Konsumsi sayur matang menjadi salah satu indikator menarik untuk melihat pola makan masyarakat di suatu wilayah. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa Kota Yogyakarta menempati posisi teratas secara nasional dalam hal konsumsi sayur matang.
Berdasarkan data tersebut, rata-rata konsumsi sayur matang di Kota Yogyakarta mencapai 1,4 porsi per kapita per minggu. Angka ini tidak hanya menjadi yang tertinggi di Indonesia, tetapi juga satu-satunya kota yang mencatatkan konsumsi di atas 1 porsi per kapita per minggu.
Tingginya Konsumsi Sayur Matang Kota Yogyakarta
Capaian ini menempatkan Yogyakarta jauh di atas kota-kota lain. Kota Banjarmasin berada di posisi kedua dengan 0,68 porsi, disusul Kota Semarang sebesar 0,47 porsi. Sementara itu, Kota Bandung (0,39), Jakarta Selatan (0,33), Palembang (0,23), dan Surabaya (0,19) mengisi daftar tujuh besar nasional.
Adapun BPS mendefinisikan sayur matang sebagai sayuran yang telah melalui proses pengolahan, seperti ditumis, direbus, atau dimasak dengan santan. Dalam konteks ini, penilaian konsumsi sayur matang telah disesuaikan dengan kebiasaan makan sehari-hari masyarakat, termasuk preferensi terhadap makanan rumahan.
Doyannya Masyarakat Yogyakarta dengan Sayur
Di Yogyakarta sendiri, akses terhadap hidangan sayur matang memang tergolong mudah dan merata. Berbagai pilihan kuliner berbasis sayur dapat ditemukan di hampir setiap sudut kota, mulai dari warung makan sederhana, hingga angkringan yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Yogyakarta.
Menu seperti gudeg, sayur lodeh, oseng-oseng, pecel, hingga gudangan bukan hanya mudah dijumpai, tetapi juga telah menjadi bagian dari kebiasaan makan warga. Kehadiran warung dan angkringan yang menjamur turut mempermudah konsumsi sayur matang secara rutin tanpa harus memasak sendiri di rumah.
Selain faktor ketersediaan, pola konsumsi ini juga tidak lepas dari karakter budaya makan masyarakat Yogyakarta yang relatif dekat dengan menu tradisional. Hidangan berbasis sayur sering kali menjadi pelengkap, bahkan menu utama, dalam keseharian.
Baca Juga: Penduduk Kulon Progo Paling Gemar Membaca di Jogja
Penulis: Pierre Rainer
Editor: Editor