Harga BBM April 2026 menjadi perhatian publik di tengah isu global yang memicu kekhawatiran akan harga BBM naik. Hingga akhir Maret ini pada Selasa (31/3/2026), pemerintah dan PT Pertamina (Persero) belum mengumumkan perubahan resmi terkait harga bahan bakar minyak di Indonesia.
Di tengah ketidakpastian tersebut, kondisi global memang turut memberi tekanan yang perlu diwaspadai bersama. Krisis energi dipicu konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel sejak 28 Februari 2026.
Pemblokiran Selat Hormuz oleh Iran membuat pasokan minyak dari kawasan Teluk terganggu, sehingga harga minyak dunia ikut melonjak. Akibat situasi itu, sejumlah negara mulai menyesuaikan kebijakan energi, termasuk menaikkan harga bahan bakar.
Namun di Indonesia, pemerintah masih menahan perubahan harga hingga saat ini. Melansir dari laman Pertamina, penyesuaian terakhir dilakukan pada 1 Maret 2026, dan hingga akhir Maret belum ada pembaruan.
Baca Juga: Indonesia Resmi Punya Kilang Minyak Terbesar Kapasitas 360 Ribu Barel/Hari
Daftar Lengkap Harga BBM Terkini (31 Maret 2026)
Secara umum, harga BBM nonsubsidi memang memiliki rentang yang berbeda tergantung masing-masing wilayah. Untuk memberikan gambaran lebih lengkap, berikut rincian harga di masing-masing daerah:
BBM Subsidi
- Pertalite: Rp 10.000 per liter (seluruh Indonesia)
- Biosolar: Rp 6.800 per liter (seluruh Indonesia)
Pertamax
- Rp 11.550: FTZ Sabang
- Rp 11.750: FTZ Batam
- Rp 12.300: Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB
- Rp 12.600: Aceh, Sumut, Jambi, Bengkulu, Sumsel, Babel, Lampung, NTT, Kalbar, Kalteng, Kaltim, Sulut, Gorontalo, Sulteng, Sultra, Sulsel, Sulbar, Maluku, Malut, Papua, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Barat Daya
- Rp 12.900: Sumbar, Riau, Kepri, Kalsel, Kaltara
Pertamax Turbo
- Rp 12.400: FTZ Batam
- Rp 13.100: Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB
- Rp 13.350: Aceh, Sumut, Jambi, Bengkulu, Sumsel, Babel, Lampung, NTT, Kalbar, Kalteng, Kaltim, Sulut, Gorontalo, Sulteng, Sultra, Sulsel, Sulbar, Papua
- Rp 13.650: Sumbar, Riau, Kepri, Kalsel, Kaltara
Pertamina Dex
- Rp 13.800: FTZ Batam
- Rp 14.500: Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB
- Rp 14.800: Aceh, Sumut, Jambi, Bengkulu, Sumsel, Babel, Lampung, NTT, Kalbar, Kalteng, Kaltim, Sulut, Gorontalo, Sulteng, Sultra, Sulsel, Sulbar, Papua Barat, Papua Barat Daya
- Rp 15.100: Sumbar, Riau, Kepri, Kalsel, Kaltara
Dexlite
- Rp 13.250: FTZ Sabang
- Rp 13.450: FTZ Batam
- Rp 14.200: Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB
- Rp 14.500: Aceh, Sumut, Jambi, Bengkulu, Sumsel, Babel, Lampung, NTT, Kalbar, Kalteng, Kaltim, Sulut, Gorontalo, Sulteng, Sultra, Sulsel, Sulbar, Maluku, Malut, Papua, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Barat Daya
- Rp 14.800: Sumbar, Riau, Kepri, Kalsel, Kaltara
Perbedaan harga ini dipengaruhi oleh faktor distribusi dan kebijakan masing-masing wilayah, terutama untuk BBM nonsubsidi.
Belum Ada Pengumuman Resmi, Masyarakat Harap Tenang
Meski isu dan tren global menunjukkan kenaikan, pemerintah Indonesia saat ini menegaskan belum ada pembahasan kenaikan harga BBM, khususnya yang bersubsidi. Hal ini dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi global.
Pihak Pertamina juga menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial terkait kenaikan harga BBM per 1 April 2026 bukan berasal dari sumber resmi. Bahkan, kabar yang menyebut Pertamax akan naik hingga Rp 17.000 per liter dipastikan tidak valid.
Meski tekanan global berpotensi memengaruhi harga ke depan, masyarakat diharapkan tetap tenang dan lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar.
Kepastian terkait harga BBM April 2026 akan diumumkan secara resmi apabila memang ada perubahan, sehingga penting untuk merujuk pada sumber terpercaya agar tidak menimbulkan kepanikan.
Baca Juga: Harga BBM Meroket di 10 Negara Imbas Perang Iran-AS, Bagaimana Indonesia?
Sumber:
https://mypertamina.id/about/product-price
Penulis: Raka Adichandra
Editor: Muhammad Sholeh