Warga DIY Paling Gemar Arisan, Tembus 58% pada 2025

Sebanyak 58,82% warga DI Yogyakarta mengikuti arisan dalam tiga bulan terakhir, tertinggi secara nasional pada 2025.

Warga DIY Paling Gemar Arisan, Tembus 58% pada 2025 Potret Yogyakarta | Atourin
Ukuran Fon:

Arisan bukan sekadar kegiatan mengumpulkan uang secara bergiliran. Di banyak daerah, arisan telah menjadi bagian dari budaya sosial yang mempererat hubungan antarwarga. 

Menariknya, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Statistik Sosial Budaya 2025, disebutkan bahwa 58,82% penduduk DI Yogyakarta berusia sepuluh tahun ke atas mengikuti arisan di lingkungan sekitar dalam tiga bulan terakhir pada 2025. Proporsinya jauh lebih tinggi dibanding rata-rata nasional di angka 16,18%, sekaligus menjadikan Yogyakarta sebagai provinsi paling gemar arisan di Indonesia. 

Baca Juga: DI Yogyakarta, Provinsi Paling Padat Perpustakaan Umum di Pulau Jawa

Di urutan kedua ada Jawa Tengah dengan proporsi sebesar 30,74%, jauh lebih rendah dibanding DI Yogyakarta. Dominasi Pulau Jawa semakin terasa dengan Jawa Timur di posisi ketiga dengan 27,74%.

Kalimantan Selatan mengisi peringkat keempat dengan 16,74%. Daftar lima besar ditutup oleh Jambi dengan 15,91% penduduknya yang mengikuti arisan dalam tiga bulan terakhir.

Kembali ke Pulau Jawa, DKI Jakarta duduk di bangku keenam dengan 15,67%. Selisih tipis, Nusa Tenggara Timur meraih proporsi 15,57%, disusul Sulawesi Utara sebesar 15,32% dan Sumatra Utara dengan 14,27%. Pemeringkatan ditutup oleh Riau dengan 14,13% penduduknya mengikuti arisan.

Arisan Kini Jadi Tradisi

Arisan banyak ditemukan di berbagai lingkungan, mulai dari tingkat RT dan RW, kelompok ibu rumah tangga, komunitas profesi, hingga organisasi kemasyarakatan. Dalam praktiknya, kegiatan ini sering dibarengi dengan pertemuan rutin yang memperkuat hubungan sosial antarwarga. 

Tingginya angka partisipasi di Yogyakarta menunjukkan bahwa arisan masih menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat. Tidak hanya untuk memperoleh dana lebih, kegiatan ini jadi ruang interaksi sosial bagi masyarakat.

Yogyakarta dikenal memiliki tingkat keterlibatan masyarakat yang tinggi dalam berbagai kegiatan komunitas, baik di lingkungan tempat tinggal maupun organisasi sosial. Kondisi ini membuat kegiatan berbasis kebersamaan seperti arisan lebih mudah berkembang dan bertahan, jauh lebih tinggi dibanding provinsi lain. 

Tidak hanya arisan, partisipasi warga DI Yogyakarta di kegiatan sosial lain juga cukup tinggi. Di kegiatan keagamaan/kepercayaan, tingkat partisipasinya mencapai 77,41%, sedangkan di kegiatan gotong royong mencapai 74,01%. Meski begitu, angkanya lebih rendah di kegiatan olahraga yang hanya 24,22%.

Baca Juga: Warga Yogyakarta Paling Aktif Ikut Rapat dan Pertemuan pada 2025

Sumber:

https://www.bps.go.id/id/publication/2026/05/29/07e7729b9936b34122db0589/statistik-sosial-budaya-2025.html

Penulis: Agnes Z. Yonatan
Editor: Editor

Konten Terkait

Prediksi dan Head-to-Head Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026, Persentase Victory The Pharaohs dan Team Melli Sama 50%

Duel Mesir lawan Iran di Piala Dunia 2026 akan jadi pertemuan perdana bagi kedua negara setelah 26 tahun.

Prediksi dan Head-to-Head Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026, Sudah 76 Tahun La Celeste Gagal Taklukkan La Furia Roja

Uruguay dalam lima pertandingan belakangan tidak sekalipun meraih kemenangan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan SSO GNFI Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook