Sebagai makhluk sosial, manusia tidak dapat terlepas dari interaksi dengan sesamanya dalam kehidupan sehari-hari. Interaksi ini dapat berupa lingkup kecil perorangan maupun kelompok besar dalam suatu masyarakat. Pola ini tidak terlepas dari anggapan bahwa manusia tidak dapat hidup seorang diri dan membutuhkan keberadaan orang lain.
Interaksi sosial juga terwujud dalam skala lingkungan tempat tinggal melalui berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), kegiatan sosial kemasyarakatan adalah kegiatan bersama masyarakat yang bersifat sosial, tidak mencari keuntungan, dan terjadi di lingkungan tempat tinggal.
Baca Juga: Scrolling Media Sosial Jadi Aktivitas Favorit Gen Z di Waktu Luang
Pada 2025, BPS merilis statistik sosial budaya dalam Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional. Diketahui, penduduk berusia 10 tahun ke atas yang mengikuti kegiatan sosial kemasyarakatan dalam tiga bulan terakhir mencapai 88,87%. Persentase penduduk di perdesaan menyumbang angka lebih besar yakni 91,14% dibandingkan perkotaan sebesar 87,35%.
Dalam survei tersebut ditemukan beberapa jenis kegiatan sosial kemasyarakatan yang diikuti penduduk di lingkungan sekitarnya, di mana setiap penduduk dapat mengikuti lebih dari satu kegiatan. Di urutan pertama terdapat kegiatan keagamaan atau kepercayaan yang mendominasi daftar dengan angka mencapai 71,26%. Di bawahnya, diduduki oleh kegiatan prosesi kematian dengan persentase 67,93%.
Kegiatan sosial kemasyarakatan lain yang juga banyak dilakukan masyarakat adalah kegiatan gotong royong (47,40%), arisan (16,18%), olahraga atau permainan (13,55%), kegiatan sosial lainnya (13,25%), dan keterampilan (3,95%). Keberagaman jenis kegiatan sosial tersebut menunjukkan pola interaksi dalam masyarakat relatif masih terjaga di tengah era digital saat ini.
Dari sisi gender, laki-laki (89,24%) sedikit lebih aktif partisipasinya dalam kegiatan sosial kemasyarakatan dibandingkan perempuan (88,49%). Sementara itu, dari segi kelompok umur diketahui kelompok lanjut usia (lansia) lebih dominan dengan persentase 88%, sedangkan kelompok pemuda sebesar 84,87% serta kelompok usia anak dan sekolah sekitar 74%. Uniknya, partisipasi kegiatan sosial ini meningkat seiring bertambahnya usia.
Baca Juga: Kota dengan Daya Tarik Tertinggi di Asia Pasifik 2026, Ada Jakarta!
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/publication/2026/05/29/07e7729b9936b34122db0589/statistik-sosial-budaya-2025.html
Penulis: Alifia Ayu Fitriana
Editor: Editor