Stasiun kereta api saat ini telah menjadi simpul penting mobilitas orang dan barang di Indonesia. Dari stasiun kecil di pelosok hingga stasiun besar di pusat kota, semuanya menopang jaringan rel yang menghubungkan banyak daerah.
Berdasarkan Peta Sebaran Stasiun Kereta Api Kementerian Perhubungan yang diperbarui pada 05 Desember 2025, tercatat 793 stasiun di Indonesia. Dari jumlah itu, 575 stasiun diantaranya berstatus aktif dan 218 stasiun berstatus non aktif.
Lantas, di daerah mana saja stasiun-stasiun ini tersebar? simak artikel dibawah ini untuk penjelasan lebih lanjut.
Baca Juga: Hari Kereta Api Nasional 2026: Pekerja Swasta Jadi Pengguna Kereta Terbesar, Tembus 34%
Sebaran Stasiun di Tiap Kota dan Kabupaten
Seluruh stasiun tersebar di 159 kabupaten/kota. Yang jika dirinci lebih lanjut tersebar di 109 kabupaten dan 50 kota, dengan rata-rata terdapat sekitar lima stasiun per daerah, namun jumlahnya sangat timpang. Sebanyak 29 daerah hanya memiliki satu stasiun, sedangkan beberapa daerah hanya memiliki 20 stasiun.
Beberapa contohnya adalah:
- Aceh Besar punya 2 stasiun, keduanya non aktif.
- Aceh Utara punya 2 stasiun, keduanya aktif.
- Jakarta Utara punya 7 stasiun, semuanya aktif.
- Kota Surabaya punya 15 stasiun, semuanya aktif.
- Kota Malang punya 9 stasiun aktif, sedangkan Kabupaten Malang punya 4 stasiun yang seluruhnya non aktif.
Dari sisi tipe wilayah, kabupaten menguasai porsi terbesar. Sebanyak 584 stasiun (73,6 persen) berada di kabupaten, sedangkan 209 stasiun (26,4 persen) berada di kota. Namun, stasiun di perkotaan lebih "hidup" dengan sekitar 88 persen stasiun di kota masih aktif, sementara di kabupaten angkanya hanya 67 persen.
Kabupaten/Kota dengan Stasiun Terbanyak
Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, menjadi daerah dengan stasiun terbanyak, yaitu 20 stasiun (16 aktif). Menyusul Banyuwangi dan Jember dengan masing-masing 18 stasiun. Berikut infografis data mengenai kabupaten/kota di Indonesia dengan jumlah stasiun terbanyak di Indonesia:
Sembilan dari sepuluh daerah dengan stasiun terbanyak berada di Pulau Jawa. Hanya Kabupaten Muara Enim di Sumatra Selatan yang menembus daftar ini sebagai wilayah dari luar Jawa. Kabupaten Cilacap dan Kota Surabaya menjadi dua daerah yang seluruh stasiunnya berstatus aktif. Sebaliknya, Kabupaten Banyuwangi, Jember, dan Sidoarjo masing-masing memiliki enam stasiun non aktif.
Siapa Saja Operator Stasiun?
Operator utama stasiun di Indonesia adalah KAI, yang tercatat mengelola 628 stasiun. Sebanyak 586 di antaranya dioperasikan KAI saja, sisanya berbagi dengan operator lain.
KAI Commuter tercatat di 148 stasiun, terdiri dari 103 stasiun khusus KAI Commuter dan 45 stasiun yang dipakai bersama KAI dan seluruhnya berada di Pulau Jawa: Jawa Barat (56), DKI Jakarta (44), Banten (26), Jawa Tengah (13), Jawa Timur (5), dan DI Yogyakarta (4), dan tidak ada stasiun KAI Commuter yang tercatat beroperasi sebagai operator di Pulau Sumatra.
