Nasional

Kepemilikan Ijazah Perempuan Masih Tertinggal, Papua Pegunungan Catat Angka Tertinggi

BPS mengungkap sebanyak 13,08% perempuan di Indonesia tidak memiliki ijazah, sementara laki-laki mencatatkan 9,62%.

Kepemilikan Ijazah Perempuan Masih Tertinggal, Papua Pegunungan Catat Angka Tertinggi

Ilustrasi Ijazah | George Pak/Pexels

Setelah menyelesaikan suatu jenjang pendidikan, seseorang akan memperoleh ijazah sebagai bukti resmi bahwa dirinya telah menuntaskan pendidikan tersebut. Dokumen ini memiliki sejumlah fungsi penting, mulai dari keperluan administrasi untuk melanjutkan pendidikan, menunjang jenjang karier, hingga memenuhi persyaratan legalitas tertentu.

Sebaliknya, ketiadaan ijazah dapat menjadi hambatan, misalnya dalam melamar pekerjaan formal atau memenuhi persyaratan untuk menduduki posisi tertentu. Bagi mereka yang belum sempat menyelesaikan pendidikan pada jenjang SD, SMP, atau SMA, tersedia jalur pendidikan kesetaraan melalui program Paket A, B, dan C.

Tingginya kepemilikan ijazah di suatu negara dapat menjadi salah satu gambaran keberhasilan dalam memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Jika kondisi tersebut tercermin di berbagai wilayah, hal ini juga dapat menunjukkan semakin meratanya kesempatan masyarakat untuk memperoleh pendidikan. Namun, di Indonesia masih terdapat sejumlah wilayah yang penduduknya belum memiliki ijazah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Statistik Kesejahteraan Rakyat 2026, sebanyak 11,35% penduduk Indonesia berusia 15 tahun ke atas tercatat tidak memiliki ijazah. Papua Pegunungan menjadi provinsi dengan persentase tertinggi, yakni mencapai 52,37%.

Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, persentase penduduk perempuan yang tidak memiliki ijazah tercatat lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Terdapat 13,08% perempuan berusia 15 tahun ke atas tidak memiliki ijazah, sedangkan pada laki-laki angkanya sebesar 9,62%.

Rendahnya kepemilikan ijazah bagi perempuan dapat terjadi karena berbagai faktor, seperti masih ada budaya patriarki yang lebih memprioritaskan pendidikan bagi laki-laki dibandingkan perempuan, hingga tingginya angka perkawinan di usia muda yang menghentikan proses belajar mereka.

10 Provinsi dengan Persentase Penduduk Perempuan Tanpa Ijazah Tertinggi

Sebanyak 57,42% wanita di Papua Pegunungan tidak punya ijazah, paling tinggi di Indonesia 2026
Sebanyak 57,42% wanita di Papua Pegunungan tidak punya ijazah, paling tinggi di Indonesia 2026 | GoodStats

Dari seluruh provinsi di Indonesia, Papua Pegunungan menempati peringkat pertama sebagai provinsi dengan persentase wanita di atas 15 tahun yang tidak mempunyai ijazah tertinggi, mencapai 57,42%.

Selain itu, Papua Tengah dan Papua Selatan juga mengisi daftar di posisi kedua dan ketiga, masing-masing persentasenya sebesar 38,64% dan 23,54%.

Nusa Tenggara Barat (NTB) berada di urutan keempat dengan persentase 20,39%, disusul oleh Kalimantan Barat dan Gorontalo yang mencatatkan 19,81% dan 18,31%. Pulau Jawa juga turut hadir yang diwakilkan oleh Jawa Timur dengan 17,84%, sementara Jawa Tengah di angka 17,22%.

Daftar 10 provinsi dengan perempuan yang tidak memiliki ijazah terbanyak juga dilengkapi oleh Nusa Tenggara Timur (16,81%) dan Sulawesi Barat (16,27%).

Secara keseluruhan, daftar di atas didominasi oleh provinsi dari Papua, yang mencerminkan masih rendahnya akses terhadap pendidikan di wilayah ini, khususnya bagi perempuan.

Baca Juga: Menilik Kondisi Pendidikan Perempuan Indonesia

10 Provinsi dengan Persentase Penduduk Laki-Laki Tanpa Ijazah Tertinggi

Sebanyak 47,78% pria di Papua Pegunungan tidak punya ijazah, paling tinggi di Indonesia 2026
Sebanyak 47,78% pria di Papua Pegunungan tidak punya ijazah, paling tinggi di Indonesia 2026 | GoodStats

Lagi-lagi, Papua Pegunungan mencatatkan persentase penduduk laki-laki tanpa ijazah paling banyak di Indonesia. Sebanyak 47,78% pria Papua Pegunungan di atas 15 tahun tidak mengenyam pendidikan yang dibuktikan dengan tidak adanya kepemilikan ijazah.

Papua Tengah rupanya mencatatkan capaian yang sama. Selain menjadi provinsi kedua dengan total penduduk dan penduduk wanita terbanyak tanpa ijazah, kali ini laki-lakinya juga menyumbang di posisi kedua nasional dengan persentase 34,52%.

Di urutan ketiga terdapat salah satu provinsi di Sulawesi yakni Gorontalo, di mana sebanyak 23,39% laki-laki dari wilayah ini tidak memiliki ijazah. Bumi Cenderawasih kembali memasuki daftar yang diwakili oleh Papua Selatan dengan 18,3%.

Selanjutnya, terdapat Kalimantan Barat yang mencatatkan angka 16,12%, disusul oleh NTT dan NTB dengan masing-masing persentasenya yakni 15,63% dan 14,91%.

Daftar 10 provinsi dengan persentase laki-laki tanpa ijazah terbanyak di Indonesia juga dilengkapi oleh Sulawesi Barat (13,75%), Kepulauan Bangka Belitung (13,53%), dan Sulawesi Selatan (12,63%).

Data ini kembali memberikan gambaran bahwa akses pendidikan bagi masyarakat Indonesia, baik laki-laki maupun perempuan masih belum sepenuhnya merata. Apalagi, di beberapa wilayah seperti Papua Pegunungan dan Papua Tengah yang secara konsisten menempati posisi dua teratas.

Keterbatasan infrastruktur, minimnya tenaga pendidik, tantangan geografis, hingga faktor keamanan menjadi kombinasi yang melahirkan fenomena rendahnya kepemilikan ijazah di wilayah tersebut.

Baca Juga: 10 Provinsi dengan Penduduk Tidak Punya Ijazah Terbanyak di Indonesia 2026

Sumber:

https://www.bps.go.id/id/publication/2026/10/05/7e415878a8af3678e51f3e0a/statistik-kesejahteraan-rakyat-2026.html

Penulis: Alifia Ayu Fitriana • Editor: Editor

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?