Bank Dunia kembali memperbarui klasifikasi pendapatan negara untuk periode 2026–2027. Dalam pembaruan ini, terdapat 6 negara naik kelas ke kelompok pendapatan yang lebih tinggi.
Lima di antaranya berhasil naik dari negara berpendapatan menengah ke bawah menjadi negara berpendapatan menengah ke atas. Lantas, negara mana saja yang mengalami peningkatan tersebut dan apa alasannya?
Negara yang Naik Kelas Berdasarkan Pendapatan
Bank Dunia mengelompokkan negara berdasarkan gross national income (GNI) atau pendapatan nasional bruto per kapita menggunakan metode Atlas.
Klasifikasi tersebut terbagi menjadi empat kelompok, yaitu pendapatan rendah, menengah ke bawah, menengah ke atas, dan tinggi. Pembaruan untuk 2026–2027 menggunakan data GNI per kapita 2025 dan berlaku mulai 1 Juli 2026 hingga Juni 2027.
Baca Juga: 7 Negara Terkaya Di Dunia Berdasarkan PNB Per Kapita 2025
Pada tahun ini, tidak ada negara yang mengalami penurunan klasifikasi. Sebanyak lima negara naik dari kelompok pendapatan menengah ke bawah ke menengah ke atas, sementara satu negara naik dari pendapatan rendah ke menengah ke bawah.
1. Vietnam
Vietnam menjadi salah satu negara naik kelas berkat pertumbuhan ekonomi yang kuat dan model ekonomi berbasis ekspor. Ekspor negara tersebut meningkat lebih dari 15% pada 2024 dan 2025.
Sementara itu, pertumbuhan PDB mencapai 7% pada 2024 dan 8% pada 2025. GNI Vietnam juga tumbuh rata-rata 10% per tahun sepanjang 2021–2025, menjadi salah satu pertumbuhan berkelanjutan terkuat di kawasan.
2. Filipina
Filipina naik dari negara berpendapatan menengah ke bawah menjadi negara berpendapatan menengah ke atas setelah mengalami pertumbuhan ekonomi yang luas di berbagai sektor.
PDB Filipina tumbuh rata-rata 5,8% per tahun selama lima tahun. Menurut Bank Dunia, peningkatan ini bukan hanya didorong oleh satu sektor, tetapi merupakan hasil ekspansi di berbagai industri utama.
3. Sri Lanka
Sri Lanka berhasil naik kelas setelah menunjukkan pemulihan ekonomi pascakrisis berat pada 2022. Pada 2025, pertumbuhan PDB riil mencapai 5%, didorong oleh pemulihan di berbagai industri serta pertumbuhan sektor jasa keuangan dan pariwisata.
Meski demikian, Bank Dunia mencatat Sri Lanka hanya melewati ambang batas klasifikasi pendapatan secara tipis.
4. Mikronesia
Mikronesia mengalami pertumbuhan ekonomi yang moderat tetapi stabil setelah melalui periode pemulihan panjang akibat pandemi COVID-19.
Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh sektor konstruksi dan pertanian. Namun, penurunan pendapatan primer bersih turut menahan peningkatan pendapatan secara keseluruhan.
5. Yordania
Yordania naik kelas terutama karena adanya revisi komprehensif terhadap data perekonomiannya. Setelah melakukan perubahan tahun dasar dan memperbarui metode penghitungan neraca nasional, ukuran ekonomi Yordania diketahui hampir 10% lebih besar dari perkiraan sebelumnya.
Revisi tersebut, ditambah pertumbuhan ekonomi sebesar 2,8% pada 2025, membuat GNI per kapita Yordania melewati ambang batas negara berpendapatan menengah ke atas.
6. Togo
Berbeda dari lima negara lainnya, Togo naik dari kelompok negara berpendapatan rendah menjadi negara berpendapatan menengah ke bawah.
Kenaikan ini terutama dipengaruhi oleh revisi jumlah penduduk berdasarkan sensus 2022. Estimasi populasi Togo turun 11,7%.
Karena pendapatan dihitung per kapita, jumlah penduduk yang lebih kecil membuat angka pendapatan per orang meningkat. Pertumbuhan PDB sebesar 5,9% pada 2025 dan perubahan nilai tukar juga turut berpengaruh.
Baca Juga: Simak Rincian Sumber Pendapatan dan Alokasi Pengeluaran Indonesia 2025
Sumber:
https://blogs.worldbank.org/en/opendata/who-moves-up-and-why--a-closer-look-at-the-new-world-bank-group-