Aktivis Kontras Andrie Yunus Disiram Air Keras, Sentimen Publik 46% Negatif

Menurut analisis Drone Emprit, sentimen publik terhadap kasus penyiraman air keras Andrie Yunus 46,9% negatif dan 42,6% positif.

Aktivis Kontras Andrie Yunus Disiram Air Keras, Sentimen Publik 46% Negatif Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus | AI Indonesia
Ukuran Fon:

Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus mendapat serangan dan tindak kekerasan berupa penyiraman air keras di Jalan Salemba I-Talang, Jakarta Pusat, pada Kamis (12/3/2026).

Andrie diserang oleh dua orang tak dikenal saat mengendarai sepeda motor. Menurut Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya, pelaku menyiram air keras ke bagian tubuh Andrie. Setelah itu, Andrie ambruk ke jalan, menjatuhkan sepeda motornya, dan berteriak kesakitan.

Akibat penyerangan tersebut, Andrie menderita luka bakar 24% hingga divonis buta permanen pada mata kanannya. Kasus ini kemudian memicu amarah publik di media sosial, salah satunya setelah teror diungkap aparat penyidik melibatkan prajurit di TNI.

Berdasarkan analisis percakapan di media sosial oleh Drone Emprit sepanjang 12 Maret hingga 8 April 2026, sentimen publik terhadap kasus ini 46% negatif. Adapun percakapan yang menjadi sumber analisis berasal dari media sosial X, Facebook, Instagram, YouTube, dan TikTok dengan total 14.452 sample mention.

Sentimen Publik terhadap Kasus Penyiraman Andrie Yunus

Sentimen Publik Mengenai Kasus Penyiraman Air Keras kepada Aktivis di Media Sosial | GoodStats
Sentimen Publik Mengenai Kasus Penyiraman Air Keras kepada Aktivis di Media Sosial | GoodStats

Baca Juga: Indeks HAM Indonesia Kembali Turun pada 2025

Menurut analisis Drone Emprit, 46,9% sentimen negatif di media sosial berasal dari kemarahan publik mengenai teror kepada aktivis yang dinilai sebagai bentuk pembungkaman terhadap suara kritis.

Perbedaan informasi mengenai pelaku versi TNI dan Polri turut menuai sentimen negatif. Polisi mengungkapkan inisial dua terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie adalah BHC dan MAK. Sementara versi TNI yang dirilis pada hari yang sama meski waktu berbeda (18/3/2026), mengatakan pelaku adalah 4 orang anggota TNI dengan inisial NDP, SL, BWH, dan ES.

Kini, kasus penyiraman air keras telah dilimpahkan ke Oditur Militer (Ormil) II-07 Jakarta. Pelimpahan kasus tersebut turut menuai sentimen negatif dalam percakapan di internet yang dari ketidakpercayaan publik terhadap peradilan militer.

Di sisi lain, percakapan dengan sentimen positif sebesar 42,6% berisi solidaritas publik, aktivis, dan lembaga internasional terhadap korban. Percakapan positif berisi dukungan penyelesaian kasus melalui peradilan sipil serta doa bagi kesembuhan Andrie Yunus.

Publik di sosial media ramai membentuk solidaritas melalui penggalangan dana pengobatan serta edukasi melalui tagar #KamiBersamaAndrieYunus.

Emosi Publik Dominan Antisipatif

Emosi Publik Mengenai Kasus Penyiraman Air Keras kepada Aktivis di Media Sosial | GoodStats
Emosi Publik Mengenai Kasus Penyiraman Air Keras kepada Aktivis di Media Sosial | GoodStats

Drone Emprit turut menganalisis emosi dalam percakapan publik di media sosial. Hasilnya, sebanyak 35% atau 1.536 unggahan memiliki emosi antisipatif dengan menunggu pengungkapan aktor intelektual serta khawatir terhadap potensi teror lanjutan pada aktivis lain.

Percakapan tersebut turut berisi harapan kasus diselesaikan secara transparan di peradilan sipil, serta menantikan realisasi konkret dari aparat penegak hukum.

Lebih lanjut, 19% percakapan atau 854 unggahan bernada senang. Di antaranya merupakan percakapan bernada gembira karena rekaman CCTV kejadian masih ada, serta rasa bahagia akan kuatnya solidaritas masyarakat sipil dan dukungan dari internasional.

Sementara itu, 24% atau 297 unggahan memiliki nada marah terhadap aksi penyiraman air keras yang mengancam kebutaan permanen. Emosi marah publik turut terlihat dari kecaman terhadap pelaku yang berasal dari BAIS TNI, pelimpahan penanganan kasus ke Puspom TNI, serta marah akan ruang demokrasi yang dibungkam.

TAUD Ungkap Serangan Teror Melibatkan 16 Orang

Berbeda dengan temuan TNI dan Polri, Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD), sebuah koalisi lembaga hukum dan masyarakat sipil melakukan investigasi independen dan mengungkapkan dugaan 16 pelaku lapangan penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.

“Dari hasil investigasi independen yang kami lakukan, setidaknya terdapat 16 orang yang terlibat dan mereka terbagi dalam empat kelompok. Ada yang melakukan pengintaian, ada eksekutor, ada yang memantau dari jarak tertentu, dan ada yang diduga mengatur pergerakan,” ungkap TAUD dalam konferensi pers pada Kamis (9/4/2026).

TAUD menyerahkan hasil penemuan terbaru kepada Bareskrim Polri yang membawa hasil investigasi mengenai pola serangan dan konstruksi pidana dugaan terorisme. 

“Kalau hanya berhenti pada pelaku lapangan, maka substansi kasus ini tidak akan terungkap utuh. Yang harus dicari adalah siapa yang menginisiasi, siapa yang mengatur, dan siapa yang bertanggung jawab di balik seluruh rangkaian ini,” ujar perwakilan TAUD. 

Baca Juga: Mengapa Kasus Pelanggaran HAM Tak Kunjung Tuntas?

Sumber:

https://x.com/DroneEmpritOffc/status/2042169493024293099

Penulis: Talita Aqila Shafidhya
Editor: Editor

Konten Terkait

Angka Pernikahan Tembus 1,48 Juta pada 2025, Jawa Mendominasi

Angka pernikahan di Jawa setara 60% dari angka pernikahan nasional pada 2025.

Intip Preferensi Memilih Destinasi Liburan Menurut Generasi pada 2026

Menurut survei Jenius, Gen X, Gen Y, dan Gen Z paling tertarik pada destinasi liburan yang belum pernah mereka kunjungi sebelumnya.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook