwa negara-negara di kawasan Asia Pasifik cenderung memiliki skor kepercayaan yang lebih tinggi dibandingkan wilayah lain.

“Secara rata-rata, negara-negara di kawasan Asia-Pasifik cenderung memiliki skor kepercayaan yang lebih tinggi. India merupakan negara dengan tingkat kepercayaan tertinggi, sementara Malaysia, Tailan, Singapura, dan Indonesia melengkapi daftar lima besar dari total 31 negara yang disurvei,” jelas Ipsos dalam laporannya.

Sementara itu, sejumlah negara Amerika Latin dan Eropa Timur memiliki skor kepercayaan yang lebih rendah dalam indeks tersebut.

AI Chatbot Mulai Dipercaya, tetapi Masih Menghadapi Keraguan

Selain profesi manusia, Ipsos juga mengukur persepsi masyarakat terhadap teknologi kecerdasan buatan.

Hasilnya, 23% responden rata-rata global menganggap AI chatbot dapat dipercaya, sementara 40% menyatakan tidak percaya.

Persepsi terhadap AI chatbot berbeda di setiap negara. Di Indonesia, tingkat kepercayaan terhadap AI chatbot tercatat mencapai 41%, menjadi salah satu angka tertinggi dibandingkan rata-rata global.

Namun, influencer media sosial masih menjadi salah satu kelompok dengan tingkat kepercayaan rendah.

Secara global, hanya 14% responden yang percaya kepada influencer media sosial, sementara 61% menyatakan tidak percaya.

Adapun The Ipsos Global Trustworthiness Index 2026 dilakukan melalui platform Ipsos Global Advisor pada 19 Juni hingga 3 Juli 2026. Survei ini melibatkan total 23.537 orang dewasa dari 31 negara.

Baca Juga: 76% Publik RI Percaya Pemerintah Mampu Mengatur AI dengan Bertanggung Jawab

Sumber:

https://www.ipsos.com/en/ipsos-global-trustworthiness-index-2026

Key Insights

  • Tingginya kepercayaan antarindividu (36%) menempatkan Indonesia di posisi kesepuluh global, menunjukkan fondasi sosial yang kuat di tengah masyarakat.
  • Indonesia menduduki peringkat kelima tertinggi secara global dalam indeks kepercayaan terhadap berbagai profesi, menyiratkan stabilitas dan integritas institusi di mata publik.
  • Kecenderungan negara-negara Asia Pasifik memiliki skor kepercayaan tinggi, termasuk Indonesia, menunjukkan adanya kesamaan budaya atau faktor sosial yang mendukung kohesi di kawasan ini.
  • Tingkat kepercayaan terhadap AI chatbot di Indonesia mencapai 41%, jauh di atas rata-rata global, mengindikasikan keterbukaan masyarakat Indonesia terhadap adopsi teknologi baru.
  • Rendahnya kepercayaan global terhadap influencer media sosial (14%) menunjukkan adanya skeptisisme publik terhadap sumber informasi yang kurang terverifikasi.

Penulis: Daffa Shiddiq Al-Fajri • Editor: Editor

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?