Indonesia Jadi Negara Paling Cemas AI Bakal Gantikan Pekerjaan
Nasional • 9 Mei 2026Indonesia jadi negara paling cemas AI dapat gantikan pekerjaan dengan persentase 76%.
Indonesia jadi negara paling cemas AI dapat gantikan pekerjaan dengan persentase 76%.
Kesiapan sekolah di era AI butuh guru, kurikulum, coding dini, dan etika digital.
Perubahan terbesar di dunia kerja yang dirasakan pekerja pada tahun ini berasal dari pekerjaan itu sendiri, dengan persentase mencapai 49%.
ChatGPT mencatatkan total kunjungan mencapai 119,5 juta, menjadikannya sebagai layanan AI yang paling unggul dan banyak diakses masayarakat Indonesia
Keraguan pebisnis terhadap AI dipicu oleh minimnya pemahaman dalam penggunaan AI, dengan 31% responden mengaku belum memahami cara memanfaatkannya
75% jurnalis Indonesia memakai AI—didominasi ChatGPT (86%)—namun lebih untuk efisiensi daripada cek fakta (28%).
Durasi warga Indonesia menggunakan aplikasi AI capai 2,45 miliar jam pada 2025, naik 225,3% dari tahun lalu
ChatGPT jadi aplikasi terpopuler sepanjang 2025 dengan total 770 juta unduhan
Di Indonesia, waktu yang dihabiskan untuk menggunakan aplikasi AI sepanjang 2025 mencapai 2,45 miliar jam, naik 313% dari tahun lalu.
Teknologi dan AI menjadi tantangan terbesar generasi muda menurut para miliarder
Tidak alami dan terlalu robotik (25%) menjadi alasan utama publik RI tidak menggunakan AI, diikuti risiko kebocoran data (23%) dan ketergantungan (20%)
Indonesia menjadi salah satu negara dengan penetrasi keterampilan AI tertinggi di dunia yang berhasil melampaui rata-rata global.
Sebanyak 92% responden merasa penggunaan AI berpengaruh terhadap produktivitas, 18% di antaranya merasa sangat berpengaruh
Dalam seluruh perjalanan konsumen, tingkat kepuasan atas layanan AI selalu unggul ketimbang manusia
Sebanyak 17% responden menggunakan AI sepanjang hari, menegaskan peran AI yang semakin integral tidak hanya di ranah profesional
Tingkat adopsi AI di kalangan generasi muda masih lebih tinggi dibanding generasi senior
Selain untuk memudahkan pekerjaan, AI juga banyak dimanfaatkan untuk curhat berbagai masalah kehidupan
Menurut survei Populix, 41% publik akan curhat soal kondisi kesehatan mental dan stres yang dialaminya kepada AI.
Menurut Populix, mayoritas responden gunakan AI untuk hal-hal sederhana, seperti menerjemahkan bahasa dan menulis.
AI membantu perusahaan untuk mengembangkan inovasi (64%), kepuasan karyawan & konsumen (45%), diferensiasi kompetitif (45%), serta efisiensi biaya (38%)
Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.
Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook