Bahasa Inggris kini telah menjadi lingua franca, yaitu bahasa yang digunakan sebagai alat komunikasi antar individu yang memiliki bahasa pertama atau bahasa daerah yang berbeda.
Oleh sebab itu, kemampuan bahasa Inggris menjadi kompetensi yang sangat diperlukan di era globalisasi ini, terutama untuk memperluas akses informasi, pendidikan, serta peluang karir di tingkat internasional.
Indonesia Peringkat Ke-80
Kemampuan berbahasa Inggris di Indonesia menduduki peringkat ke-80 dari total 123 negara yang dinilai dengan skor 471 pada 2025.
Penilaian dan pemeringkatan ini diterbitkan oleh EF English Proficiency Index (EF EPI). EF EPI adalah peringkat negara/wilayah terbesar di dunia berdasarkan kemampuan bahasa Inggris orang dewasa yang diterbitkan setiap tahunnya.
EF EPI menilai beberapa skor kompetensi, yaitu membaca, mendengarkan, menulis, dan berbicara. Di Indonesia, skor kompetensi membaca menjadi yang tertinggi, yaitu 491. Sementara itu, skor menulis tercatat sebesar 479, skor mendengarkan sebesar 454, dan yang terendah adalah skor berbicara, sebesar 447.
Secara global, kemampuan berbahasa Inggris di Indonesia masih masuk kategori rendah, yang setara dengan kemampuan untuk bepergian di negara berbahasa Inggris sebagai wisatawan, melakukan obrolan ringan, serta memahami email rekan kerja.
10 Kota dengan Skor Tertinggi di Indonesia
Baca Juga: Jawa Tengah Pimpin Penggunaan Bahasa Daerah Tertinggi pada 2025
EF EPI tidak hanya menilai kemampuan berbahasa Inggris secara nasional, tetapi juga per wilayah.
Jika skor nasional Indonesia berada di angka 471, beberapa kota berhasil mengungguli nilai tersebut.
Peringkat pertama berhasil dipegang oleh Jakarta dengan skor 523 pada 2025. Artinya, Jakarta unggul 52 poin dibandingkan skor nasional.
Berikutnya, ibu kota Jawa Timur, Surabaya juga mencatatkan skor cukup tinggi, yaitu 519. Menyusul di urutan ketiga dengan skor yang tidak terpaut jauh, yaitu 516 adalah Surakarta.
Selanjutnya, Bandung, ibu kota Jawa Barat juga menunjukkan kemampuan yang tidak kalah. Bandung mencatatkan skor 505 pada penilaian EF EPI 2025.
Dua wilayah selanjutnya masih berlokasi di area Pulau Jawa. Peringkat kelima ditempati oleh Salatiga yang meraih skor 504, disusul oleh Malang dengan skor 502.
Posisi ketujuh diisi oleh Yogyakarta dengan skor 501. Ketujuh kota tersebut menunjukkan kemampuan menengah.
Berikutnya, peringkat kedelapan ditempati oleh Kota Balikpapan dengan skor 495, disusul oleh Kota Batam dengan skor yang sama. Terakhir, daftar 10 besar dilengkapi oleh Kota Magelang dengan skor 492.
Metodologi Penilaian EF EPI
EF EPI menghitung rata-rata tingkat keterampilan bahasa Inggris dewasa di suatu negara/wilayah menggunakan data dari tiga versi EF SET yang berbeda. Dua versi terbuka untuk semua pengguna Internet secara gratis. Versi ketiga adalah tes penempatan daring yang digunakan oleh EF selama proses pendaftaran untuk kursus bahasa Inggris.
Untuk menghitung skor EF EPI suatu negara, setiap skor tes dinormalisasi untuk mendapatkan persentase jawaban yang benar untuk tes tersebut.
Semua skor untuk suatu negara/wilayah kemudian dirata-ratakan di ketiga tes, memberikan bobot yang sama untuk setiap tes. Rata-rata regional dan global ditimbang berdasarkan populasi masing-masing negara/wilayah di setiap wilayah.
Baca Juga: Provinsi Mana di Jawa yang Paling Sering Gunakan Bahasa Daerah dalam Pergaulan?
Sumber:
https://www.ef.co.id/epi/regions/asia/indonesia/