Dunia kerja Indonesia belakangan ini diwarnai oleh sebuah fakta yang cukup mengejutkan sekaligus mematahkan anggapan umum mengenai nilai tambah pengalaman magang bagi lulusan baru. Selama ini, banyak yang percaya bahwa memiliki pengalaman magang merupakan tiket emas untuk lebih cepat mendapatkan pekerjaan setelah lulus.
Namun, data terbaru dari survei CELIOS justru menunjukkan realitas yang berbeda, di mana magang sering kali dianggap tidak memberikan dampak signifikan terhadap kecepatan seseorang dalam memperoleh pekerjaan tetap.
Berdasarkan hasil studi yang diolah dari data Sakernas Agustus 2025, terungkap bahwa klaim mengenai magang sebagai jalur cepat menuju dunia kerja perlu dipertanyakan kembali. Faktanya, sebagian besar lulusan yang langsung mendapatkan pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan tinggi justru adalah mereka yang tidak memiliki pengalaman magang sebelumnya.
Baca Juga: Ada 7,28 Juta Pengangguran di Indonesia, 16% di Bawah 24 Tahun!
Secara statistik, tercatat hanya sekitar 5,49% lulusan dengan pengalaman magang yang langsung terserap ke dunia kerja, sementara sisanya sebesar 94,51% justru merupakan lulusan yang tidak pernah mengikuti program magang.
Kondisi yang serupa juga ditemukan pada kelompok individu yang bahkan sudah mendapatkan pekerjaan sebelum mereka resmi dinyatakan lulus. Mayoritas dari mereka yang beruntung mendapatkan pekerjaan lebih awal ini ternyata tidak mengikuti program magang sama sekali.
Data menunjukkan bahwa porsi mereka yang pernah magang dan sudah bekerja sebelum lulus hanya sebesar 6,12%, sedangkan mayoritas sebesar 93,88% diisi oleh mereka yang tidak pernah magang. Hal ini memberikan gambaran bahwa pengalaman magang tidak memberikan keuntungan kompetitif yang nyata untuk mempercepat penerimaan kerja.
Lebih memprihatinkan lagi, data tersebut juga mengungkap bahwa memiliki pengalaman magang justru berpotensi memperbesar peluang seseorang untuk tetap menganggur. Jumlah pengangguran yang pernah magang tercatat sebesar 11,08%, angka yang lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat pengangguran pada kelompok yang tidak pernah magang, yakni sebesar 4,98%. Dari sisi penyerapan tenaga kerja secara keseluruhan, porsi pekerja yang tidak pernah magang mencapai 72,01%, mengungguli mereka yang pernah magang di angka 67,55%.
Realitas pahit ini memunculkan dugaan bahwa program magang di Indonesia sering kali tidak berjalan sesuai tujuan utamanya dan cenderung mengarah pada eksploitasi tenaga kerja.
Banyak peserta magang yang justru dijadikan sebagai tenaga kerja yang dibayar di bawah upah minimum, bahkan sering kali tidak mendapatkan bayaran sama sekali meskipun bekerja penuh waktu layaknya karyawan tetap. Kondisi magang tanpa upah yang layak dan tanpa kejelasan jenjang karier ini dinilai cenderung menguntungkan pihak perusahaan daripada pencari kerja itu sendiri.
Sumber:
https://www.instagram.com/p/DUenO_gAd_b/
Penulis: Emily Zakia
Editor: Editor