Nilai Rupiah Hari Ini Terus Melemah Menembus Rp17.735 per Dolar AS, Tekanan Global Masih Tinggi

Nilai rupiah hari ini melemah 0,21% ke Rp17.735 per dolar AS pada 25 Mei 2026. Simak perbandingan nilai rupiah terbaru dan tren pergerakannya terhadap dolar AS.

Nilai Rupiah Hari Ini Terus Melemah Menembus Rp17.735 per Dolar AS, Tekanan Global Masih Tinggi Ilustrasi Rupiah | Unsplash
Ukuran Fon:

Kondisi ekonomi domestik kembali menghadapi tekanan setelah nilai rupiah hari ini terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data pasar terbaru, rupiah terpantau berada di level Rp17.735 per dolar AS pada perdagangan Senin, 25 Mei 2026. Pelemahan ini memperpanjang tren depresiasi rupiah yang telah berlangsung sejak awal tahun. 

Pergerakan rupiah yang terus tertekan menjadi perhatian pelaku pasar dan masyarakat. Pasalnya, posisi kurs saat ini semakin menjauh dari asumsi fundamental ekonomi yang sebelumnya diproyeksikan pemerintah dan pelaku industri keuangan.

Selain itu, nilai rupiah hari ini juga terpantau melemah dibandingkan sejumlah mata uang utama di kawasan Asia. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan terhadap rupiah masih relatif lebih besar dibandingkan beberapa negara lainnya.

Mayoritas mata uang Asia justru mengalami penguatan terhadap dolar AS. Baht Thailand mencatat penguatan terbesar sebesar 0,71%, diikuti won Korea Selatan 0,57%, peso Filipina 0,52%, dan dolar Taiwan 0,39%.

Selain itu, ringgit Malaysia menguat 0,29%, dolar Singapura naik 0,26%, yuan China menguat 0,23%, yen Jepang naik 0,21%, sedangkan dolar Hong Kong terapresiasi tipis sebesar 0,01% terhadap dolar AS.

Nilai Rupiah Hari Ini, 25 Mei 2026

Memasuki perdagangan awal pekan pada Senin, 25 Mei 2026, nilai tukar rupiah dibuka di zona merah. Berdasarkan data Trading Economics, kurs rupiah berada di level Rp17.735 per dolar AS sekitar pukul 10.00 WIB. Sementara itu, data Bank Indonesia (BI) menunjukkan nilai rupiah hari ini berada di level Rp17.805,58 per dolar AS.

Jika dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan Jumat, 22 Mei 2026, rupiah sebelumnya berada di level Rp17.698 per dolar AS.

Rupiah mengalami pelemahan 0,21% dari perdagangan akhir pekan lalu | GoodStats

Baca Juga: Daftar Bank dengan Aset Terbesar di Dunia 2025, China Mendominasi!

Berdasarkan data tersebut, rupiah tercatat melemah 37 poin atau sekitar 0,21% dalam satu hari perdagangan. Pelemahan ini dipicu oleh ekspektasi pasar bahwa suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve (The Fed) masih akan bertahan di level tinggi dalam waktu lebih lama.

Kondisi tersebut membuat indeks dolar AS kembali menguat secara global dan memberikan tekanan besar terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Akibatnya, aliran modal asing cenderung keluar dari pasar domestik dan berpindah ke aset berbasis dolar AS yang dianggap lebih aman.

Selain faktor suku bunga, ketidakpastian geopolitik global dan kenaikan harga energi dunia juga turut memengaruhi pergerakan rupiah. Di sisi lain, tingginya kebutuhan korporasi domestik terhadap dolar AS untuk pembayaran utang luar negeri dan dividen turut meningkatkan permintaan valuta asing di pasar domestik.

Grafik Pergerakan Rupiah terhadap Dolar AS

Mengacu pada data sejak awal tahun 2026, rupiah memang menunjukkan tren pelemahan bertahap terhadap dolar AS.

Tren pelemahan rupiah tertinggi pada Mei 2026 | GoodStats

Berdasarkan data pergerakan  pada 1 Januari 2026,  rupiah berada di kisaran Rp16.675 per dolar AS. Namun, dalam waktu kurang dari lima bulan, nilai tukar rupiah telah melemah hingga mencapai Rp17.735 per dolar AS.

Kenaikan kurs yang cukup tajam mulai terlihat sejak April 2026. Pada 1 April 2026, rupiah masih berada di level Rp16.937 per dolar AS. Namun, hanya dalam beberapa pekan, rupiah melemah hingga menyentuh Rp17.352 per dolar AS pada 29 April 2026.

Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa pasar keuangan domestik sangat sensitif terhadap perubahan kondisi ekonomi global, terutama terkait arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat dan pergerakan arus modal asing.

Meski Bank Indonesia terus melakukan langkah stabilisasi melalui intervensi di pasar valuta asing, tekanan terhadap rupiah masih cukup besar. Selisih suku bunga antara Indonesia dan Amerika Serikat yang semakin sempit membuat investor global cenderung memilih aset dolar AS dibandingkan aset negara berkembang.

Ke depan, pergerakan rupiah diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif mengikuti perkembangan ekonomi global dan domestik. Selain kebijakan The Fed, pelaku pasar juga akan mencermati data inflasi Indonesia, neraca perdagangan, serta arus investasi asing sebagai faktor utama penentu arah nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu mendatang.

Baca Juga:Bansos Mei 2026 PKH Tahap 2 Cair Lebih Awal! Ini Cara Cek Status Penerimanya

Sumber:

https://id.tradingeconomics.com/indonesia/currency

Penulis: Helni Sadiyah
Editor: Firda Wandira

Konten Terkait

Cuaca Jabodetabek Hari Ini dan Besok (25–26 Mei 2026), Waspada Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah

Prakiraan cuaca Jabodetabek 25–26 Mei 2026 didominasi hujan ringan hingga sedang di sejumlah wilayah, sementara area lain cerah dan berawan.

Kualitas SDM Indonesia Terus Naik 1 Dekade Terakhir, DKI Jakarta Pimpin Peringkat

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia terus naik dalam satu dekade terakhir, paling tinggi pada 2025 dengan capaian 75,9.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook