Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan aktivitas seismik tertinggi di dunia. Hal ini karena Indonesia berada di pertemuan tiga lempeng besar dunia, yaitu Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik. Letak Indonesia ini disebut juga dengan "Ring of Fire." Hal inilah yang menjadi salah satu faktor banyaknya gempa bumi di negara ini.
Mulai dari gempa Aceh 2004 yang memicu tsunami dahsyat hingga gempa Palu 2018, gempa bumi di Indonesia telah banyak terjadi dan meninggalkan dampak yang tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga mengubah kehidupan jutaan orang.
Baca Juga: Jejak Gempa Bumi di Indonesia 2024
Daftar Gempa Terbesar di Indonesia dari 2004-2018
1. Gempa Aceh (2004)
Gempa Aceh terjadi pada 26 Desember 2004. Gempa ini merupakan gempa terbesar dalam sejarah Indonesia dengan kekuatan sebesar 9,1-9,3 magnitudo. Gempa ini dipicu oleh aktivitas subduksi antara lempeng Indo-Australia dan Eurasia.
Dampak gempa Aceh sangat luar biasa karena memicu tsnami besar yang menyapu wilayah pesisir Aceh dan bahkan menjangkau negara lain. Lebih dari 200 ribu orang meninggal dunia, menjadikannya salah satu bencana gempa Indonesia paling mematikan sepanjang sejarah.
2. Gempa Nias (2005)
Pada Maret 2005, Nias diguncang gempa dengan kekuatan sebesar 8,6 magnitudo. Gempa ini berkaitan dengan aktivitas tektonik yang sama seperti gempa Aceh, yaitu zona subduksi di bagian barat Sumatra.
Gempa ini menyebabkan kerusakan besar di Pulau Nias dan sekitarnya. Korban jiwa gempa ini juga mencapai angka 1.000 orang, sementara sekitar 2.000 orang dikabarkan harus mengungsi.
3. Gempa Mentawai (2007)
Gempa Mentawai pada tahun 12 September 2007. Gempa ini tercatat memiliki kekuatan sebesar 7,9 magnitudo. Gempa ini terjadi di zona megathrust Mentawai-Siberut, salah satu wilayah dengan potensi gempa yang besar di Indonesia.
Berdasarkan catatan, gempa ini menyebabkan 25 orang meninggal dunia. Sementara itu, puluhan hingga ratusan warga mengalami luka-luka dan harus mengungsi.
4. Gempa Pangandaran (2006)
Gempa Pangandaran tercatat memiliki kekuatan sekitar 7,7 magnitudo. Gempa ini terjadi pada 17 Juli 2006 dan berasal dari zona subduksi di selatan Pulau Jawa.
Gempa ini memicu tsunami setinggi 5-8 meter yang menghantam pesisir selatan Jawa Barat dan Jawa Tengah. Sebanyak 668 orang meninggal dunia, 65 hilang, dan ribuan mengalami luka-luka.
5. Gempa Palu (2018)
Gempa Palu terjadi pada 28 September 2018. Gempa ini memiliki kekuatan 7,5 magnitudo dan disebabkan oleh aktivitas Sesar Palu-Koro.
Kekuatan gempa ditambah dengan fenomena likuifaksi (pergerakan tanah) menyebabkan gempa ini menjadi salah satu bencana alam paling mematikan di Indonesia. Korban meninggal diperkirakan mencapai 4.340 orang. Lebih dari itu, sekitar 170.000 warga juga harus melakukan pengungsian besar-besaran akibat kerusakan yang disebabkan oleh gempa ini.
6. Gempa Yogyakarta (2006)
Gempa Yogyakarta terjadi pada 27 Mei 2006. Gempa ini memiliki magnitudo sebesar 6,3. Meski tergolong lebih kecil dibandingkan gempa lain dalam daftar ini, dampak gempa Yogyakarta sangat besar. Hal ini karena pusat gempa berada di dekat wilayah padat penduduk.
Gempa bumi ini disebabkan oleh aktivitas sesar di daratan, bukan dari zona subduksi seperti gempa besar lainnya. Akibatnya, getaran terasa sangat kuat di permukaan. Tercatat sebanyak 6.652 orang meninggal dunia akibat tertimpa bangunan roboh. Sementara itu, puluhan hingga ratusan ribu orang mengalami luka-luka.
Baca Juga: Gempa Hari Ini: Sukabumi Diguncang Magnitudo 5,4, Ini 10 Gempa Terakhir yang Tercatat di BMKG
Apa yang Harus Dilakukan Jika Terjadi Gempa Bumi?
Gempa bumi dapat terjadi kapan saja, bahkan tanpa peringatan. Maka dari itu, penting untuk mengetahui cara menghadapi gempa bumi. Berikut langkah-langkah penting dalam mitigasi bencana gempa:
- Tetap tenang dan lindungi diri dari benda jatuh.
- Cari tempat aman dengan berlindung di bawah meja atau struktur yang kokoh. Hindari kaca dan benda berat.
- Jika berada di gedung, jangan gunakan lift ketika gempa terjadi.
- Setelah guncangan berhenti, segera evakuasi ke area terbuka yang aman untuk mewaspadai adanya gempa susulan.
- Waspadai kemungkinan tsunami terutama jika berada di daerah pesisir.
- Pantau informasi resmi dari BMKG atau BNPB untuk update tentang kondisi terkini.
Gempa bumi memang tidak bisa dicegah, tetapi dampaknya bisa diminimalisir dengan kesiapsiagaan. Dengan memahami risiko dan mengetahui langkah-langkah mitigasi, kita bisa menjadi lebih siap dalam menghadapi kemungkinan bencana di masa depan.
Baca Juga: 13 Zona Merah Potensi Gempa Bumi Megathrust di Indonesia
Penulis: Aisha Zahrany
Editor: Firda Wandira