Harga BBM swasta terkini menjadi sorotan publik setelah penyesuaian harga yang dilakukan Pertamina beberapa waktu lalu. Per 20 April 2026, harga BBM di SPBU swasta seperti Shell, BP-AKR, dan Vivo Energy terpantau relatif stabil, meski terdapat kenaikan pada produk tertentu serta fenomena kelangkaan stok di sejumlah lokasi.
Secara umum, tidak banyak perubahan harga yang terjadi di SPBU swasta seperti BP-AKR, Shell, dan Vivo Energy. Namun, dinamika menarik justru terlihat dari ketersediaan produk yang mulai terbatas di beberapa titik SPBU.
Baca Juga: Harga BBM Meroket di 10 Negara Imbas Perang Iran-AS, Bagaimana Indonesia?
Perbandingan Harga BBM SPBU Swasta (20 April 2026)
Daftar Harga BBM per SPBU Swasta:
Shell
- Shell Super: stok kosong
- Shell V-Power: stok kosong
- Shell V-Power Diesel: stok kosong
- Shell V-Power Nitro+: stok kosong
BP
- BP 92: Rp12.390 per liter (stabil)
- BP Ultimate: stok kosong
- BP Ultimate Diesel: Rp25.560 per liter (naik signifikan)
Vivo
- Revvo 92: Rp12.390 per liter (stabil)
- Revvo 95: stok kosong
- Diesel Primus Plus: stok kosong
Daftar Harga BBM Pertamina April 2026:
Pada periode yang sama, Pertamina juga melakukan penyesuaian pada beberapa produk BBM non-subsidi, sementara sebagian besar lainnya masih stabil:
- Solar Subsidi (CN 48): Rp6.800 per liter (tetap)
- Pertalite (RON 90): Rp10.000 per liter (tetap)
- Pertamax (RON 92): Rp12.300 per liter (tetap)
- Pertamax Green (RON 95): Rp13.150 per liter (tetap)
- Pertamax Turbo (RON 98): Rp19.400 per liter (naik Rp6.300)
- Dexlite (CN 51): Rp23.600 per liter (naik Rp9.400)
- Pertamina Dex (CN 53): Rp23.900 per liter (naik Rp9.400)
Kondisi Harga dan Ketersediaan BBM Swasta
Kondisi SPBU swasta pada April 2026 menunjukkan situasi yang cukup beragam. Di satu sisi, harga BBM untuk jenis bensin RON 92 seperti BP 92 dan Revvo 92 masih berada di level yang stabil tanpa perubahan signifikan.
Namun di sisi lain, beberapa produk mengalami kondisi berbeda. Shell menjadi salah satu SPBU yang paling terdampak, dengan hampir seluruh varian BBM dilaporkan kosong di beberapa titik seperti Shell Kebon Sirih.
Sementara itu, BP-AKR masih menyediakan produk utama seperti BP 92, namun untuk varian lain seperti BP Ultimate mengalami kekosongan stok.
Satu-satunya perubahan signifikan datang dari BP Ultimate Diesel yang mengalami kenaikan harga cukup tajam hingga Rp25.560 per liter.
Adapun Vivo Energy masih mempertahankan harga Revvo 92 di angka Rp12.390 per liter, namun ketersediaan produk lain seperti Revvo 95 dan Diesel Primus Plus juga tidak tersedia di sejumlah SPBU.
Jika dibandingkan dengan Pertamina, harga BBM non-subsidi justru mengalami penyesuaian cukup agresif pada beberapa produk seperti Pertamax Turbo dan Dexlite.
Hal ini menunjukkan bahwa dinamika harga BBM saat ini tidak hanya dipengaruhi oleh kebijakan domestik, tetapi juga kondisi distribusi dan pasokan di masing-masing operator.
Kondisi harga BBM pada April 2026 memperlihatkan situasi yang tidak sepenuhnya sederhana. Di satu sisi, harga BBM swasta cenderung stabil terutama untuk jenis RON 92, yang memberi kesan bahwa pasar masih berada dalam kondisi terkendali.
Namun di sisi lain, kelangkaan stok di sejumlah SPBU justru menjadi sinyal bahwa stabilitas harga tidak selalu sejalan dengan ketersediaan di lapangan.
Fenomena ini menunjukkan bahwa dinamika BBM saat ini tidak hanya soal angka di papan harga, tetapi juga soal rantai distribusi, pasokan, dan strategi masing-masing operator.
Konsumen pada akhirnya berada di posisi yang harus lebih adaptif, bukan hanya memilih berdasarkan harga, tetapi juga ketersediaan yang semakin tidak merata.
Baca Juga: Harga BBM Hari Ini Naik, Ini Rincian Lengkap per Provinsi di Indonesia
Sumber:
Hasil Riset GoodStats
Penulis: Raka Adichandra
Editor: Firda Wandira