Apa Alasan Publik RI Tak Gunakan AI?
Sosial • 30 Desember 2025Tidak alami dan terlalu robotik (25%) menjadi alasan utama publik RI tidak menggunakan AI, diikuti risiko kebocoran data (23%) dan ketergantungan (20%)
Tidak alami dan terlalu robotik (25%) menjadi alasan utama publik RI tidak menggunakan AI, diikuti risiko kebocoran data (23%) dan ketergantungan (20%)
Indonesia menjadi salah satu negara dengan penetrasi keterampilan AI tertinggi di dunia yang berhasil melampaui rata-rata global.
Sebanyak 92% responden merasa penggunaan AI berpengaruh terhadap produktivitas, 18% di antaranya merasa sangat berpengaruh
Dalam seluruh perjalanan konsumen, tingkat kepuasan atas layanan AI selalu unggul ketimbang manusia
Sebanyak 17% responden menggunakan AI sepanjang hari, menegaskan peran AI yang semakin integral tidak hanya di ranah profesional
Tingkat adopsi AI di kalangan generasi muda masih lebih tinggi dibanding generasi senior
Selain untuk memudahkan pekerjaan, AI juga banyak dimanfaatkan untuk curhat berbagai masalah kehidupan
Menurut survei Populix, 41% publik akan curhat soal kondisi kesehatan mental dan stres yang dialaminya kepada AI.
Menurut Populix, mayoritas responden gunakan AI untuk hal-hal sederhana, seperti menerjemahkan bahasa dan menulis.
AI membantu perusahaan untuk mengembangkan inovasi (64%), kepuasan karyawan & konsumen (45%), diferensiasi kompetitif (45%), serta efisiensi biaya (38%)
Sebanyak 67% responden menyebutkan bahwa unit pemasaran dan penjualan mengalami peningkatan pendapatan setelah menggunakan AI
Menurut survei, 48% publik sepakat bahwa hubungan personal harus bebas dari keterlibatan AI.
Pekerja di layanan konsumen hingga guru jadi deretan pekerjaan yang paling terancam AI pada 2025
Panduan praktis hingga informasi jadi konten yang paling banyak dicari di ChatGPT
Selain layanan publik, 20% responden berharap AI bisa banyak digunakan untuk meningkatkan sektor pendidikan
Sebanyak 23% responden berkenalan dengan AI ketika menggunakan voice assistant atau Google Translate
Kepercayaan akan AI lebih tinggi untuk tugas-tugas sederhana, namun rendah untuk tugas-tugas personal/subjektif
Penerjemah dan juru bahasa adalah pekerjaan paling berisiko tergeser AI menurut data Microsoft Research pada 2024.
Mayoritas responden memilih konten AI, namun kebanyakan masih sulit membedakannya dengan konten asli
Sebanyak 31% publik akui telah mahir gunakan AI, 4% bahkan tercatat ahli. Media sosial dan YouTube jadi sumber belajar favorit.
Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.
Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook