Benarkah Tingkat Pendidikan Memengaruhi Besaran Gaji?

Lulusan sarjana dan diploma memperoleh rata-rata gaji tertinggi dibanding lulusan lainnya, besarannya mencapai Rp4,63 juta.

Benarkah Tingkat Pendidikan Memengaruhi Besaran Gaji? Ilustrasi Sarjana | Pexels
Ukuran Fon:

Melihat situasi sosial dan ekonomi saat ini, semakin banyak orang yang memprioritaskan pendidikan. Hal ini tidak lain karena individu dengan latar belakang pendidikan yang mumpun, cenderung memiliki peluang lebih luas untuk dapat memperoleh karier yang menjamin di masa mendatang.

Besaran Gaji Berdasarkan Tingkat Pendidikan | GoodStats
Besaran Gaji Berdasarkan Tingkat Pendidikan | GoodStats

Baca Juga: Makin Tinggi Pendidikan, Makin Tinggi Gaji yang Diperoleh

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang diperoleh melalui Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) November 2025, rata-rata gaji yang diperoleh pekerja berkorelasi positif dengan tingkat pendidikannya. Lulusan pendidikan tinggi mulai dari Diploma IV hingga S3 menempati posisi tertinggi dengan rata-rata gaji sekitar Rp4,63 juta per bulan. Angka ini sedikit di atas lulusan Diploma I–III yang memperoleh sekitar Rp4,53 juta.

Sementara itu, lulusan SMA dan SMK berada pada kelompok menengah dengan rata-rata gaji masing-masing sekitar Rp3,22 juta dan Rp3,34 juta per bulan. Semakin rendah jenjang pendidikan, semakin kecil pula rata-rata gaji yang diterima. Lulusan SMP memperoleh rata-rata sekitar Rp2,55 juta, sedangkan lulusan SD ke bawah menerima gaji terendah, yakni sekitar Rp2,22 juta per bulan.

Pola besaran gaji ini menegaskan bahwa pendidikan berperan penting dalam meningkatkan kesempatan memperoleh pendapatan yang lebih tinggi, sekaligus mencerminkan nilai tambah keterampilan dan kompetensi yang sejalan dengan jenjang pendidikan formal. Hal ini selaras dengan sektor informasi dan komunikasi yang memiliki rata-rata gaji tertinggi yakni Rp5,17 juta, karena membutuhkan keahlian khusus yang umumnya didapatkan dari pendidikan tinggi.

Namun, sengitnya persaingan kerja saat ini mengharuskan seseorang untuk memiliki pengalaman dan keterampilan teknis yang memadai. Oleh karena itu pendidikan tinggi saja tidak cukup untuk menjamin keberhasilan karier seseorang, banyak faktor lain yang juga memengaruhi, mulai dari pengalaman kerja, relasi sosial hingga penguasaan teknologi.

Upaya Pemerintah Bekali Keterampilan Anak Muda Melalui Pelatihan Gig Economy

Apabila dilihat berdasarkan klasifikasi usia, kelompok umur 20-24 tahun memperoleh rata-rata gaji kedua terendah setelah kelompok umur 15-19 tahun yakni sebesar Rp2,67 juta. Artinya seorang fresh graduate yang umumnya termasuk ke dalam kelompok umur 20-24 tahun, perlu memiliki nilai tambah lain agar daya tawar di pasar kerja dapat meningkat.

Apalagi adanya pergeseran dunia kerja akibat otomatisasi dan revolusi industri 4.0, mengharuskan masyarakat untuk adaptif dengan transformasi digital yang begitu cepat. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah dalam menghadapi situasi tersebut yakni dengan memfasilitasi generasi muda dengan program pelatihan Gig Economy.

“Jadi digital ini adalah sektor pertumbuhan yang saat ini kita bisa jalan bersama. Jadi Pak Menko Airlangga itu sudah merancang tiga sumber pertumbuhan yang dapat dan sudah terbukti melewati pertumbuhan konvensional. Sektor digital, khususnya di AI nanti itu, bisa menyumbang pertumbuhan sampai 20% untuk suatu kemajuan perekonomian,” jelas Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ali Murtopo Simbolon, pada Kamis (15/1/2026), melansir ekon.go.id.

Program ini diharapkan dapat mengoptimalkan potensi generasi muda. Pemahaman dan pemanfaatan teknologi digital dapat memperkecil kesenjangan antara kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan industri saat ini. Pada akhirnya, program ini tidak hanya membuka peluang memperoleh pekerjaan yang layak dan meningkatkan taraf hidup, tetapi juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di masa depan.

Baca Juga: Benarkah Tingkat Pendidikan Berbanding Lurus dengan Besaran Gaji?

Sumber:

https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/02/05/2547/keadaan-ketenagakerjaan-.html

Penulis: Silmi Hakiki
Editor: Editor

Konten Terkait

Indonesia Surplus Daging Ayam Sepanjang 2025

Daging ayam ras tercatat surplus 358,57 ribu ton sepanjang 2025.

Indonesia Ekspor 514 Juta Ton Batu Bara pada 2025

Sekitar 65% dari total produksi batu bara pada 2025 diekspor, beratnya mencapai 514 juta ton.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook