Arisan bukan sekadar kegiatan mengumpulkan uang secara bergiliran. Di banyak daerah, arisan telah menjadi bagian dari budaya sosial yang mempererat hubungan antarwarga.
Menariknya, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Statistik Sosial Budaya 2025, disebutkan bahwa 58,82% penduduk DI Yogyakarta berusia sepuluh tahun ke atas mengikuti arisan di lingkungan sekitar dalam tiga bulan terakhir pada 2025. Proporsinya jauh lebih tinggi dibanding rata-rata nasional di angka 16,18%, sekaligus menjadikan Yogyakarta sebagai provinsi paling gemar arisan di Indonesia.
Baca Juga: DI Yogyakarta, Provinsi Paling Padat Perpustakaan Umum di Pulau Jawa
Di urutan kedua ada Jawa Tengah dengan proporsi sebesar 30,74%, jauh lebih rendah dibanding DI Yogyakarta. Dominasi Pulau Jawa semakin terasa dengan Jawa Timur di posisi ketiga dengan 27,74%.
Kalimantan Selatan mengisi peringkat keempat dengan 16,74%. Daftar lima besar ditutup oleh Jambi dengan 15,91% penduduknya yang mengikuti arisan dalam tiga bulan terakhir.
Kembali ke Pulau Jawa, DKI Jakarta duduk di bangku keenam dengan 15,67%. Selisih tipis, Nusa Tenggara Timur meraih proporsi 15,57%, disusul Sulawesi Utara sebesar 15,32% dan Sumatra Utara dengan 14,27%. Pemeringkatan ditutup oleh Riau dengan 14,13% penduduknya mengikuti arisan.
Arisan Kini Jadi Tradisi
Arisan banyak ditemukan di berbagai lingkungan, mulai dari tingkat RT dan RW, kelompok ibu rumah tangga, komunitas profesi, hingga organisasi kemasyarakatan. Dalam praktiknya, kegiatan ini sering dibarengi dengan pertemuan rutin yang memperkuat hubungan sosial antarwarga.
Tingginya angka partisipasi di Yogyakarta menunjukkan bahwa arisan masih menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat. Tidak hanya untuk memperoleh dana lebih, kegiatan ini jadi ruang interaksi sosial bagi masyarakat.
Yogyakarta dikenal memiliki tingkat keterlibatan masyarakat yang tinggi dalam berbagai kegiatan komunitas, baik di lingkungan tempat tinggal maupun organisasi sosial. Kondisi ini membuat kegiatan berbasis kebersamaan seperti arisan lebih mudah berkembang dan bertahan, jauh lebih tinggi dibanding provinsi lain.
Tidak hanya arisan, partisipasi warga DI Yogyakarta di kegiatan sosial lain juga cukup tinggi. Di kegiatan keagamaan/kepercayaan, tingkat partisipasinya mencapai 77,41%, sedangkan di kegiatan gotong royong mencapai 74,01%. Meski begitu, angkanya lebih rendah di kegiatan olahraga yang hanya 24,22%.
Baca Juga: Warga Yogyakarta Paling Aktif Ikut Rapat dan Pertemuan pada 2025
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/publication/2026/05/29/07e7729b9936b34122db0589/statistik-sosial-budaya-2025.html
Penulis: Agnes Z. Yonatan
Editor: Editor