KAI Logistik terlibat di 12 stasiun yang umumnya melayani angkutan barang, seperti Tanjung Priok, Cikampek, Bandung, dan Lempuyangan. Sementara itu, Angkasa Pura I tercatat di dua stasiun bandara, yaitu Adi Soemarmo di Boyolali dan Yogyakarta International Airport di Kulon Progo. Ada pula operator lain dalam jumlah kecil, seperti KAI Bandara dan KAI Wisata.
Wilayah Operasi: Jakarta dan Surabaya Terbesar
Jika dilihat dari wilayah operasinya, Daop 1 Jakarta mengelola stasiun terbanyak, yakni 120 stasiun dengan 112 di antaranya aktif. Di urutan kedua ada Daop 8 Surabaya dengan 103 stasiun, disusul Daop 4 Semarang (79 stasiun) dan Daop 2 Bandung (74 stasiun).
Menariknya, Daop 1 Jakarta punya tingkat keaktifan sangat tinggi, sekitar 93 persen. Daop 8 Surabaya punya stasiun hampir sebanyak itu, tetapi hanya 61 yang aktif atau sekitar 59 persen.
Jawa Mendominasi, Sumatra Menyusul
Pulau Jawa memiliki 624 stasiun (78,7 persen), sedangkan Sumatra 169 stasiun (21,3 persen). Tiga provinsi teratas semuanya di Jawa: Jawa Timur (213), Jawa Tengah (170), dan Jawa Barat (144). Ketiganya menyumbang sekitar dua pertiga stasiun yang tercatat.
Di Sumatra, Sumatra Selatan memimpin dengan 45 stasiun, disusul Sumatra Barat (44) dan Sumatra Utara (38). Namun, kondisi aktifnya berbeda jauh. Dari 44 stasiun di Sumatra Barat, hanya 18 yang aktif. Aceh memiliki 15 stasiun, tetapi hanya 2 yang aktif. Sebaliknya, seluruh stasiun di Lampung (26) masih aktif.
Jabodetabek: 89 Stasiun di Satu Kawasan
Kawasan Jabodetabek memiliki 89 stasiun, dengan 87 di antaranya aktif. Jumlah ini setara 11,2 persen dari seluruh stasiun yang tercatat. DKI Jakarta menyumbang 50 stasiun, dengan Jakarta Pusat (17) dan Jakarta Selatan (10) paling banyak. Di luar Jakarta, Kabupaten Bogor memiliki 9 stasiun, disusul Kabupaten Bekasi (6), serta Kota Depok, Kota Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang yang masing-masing memiliki 5 stasiun.
Mayoritas Stasiun Berkelas III
Dari stasiun yang tercatat kelasnya, sebanyak 483 stasiun termasuk dalam kelas I, II, atau III. Mayoritas berada di kelas III (310 stasiun atau 64 persen), diikuti kelas II (116 stasiun atau 24 persen) dan kelas I (57 stasiun atau 12 persen). Artinya, sebagian besar stasiun berukuran kecil hingga menengah. Kabupaten Banyuwangi punya lima stasiun kelas I, menjadikan wilayahnya memiliki stasiun kelas 1 terbanyak di Indonesia.
Banyak Stasiun yang Sudah Tidak Beroperasi
Satu dari empat stasiun (218 stasiun atau 27,5 persen) berstatus non aktif. Stasiun non aktif terbanyak ada di Jawa Timur (81) dan Jawa Tengah (56). Namun, jika dilihat dari porsinya, Aceh paling mencolok dengan 13 dari 15 stasiun (sekitar 87 persen) non aktif, disusul Sumatra Barat (sekitar 59 persen) dan DI Yogyakarta (sekitar 44 persen). Angka ini mencerminkan banyaknya jalur lama yang tidak lagi beroperasi dan perlu menjadi perhatian serius bagi pemerintah untuk segera mereaktivasi kembali jalur kereta tersebut agar mobilitas masyarakat semakin mudah kedepannya dengan adanya sarana transportasi kereta api.
Baca Juga: Indonesia Punya Jaringan Kereta Api Terpanjang di ASEAN 2026
Sumber: