Update Kerusakan Infrastruktur Akibat Banjir Sumatra per 24 Desember
Bencana Alam • 24 Desember 2025Per 24 Desember 2025, lebih dari 4.000 infrastruktur di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat mengalami kerusakan
Per 24 Desember 2025, lebih dari 4.000 infrastruktur di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat mengalami kerusakan
Sebanyak 56,4% responden menilai komitmen pemerintah dalam merespons bencana Sumatra sudah kuat.
Menurut laporan Drone Emprit, sentimen publik di X didominasi sentimen negatif yaitu sebesar 60,2%.
Sentimen positif mendominasi pemberitaan seputar bencana Sumatra di media online dengan capaian 75,8%
Luas kumulatif persetujuan penggunaan kawasan hutan untuk produksi tambang di Sumatra mencapai 68 ribu ha hingga 2024, Sumatra Selatan terbesar (32 ribu ha).
Aceh jadi provinsi yang paling banyak mengalami kerugian material dengan kerusakan terbanyak pada fasilitas jembatan, mencapai 312 unit.
Per 5 Desember 2025, 1.482 infrastruktur di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat mengalami kerusakan parah
Percakapan di X didominasi sentimen negatif (46%), salah satunya menyoroti ketidakadilan akibat belum ditetapkannya status bencana nasional
Terjadi lonjakan emosi selama bencana Sumatra terutama terhadap penanganan bencana banjir dan longsor di Sumatra.
Penetapan status Bencana Nasional ditentukan oleh kemampuan Pemda mempertahankan fungsi komando darurat.
Hasil survei BAPPEDA Kalimantan Selatan menyebutkan kebakaran hutan dan lahan sebagai bencana alam yang paling sering terjadi di provinsi tersebut
Banjir jadi bencana alam dengan jumlah kejadian terbanyak pada 2024, dengan total 759 peristiwa.
Berdasarkan laporan BNPB, terdapat 39 kejadian bencana pada awal Maret 2024 yang didominasi oleh banjir.
Menurut data DRMKC, Indonesia menjadi negara peringkat 20 paling berisiko terkena bencana alam. Serta, menduduki urutan 2 dalam kejadian bencana terbanyak 2021.
Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.
Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook