Warga Indonesia Habiskan 2,45 Miliar Jam Pakai Aplikasi AI 2025

Di Indonesia, waktu yang dihabiskan untuk menggunakan aplikasi AI sepanjang 2025 mencapai 2,45 miliar jam, naik 313% dari tahun lalu.

Warga Indonesia Habiskan 2,45 Miliar Jam Pakai Aplikasi AI 2025 Ilustrasi Aplikasi AI | Sanketgraphy/Pexels
Ukuran Fon:

Dalam beberapa tahun terakhir, artificial intelligence (AI) semakin lekat dengan aktivitas sehari-hari masyarakat Indonesia. Aplikasi berbasis AI tak lagi terbatas pada kebutuhan profesional atau riset, melainkan telah merambah ke ruang personal, mulai dari mencari informasi, mengolah konten, hingga membantu pengambilan keputusan sederhana. Perubahan ini menandai babak baru dalam cara publik berinteraksi dengan teknologi digital.

Seiring meluasnya adopsi tersebut, waktu yang dicurahkan pengguna untuk berinteraksi dengan aplikasi AI pun terus bertambah. Menurut Sensor Tower, waktu yang dihabiskan menggunakan aplikasi AI pada 2025 tercatat mencapai 48,1 miliar jam secara global, melonjak 259% dibanding tahun 2024 yang selama 13,4 miliar jam. Durasi ini mencakup penggunaan aplikasi AI di iOS dan Google Play.

Tingginya lonjakan ini mencerminkan pergeseran dalam pola konsumsi teknologi, di mana AI kini banyak digunakan sebagai alat bantu kerja, sumber belajar, hingga penunjang beragam aktivitas pribadi.

Baca Juga: 95% Mahasiswa RI Gunakan AI dalam Proses Pembelajaran

Durasi penggunaan aplikasi AI di Indonesia | GoodStats
Durasi penggunaan aplikasi AI di Indonesia | GoodStats

Di Indonesia sendiri, waktu yang dihabiskan untuk menggunakan aplikasi AI sepanjang 2025 mencapai 2,45 miliar jam. Dari tahun ke tahun, durasi ini terus meningkat, menegaskan semakin pentingnya AI dalam kehidupan sehari-hari.

Pada 2022, durasi penggunaan aplikasi AI tercatat selama 76,4 juta jam, yang kemudian melonjak 138,2% menjadi 182 juta jam pada tahun berikutnya.

Memasuki 2024, durasi penggunaan aplikasi AI naik 225,3% mencapai 592 juta jam, sebelum tembus 2,45 miliar jam pada 2025.

Tingginya durasi pemakaian aplikasi AI ini tidak lepas dari besarnya jumlah unduhan dalam empat tahun terakhir. Pada 2022, jumlah unduhan aplikasi AI tercatat sebesar 7,6 juta kali, naik 310,5% menjadi 31,2 juta pada 2023.

Pada 2024, jumlah unduhan aplikasi AI di Indonesia naik 122,4% menjadi 69,4 juta, dan kembali naik menjadi 131 juta pada 2025.

Keuntungan IAP Naik

Pasar AI semakin menjadi industri yang menjanjikan di Indonesia, dinilai dari kenaikan keuntungan in-app purchase (IAP). IAP merupakan uang yang dikeluarkan pengguna aplikasi untuk bisa mengakses fitur premium yang menawarkan kelebihan dibandingkan fitur gratis.

Data Sensor Tower mencatat nominal keuntungan IAP dari aplikasi AI di Indonesia mencapai US$19,1 juta pada 2025, naik 151,3% dari tahun sebelumnya.

Pada 2022, keuntungan IAP aplikasi AI baru di angka US$606 ribu, yang kemudian melonjak 393,4% pada 2023 menjadi US$2,99 juta dan naik lagi pada 2024 menjadi US$7,6 juta.

Baca Juga: Simak 7 Alasan Publik RI Gunakan AI

Sumber:

https://sensortower.com/blog/state-of-mobile-2026

Penulis: Agnes Z. Yonatan

Konten Terkait

Indonesia Surplus Daging Ayam Sepanjang 2025

Daging ayam ras tercatat surplus 358,57 ribu ton sepanjang 2025.

Indonesia Ekspor 514 Juta Ton Batu Bara pada 2025

Sekitar 65% dari total produksi batu bara pada 2025 diekspor, beratnya mencapai 514 juta ton.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook