Penanganan bencana di Sumatra dan Aceh masih menjadi topik yang ramai dibahas, baik di media online maupun media sosial. Dampak dan kerugian besar yang diakibatkan pasca bencana menjadi fokus perhatian publik, mulai dari banyaknya korban jiwa, jatuhnya perekonomian masyarakat, hingga perbaikan infrastruktur yang membutuhkan waktu cukup lama.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 12 Desember 2025, jumlah korban meninggal sudah mencapai 990 jiwa, 222 jiwa hilang, dan 5.400 orang terluka.
Dalam laporan Drone Emprit bertajuk Update Sentimen Publik Terhadap Penanganan Bencana di Aceh dan Sumatra pada 24 November-7 Desember 2025, isu mengenai bencana di Aceh dan Sumatra dibicarakan di media sosial sebanyak 86.112 mentions, dan yang paling ramai yaitu X dengan total 68.466 mentions.
Berdasarkan laporan tersebut, sentimen warganet terhadap penanganan bencana di Aceh dan Sumatra di X didominasi sentimen negatif, yaitu sebesar 62%.
Sentimen negatif ini didorong oleh berbagai postingan, seperti kasus deforestasi dan kayu gelondongan yang hanyut sehingga memicu kemarahan publik. Selain itu, percakapan juga diisi dengan kritik "Jawasentris" karena lambatnya status Bencana Nasional. Politisasi bantuan yaitu karung beras bergambar wajah presiden juga turut meramaikan postingan di X dan membuat geram warganet.
Tak hanya itu, berbagai kritik dan kecaman terhadap pejabat daerah yang dinilai tidak memiliki empati turut mendorong sentimen negatif ini.
Di samping itu, warganet di X juga memiliki sentimen positif, yaitu sebesar 24,6%. Sentimen ini diisi dengan postingan berupa apresiasi instruksi dan kunjungan presiden ke wilayah yang terdampak bencana. Kemudian pembahasan mengenai mobilisasi besar TNI-Polri yang menjangkau wilayah terisolasi juga memicu sentimen positif.
Sisanya, sebanyak 15,2% percakapan di X diisi dengan sentimen netral.
Baca Juga: Daftar Provinsi yang Salurkan Bantuan untuk Bencana Sumatra
Publik Didominasi Emosi Antisipasi
Dalam laporannya, Drone Emprit juga menganalisis emosi warganet, baik di media online maupun media sosial. Hasilnya, sebanyak 6.000 postingan merupakan emosi antisipasi. Warganet mengantisipasi beberapa hal yang terjadi pasca bencana, mulai dari proses menunggu adanya listrik dan jaringan komunikasi serta harapan akan evakuasi terhadap wilayah yang masih terisolir.
Kemudian, sebanyak 5.100 postingan diliputi emosi sedih. Publik merasakan duka mendalam atas ratusan korban yang meninggal dan menghilang, serta berita terkait kisah pilu korban bencana yang terpisah dari keluarga. Tak hanya itu, publik juga sedih karena bencana ini kurang mendapatkan perhatian nasional.
Baca Juga: Sentimen terhadap Bencana Sumatra di Threads
Sumber:
https://pers.droneemprit.id/update-sentimen-publik-terhadap-penanganan-bencana-di-aceh-dan-sumatra/
Penulis: Salamah Harahap
Editor: Editor