Perempuan kerap kali mendapatkan stigma sebagai seorang ibu, istri, atau anak yang bertugas mengurusi pekerjaan dapur. Padahal, perempuan juga memiliki kemampuan untuk memimpin dan menjadi kepala rumah tangga.
Di Indonesia, data Badan Pusat Statistik menunjukkan 51,04 persen rumah tangga dengan 2-3 anggota keluarga dikepalai oleh perempuan. Berikut proporsi kepala rumah tangga perempuan berdasarkan anggota keluarga, provinsi, serta wilayah perkotaan dan perdesaan.
Proporsi Kepala Rumah Tangga Perempuan 10 Tahun Terakhir
Kepala rumah tangga perempuan dengan 2-3 anggota keluarga mendominasi proporsi terbesar dengan cenderung mengalami kenaikan hingga mencapai puncak 51,04 persen pada 2025.
Kepala rumah tangga perempuan dengan 1 anggota keluarga mengalami penurunan dibanding 10 tahun terakhir. Pada 2016, kepala keluarga dengan 1 anggota berada pada persentase 29,27 persen dan turun menjadi 20,45 persen pada 2025.
Tren penurunan juga terjadi pada kepala rumah tangga perempuan dengan lebih dari 6 anggota. Persentase pada kelompok ini berada pada angka 6,84 persen pada 2016, menurun menjadi 5,42 persen pada 2025 setelah terjadi fluktuasi di tahun-tahun sebelumnya.
Sementara itu, kepala rumah tangga perempuan dengan 4-5 anggota keluarga mengalami kenaikan dibandingkan dengan 10 tahun sebelumnya. Pada 2016, persentase kepala rumah tangga perempuan pada kelompok ini berada pada angka 22,21 persen.
Sempat terjadi penurunan drastis pada 2021 menjadi 16,65 persen. Namun, pada 2025 kembali meningkat menjadi 23,08 persen.
Baca Juga: Struktur Rumah Tangga Indonesia 2025: Komposisi Ideal Jadi Pilihan Utama
10 Provinsi dengan Kepala Rumah Tangga Perempuan Terbanyak
Provinsi DI Yogyakarta berada di posisi puncak dengan 45,13 persen kepala rumah tangga perempuan. Disusul Bali pada peringkat dua sebanyak 37,81 persen. Peringkat tiga ditempati oleh Kepulauan Riau dengan 34,06 persen.
Kalimantan Selatan menempati peringkat empat dengan 28,84 persen. Peringkat lima diisi oleh Papua Selatan dengan 27,35 persen. Jawa Tengah dan Jawa Timur berada pada peringkat enam dan tujuh dengan masing-masing persentase 25,13 dan 23,92 persen.
Provinsi Nusa Tenggara Barat menempati peringkat delapan dengan 22,69 persen. Jawa Barat berada pada peringkat sembilan dengan 21,38 persen. Posisi kesepuluh diisi oleh Bengkulu dengan 21,28 persen.
Baca Juga: 14% Perempuan Indonesia Jadi Pencari Nafkah Utama Keluarga
Proporsi Kepala Rumah Tangga Perempuan di Perkotaan dan Perdesaan
Di perkotaan maupun perdesaan, kelompok usia 10-24 tahun didominasi oleh status belum kawin dengan persentase 90,49 persen di perkotaan, dan 43,58 persen di perdesaan.
Pada kelompok usia produktif 25-44 tahun, status perkawinan mulai beragam. Di perkotaan, status perkawinan didominasi oleh cerai hidup dengan persentase 36,73 persen. Sementara itu di perdesaan didominasi status kawin dengan persentase 37,48 persen.
Kelompok usia 45-59 tahun didominasi oleh status cerai mati dengan persentase 67,45 persen di perkotaan dan 68,31 persen di perdesaan. Status cerai mati juga mendominasi kelompok usia di atas 60 tahun dengan 89,79 persen di perkotaan dan 91,49 persen di perdesaan.
Baca Juga: Potret Kepala Rumah Tangga Perempuan di Indonesia
Sumber: https://www.bps.go.id/id/statistics-table/1/MTYwMyMx/persentase-rumah-tangga-menurut-provinsi--jenis-kelamin-kepala-rumah-tangga--dan-banyaknya-anggota-rumah-tangga--2009-2022.html